Seorang turis asal Korea Selatan yang sedang mengunjungi salah satu kota di Turki yaitu Mardin, memutuskan untuk menjadi mualaf dan memeluk Islam. Mardin sendiri dikenal sebagai kota dengan sejarah dan warisan budayanya.
Dilansir dari Anadolu Agency, Kantor Mufti Distrik Artuklu menyatakan turis tersebut bernama Shaevn. Ia memutuskan masuk Islam setelah berkunjung ke Mardin, setelahnya upacarakonversi resmi digelar di kantor mufti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara tersebut berada di bawah bimbingan Mufti Distrik Artukl, Suleyman Baran. Selama upacara, Shaevn mengucap syahadat sebagai tanda seseorang masuk Islam.
Setelah memeluk Islam, Shaevn mengadopsi nama menjadi Abdullah. Di akhir upacara, Baran memberi Al-Qur'an ke Abdullah.
Kota Mardin terletak di dekat perbatasan Suriah di Anatolia tenggara. Kota ini telah lama jadi persimpangan peradaban, memiliki arsitektur batu yang khas serta monumen kuno yang menarik wisatawan dari seluruh Turki dan luar negeri.
Kota Mardin juga memiliki warisan budaya serta sejarah agama dan etnis yang beragam. Distrik Artuklu, tempat terjadinya perpindahan agama, terletak di jantung Marin. Para pejabat pariwisata terus mempromosikan wilayah ini sebagai tujuan utama untuk wisata budaya dan keagamaan.
Menurut data yang dihimpun dari World Population Review dengan sensus yang dilakukan pada periode 2017-2019, Turki termasuk salah satu negara di Asia dengan populasi muslim terbesar. Sekitar 81,2 juta penduduk muslim ada di sana yang berarti sekitar 94,5 persen dari total populasi.
Sebagai negara yang berada di dua benua, Asia dan Eropa, Turki memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban Islam. Utamanya pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah.
