Houthi Vs Saudi Memanas, Kemenhaj Keluarkan Imbauan Perjalanan Umrah

Houthi Vs Saudi Memanas, Kemenhaj Keluarkan Imbauan Perjalanan Umrah

Kristina - detikHikmah
Rabu, 16 Sep 2026 20:09 WIB
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo. Foto: Dok Kemenhaj RI
Jakarta -

Konflik bersenjata antara kelompok Houthi dan Arab Saudi makin memanas usai rudal balistik dan drone menghujani wilayah Saudi. Merespons situasi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan imbauan bagi jemaah umrah yang akan bertolak ke Tanah Suci.

Kemenhaj mengimbau jemaah tidak menuju bandara sebelum mendapat kepastian jadwal penerbangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo minta jemaah tetap tenang dan menjadikan PPIU sebagai sumber utama informasi mengenai jadwal serta teknis keberangkatan.

"Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi," kata Puji dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puji menegaskan setiap perubahan atau penyesuaian jadwal penerbangan harus segera dikomunikasikan oleh PPIU kepada jemaah. Sebelum menuju bandara, jemaah perlu memastikan jadwal, waktu keberangkatan, dan arahan terbaru dari PPIU.

ADVERTISEMENT

"Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah," ujarnya.

Kemenhaj juga minta PPIU aktif berkomunikasi dan terbuka dengan jemaah. Perkembangan operasional penerbangan, perubahan jadwal, serta langkah penanganan harus disampaikan dengan jelas agar tidak menimbulkan kebingungan.

Pemerintah, kata Puji, terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Bagi jemaah yang telah berada di Arab Saudi dan membutuhkan informasi atau pendampingan, Kemenhaj mengimbau agar berkoordinasi dengan PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

"Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat," kata Puji.

Puji turut mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Informasi mengenai penerbangan dan perjalanan umrah dapat diperoleh melalui PPIU, maskapai, kanal resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Kemenhaj menyediakan layanan pengaduan di nomor 0811-888-5888. Masyarakat dapat menyampaikan informasi atau pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah melalui saluran tersebut. Setiap laporan akan diverifikasi berdasarkan substansi dan kewenangan sebelum ditindaklanjuti.

"Jemaah harus tetap tenang, memantau perkembangan, dan berkoordinasi dengan PPIU. Hal terpenting adalah memastikan jemaah memperoleh informasi yang jelas sehingga perjalanan berlangsung aman dan tertib," tutup Puji.

Sebelumnya, Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat akan potensi serangan di Makkah. Tak lama kemudian peringatan tersebut dicabut.

Dilansir SPA, pertahanan udara Saudi dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan drone Houthi di selatan Makkah pada Selasa (15/9) malam, sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci tersebut.

Juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayjen Turki Al-Maliki, mengatakan Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat drone tersebut pukul 18.50 waktu setempat.

"Tindakan permusuhan dan teroris ini adalah upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah upaya pertama dengan rudal balistik pada 27 Juli 2017," lapor SPA, Rabu (16/9/2026).

Sumber militer Yaman sendiri membantah menargetkan serangan ke Makkah dan situs-situs suci lainnya. Sumber tersebut, lapor Saba, mengecam keras rekayasa dan disinformasi yang digunakan Saudi melalui klaimnya tentang ancaman Yaman terhadap Kota Suci Makkah.



(kri/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads