Benarkah Roh Orang Meninggal Sebelum 40 Hari Masih di Rumahnya?

Benarkah Roh Orang Meninggal Sebelum 40 Hari Masih di Rumahnya?

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Sabtu, 12 Sep 2026 06:00 WIB
Angel of death with soul in hands in the dark
Ilustrasi malaikat membawa roh manusia. Foto: Getty Images/iStockphoto/sqback
Jakarta -

Narasi mengenai roh orang meninggal sebelum 40 hari masih berada di sekeliling rumah sering kali dipercayai oleh umat Islam. Kepercayaan ini kerap disertai anggapan bahwa roh tersebut masih ingin berkumpul dengan keluarganya dan belum mau meninggalkan kediaman lamanya.

Lantas, benarkah roh orang meninggal sebelum 40 hari masih di rumahnya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roh Orang Meninggal Dicabut dari Jasadnya

Dijelaskan dalam buku Misteri Kehidupan Alam Barzakh oleh Ipnu Rinto Nugroho, kepercayaan roh masih berada di rumah hingga 40 hari awalnya bersumber dari hadits yang beredar di kalangan umat Islam, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang apabila meninggal, maka rohnya dibawa berputar-putar di sekeliling rumahnya selama satu bulan, dan di sekeliling makamnya selama satu tahun, kemudian roh itu dinaikkan ke suatu tempat di mana roh orang hidup bertemu dengan arwah orang mati."

Matan tersebut dicatat As-Sayuthi dan Ad-Dhailami. Namun, hadits tersebut dinilai palsu karena tidak memiliki sanad dan sumber-sumber hadits yang terpercaya.

ADVERTISEMENT

Roh orang meninggal dicabut dan dipisahkan dari jasadnya. Pernyataan ini berkaitan dengan anjuran menutup mata orang yang meninggal agar jasadnya tidak mengikuti perginya roh. Disebutkan dalam buku At-Tadzkirah Jilid 1 karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubi, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ.

Artinya: "Sesungguhnya apabila roh dicabut, maka diikuti oleh pandangan mata." (HR Muslim)

Perjalanan Roh Menurut Hadits

Merangkum kitab Ar-Ruh karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terjemahan Kathur Suhardi, perjalanan roh orang meninggal akan dibawa oleh dua malaikat melewati beberapa lapisan langit. Mereka akan dihadapkan kepada Allah SWT untuk diputuskan perkaranya: apakah golongan roh baik ataukah buruk.

Hal tersebut bersandar pada hadits berikut, "Sesungguhnya seorang mukmin (yang akan mati) akan didatangi para malaikat. Jika dia adalah seorang yang saleh maka para malaikat berkata, 'Keluarlah wahai jiwa yang baik, yang pernah tinggal di jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji, dan bergembiralah dengan kabar ketenangan dan kenikmatan, dan Rabb yang tidak murka.' Perkataan itu terus diucapkan kepada roh hingga keluar. Lalu, roh itu dibawa naik, hingga berhenti di langit, lalu diminta baginya untuk dibukakan (pintu langit) dan dikatakan padanya, 'Siapakah ini?' Maka dijawab, 'Fulan bin Fulan. Maka malaikat berkata, 'Selamat datang, wahai jiwa yang baik yang pernah tinggal di jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji, dan bergembiralah dengan kabar ketenangan dan kenikmatan, dan Rabb yang tidak murka. Maka, perkataan itu terus diucapkan hingga berakhir di langit yang di sana ada Allah Azza wa Jalla. Jika dia orang yang buruk, maka para malaikat berkata, 'Keluarlah wahai jiwa yang buruk, yang pernah tinggal di jasad yang buruk, keluarlah dengan terhina, dan bergembiralah dengan kabar (siksa) air yang mendidih dan (minuman) nanah, dan (azab) lain yang bentuknya bermacam-macam.' Perkataan itu terus diucapkan hingga roh keluar. Lalu, roh itu (dibawa naik) hingga berhenti di langit. Kemudian dikatakan, 'Siapa ini?' Maka dijawab, 'Fulan bin Fulan. Maka dikatakan kepadanya, 'Tidak ada ucapan selamat datang bagi jiwa yang buruk, yang pernah tinggal di jasad yang buruk. Kembalilah dengan terhina.' Maka, sesungguhnya ia (ruh orang yang buruk) tidak dibukakan pintu-pintu langit. Maka, rohnya dikirimkan ke bumi dan kembali ke kubur."

Segolongan ulama salaf dan khalaf berpendapat roh orang mukmin akan berada di Illiyin di langit ketujuh dan roh orang kafir di Sijjin di bumi ketujuh. Namun, kata Ibnu Qayyim, hal itu tidak menunjukkan keberadaan roh di sana tetapi hanya sekadar naik hingga tiba di sana untuk dihadapkan kepada Rabb-nya dan diputuskan perkaranya apakah dia termasuk golongan Illiyin ataukah Sijjin. Setelah itu, roh akan kembali ke kubur untuk mendapat pertanyaan malaikat lalu kembali ke tempat yang disediakan.

Mengenai Sijjin dan Illiyyin Tempat Roh Orang Meninggal

Setelah orang meninggal dan rohnya terlepas dari jasadnya, roh tersebut akan menuju tempat sesuai dengan amal perbuatannya. Allah SWT berfirman,

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ

Artinya: "Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn. " (QS Al-Muthaffifin: 7)

Kemudian dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman,

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ

Artinya: "Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyīn. " (QS Al-Muthaffifin: 18)

Mengenai Sijjin dan Illiyyin, seorang sahabat rasul, Abdullah bin Abbas pernah bertanya kepada Ka'b RA. Kemudian Ka'b menjawab bahwa Illiyyin merupakan suatu tempat di langit ke tujuh, tempat dikumpulkannya roh orang-orang saleh. Sementara itu, Sijjin merupakan sebuah tempat di bumi ke tujuh, bumi paling bawah tempat dikumpulkannya roh orang-orang kafir.

Ada banyak pendapat terkait keberadaan roh setelah meninggal hingga tiba hari kiamat. Namun, manusia hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang perkara ini. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit." (QS Al-Isra: 85)

Wallahu a'lam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads