Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi peran besar Pondok Modern Darussalam Gontor dalam mentransformasi lanskap pesantren di Indonesia hingga dikenal di kancah dunia. Gontor dinilai sukses menjadi pelopor pesantren modern sekaligus percontohan (role model) kemandirian lembaga pendidikan berbasis wakaf.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Amien Suyitno, dalam acara Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Amien mengungkapkan bahwa Indonesia dan masyarakat global telah lama mengenal Gontor dengan segala keunikan serta kekhasannya. Pada masa lalu, banyak pesantren tradisional yang cenderung enggan menggunakan istilah pesantren modern atau mengajarkan pelajaran umum. Namun, Gontor berani mendobrak tradisi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu Gontor adalah sekian pesantren yang memelopori itu. Keluar dari mainstream, sehingga Gontor hari ini adalah bentuk kontekstualisasi pondok yang beradaptasi dengan tantangan modern," ujar Amien.
Langkah berani tersebut kini menginspirasi ribuan pesantren di Tanah Air untuk beradaptasi. Menurut Amien, banyak lembaga pendidikan Islam yang kemudian mengikuti jejak Gontor hingga melahirkan model pesantren khalafi (modern).
Lebih lanjut, Amien memaparkan data terkini bahwa saat ini terdapat tidak kurang dari 42.000 pondok pesantren di bawah naungan Kementerian Agama dengan total santri mencapai 7 juta orang. Ia menekankan bahwa seluruh pondok pesantren di Indonesia berstatus lembaga swasta (private boarding school).
"Nggak ada satu pun yang negeri namanya pondok ya, semuanya swasta. Dan ternyata Gontor sebagai sebuah pondok yang memelopori modern itu sekarang sudah mandiri sangat luar biasa," tegasnya.
Kemandirian finansial Gontor yang ditopang oleh tata kelola Badan Wakaf dinilai menjadi inspirasi penting bagi puluhan ribu pesantren lainnya di Indonesia. Kemenag berharap model pengelolaan kemandirian berbasis wakaf ini dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain agar semakin berdaya saing di era modern.
(hnh/inf)
