Basnang Said Dilantik Jadi Dirjen Pesantren Kemenag

Basnang Said Dilantik Jadi Dirjen Pesantren Kemenag

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 15 Sep 2026 13:15 WIB
DIrjen Pesantren Kemenag, Basnang Said
Basnang Said dilantik sebagai Direktur Jenderal Pesantren pertama di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag). Pelantikan yang berlangsung di Operation Room Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, ini menandai babak baru penataan organisasi di lingkungan Kemenag.

Basnang Said mencatatkan sejarah sebagai Dirjen Pesantren pertama. Sebab, Ditjen Pesantren kini resmi menjadi satuan kerja baru setingkat Eselon I yang berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah naungan Ditjen Pendidikan Islam.

Pembentukan Ditjen Pesantren ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 yang terbit pada 27 Maret 2026. Regulasi tersebut diperkuat dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2026 yang terbit pada 4 Agustus 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penetapan Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2026 tertanggal 10 September 2026.

Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar meminta Basnang Said bergerak cepat membangun tata kelola Ditjen Pesantren serta memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan para pemangku kepentingan pesantren di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Menag menekankan pentingnya terobosan nyata dalam masa awal kepemimpinan Dirjen Pesantren yang baru dibentuk ini.

"Dalam tempo 100 hari pondok pesantren ini ada kejutan-kejutan positif yang Anda bisa lakukan, dan orang bisa merasakan, 'Oh ini bedanya dulu dan sekarang'," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/9/2026), dikutip dari laman Kemenag.

Menag Juga Lantik 4 Rektor PTKN

Selain melantik Dirjen Pesantren, dalam kesempatan yang sama Menag Nasaruddin Umar turut melantik empat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Berikut daftar pejabat yang dilantik:

  1. Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA. - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya masa jabatan 2026-2030.
  2. Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. - Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo (jabatan hingga 12 November 2029).
  3. Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag. - Rektor UIN Kendari.
  4. Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. - Rektor Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang.

Kepada para rektor baru, Menag memberikan sejumlah catatan khusus. Untuk UIN Sunan Ampel Surabaya, Menag menekankan integrasi dan pengembangan Fakultas Kedokteran beserta rumah sakit utamanya.

Sementara untuk UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari, Menag mendorong optimalisasi peluang pasca-alih status menjadi universitas. Adapun bagi IABN Sriwijaya Tangerang, Menag berpesan agar memperkuat jejaring serta membuka peluang program studi baru.



(hnh/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads