Dua Waktu Paling Mustajab Berdoa di Hari Jumat

Dua Waktu Paling Mustajab Berdoa di Hari Jumat

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Jumat, 11 Sep 2026 15:30 WIB
Ilustrasi jemaah sholat Jumat mendengarkan khutbah.
Foto: Gemini AI Ilustrasi jemaah sholat Jumat mendengarkan khutbah.
Jakarta -

Pada dasarnya, berdoa boleh dilakukan kapan saja karena sesungguhnya Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Melihat. Namun, Allah SWT memberikan waktu-waktu istimewa yang membuat doa seorang hamba mustajab, seperti pada hari Jumat.

Lantas, apa saja waktu-waktu yang paling mustajab untuk berdoa pada hari Jumat?

Waktu Mustajab Berdoa di Hari Jumat
Merangkum buku Aktivasi Mukjizat Hari Jumat karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa hari Jumat memiliki dua waktu agar doa seorang hamba mustajab, berikut uraiannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika Khotbah hingga Salat Jumat Selesai
Waktu istijabah yang pertama adalah waktu di antara ketika imam duduk di mimbar memulai khotbahnya hingga pelaksanaan salat Jumat usai. Hal ini didasarkan pada hadits berikut.


Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy'ari. Ia berkata, "Abdullah bin Umar bertanya padaku, 'Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah mengenai waktu mustajabnya doa di hari Jumat?" Abu Burdah menjawab, "Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul SAW bersabda, "Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khotbah hingga imam menunaikan shalat Jumat." (HR. Muslim dan Abu Daud).

ADVERTISEMENT


Setelah Waktu Asar

Selanjutnya, waktu mustajabnya doa di hari Jumat berlangsung di antara setelah waktu Asar hingga matahari terbenam. Hal ini bersumber dari hadits berikut.


Dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Di hari Jumat terdapat suatu waktu, di mana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar." (HR. Ahmad)


Keistimewaan Hari Jumat

Berikut adalah keistimewaan hari Jumat yang dihimpun dari buku Jum'ah Berkah Amalan-amalan Dahsyat di Hari Jum'ah untuk Kemakmuran dan Keberkahan oleh M. Wildan Auliya, Doa dan Zikir Mustajab karya Wira Kautsari Wijayanti, dan Misteri Hari Jum'at Mengungkapkan Spirit Peradaban Islam pada Hari Jumat oleh Mokhammad Samson Fajar.


Waktu Dikabulkannya Doa

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Jumat merupakan hari baik ketika doa seorang hamba lekas dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana didasarkan pada hadits berikut.


ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيْهِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدُ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلَّى يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا.

"Rasulullah SAW menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda, 'Pada hari itu terdapat suatu saat yang apabila tepat pada waktu itu seorang muslim berdiri shalat dan memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya. Beliau mengisyaratkan dengan tangan menunjukkan sedikitnya kesempatan itu." (HR. Bukhari)


Pahala Sedekah Dilipatgandakan
Barang siapa yang melakukan sedekah di hari Jumat, maka nilai pahalanya berlipat ganda.


Hal ini diriwayatkan oleh Imam Syafi'i dalam kitabnya yang berjudul Al-Umm, bahwa:


بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي ستاد و أُبْلَغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ


Artinya: "Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa, bahwa Rasulullah bersabda, 'Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya sholawat itu tersampaikan dan aku dengar. Nabi bersabda, 'Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan'."

Hari Paling Agung di Sisi Allah

Hari Jumat juga disebut sebagai pemimpin bagi hari-hari lainnya dan menjadi hari yang paling agung di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:


عَنْ أَبِي لُبَابَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُنْذِرِ ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ: إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدُ الأَيَّامِ ، وَأَعْظَمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ، وَهُوَ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ يَوْمِ الْأَضْحَى وَيَوْمِ الْفِطْرِ ، فِيهِ خَمْسُ خِلَالٍ: خَلَقَ اللَّهُ فِيهِ آدَمَ ، وَأَهْبَطَ اللَّهُ فِيهِ آدَمَ إِلَى الْأَرْضِ ، وَفِيهِ تَوَفَّى اللَّهُ آدَمَ ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ اللهَ فِيهَا الْعَبْدُ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ ، مَالَمْ يَسْأَلْ حَرَامًا ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ ، مَا مِنْ مَلَكَ مُقَرَّبٍ ، وَلَا سَمَاءِ ، وَلَا أَرْضِ ، وَلَا رِيَاحٍ ، وَلَا جِبَالٍ ، وَلَا بَحْرٍ ، إِلَّا هُنَّ يُشْفِقْنَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ.

Artinya: "Sesungguhnya hari Jum'at adalah pemimpin hari-hari, paling agung di sisi Allah, hari Jum'at lebih agung di sisi Allah swt dibandingkan hari raya ldul Adha, ldul Fitri, karena di dalamnya ada lima hal, Allah SWT ciptakan Adam AS, menurunkannya ke bumi, Allah SWT mewafatkan Adam AS, di dalamnya ada waktu yang apabila seorang hamba memohon sesuatu pasti Allah SWT mengabulkan, selama tidak meminta yang haram, di dalamnya juga akan datang hari Jumat. Tidaklah malaikat muqarrabinm, langit, bumi, angin, gunung, pepohonan kecuali selalu merindukan hari jum'at" (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)



(lus/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads