Niat Puasa Nabi Daud, Kapan Sebaiknya Diamalkan?

Niat Puasa Nabi Daud, Kapan Sebaiknya Diamalkan?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 09 Sep 2026 20:45 WIB
Tangan menengadah, ilustrasi berdoa.
Ilustrasi membaca niat. Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash
Jakarta -

Puasa Daud adalah amalan sunnah yang dilakukan Nabi Daud AS semasa hidupnya. Rasulullah SAW pernah mengatakan puasa tersebut adalah sebaik-baiknya puasa sunnah.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW:

"Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Nabi Daud AS dan ini adalah puasa yang paling afdal. Lalu aku (Abdullah bin Amru radhiallahu 'anhu) berkata, sesungguhnya aku mampu untuk tidak puasa lebih dari itu, maka Nabi SAW berkata, "Tidak ada puasa yang lebih afdal dari itu." (HR Bukhari)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diterangkan dalam buku Usir Gelisah dengan Ibadah susunan Ustaz Syauqi Abdillah Zein, puasa Daud disebut berat karena dilakukan secara berkelanjutan atau terus-menerus. Cara pengerjaannya yaitu puasa selang-seling, satu hari puasa, satu hari tidak, kemudian puasa lagi.

Turut dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Puasa Daud oleh Rifai Rifan, penamaan puasa Daud berasal dari nama Nabi Daud AS. Sebab, beliau mengerjakan puasa ini untuk menyempurnakan ketakwaannya kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Niat Puasa Nabi Daud: Arab, Latin dan Arti

Berikut bacaan niat puasa Nabi Daud AS yang dinukil dari buku Kedahsyatan Puasa karya M Syukron Maksum.

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala."

Kapan Sebaiknya Niat Puasa Daud Dibaca?

Puasa Daud termasuk puasa sunnah. Menurut kitab Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah tulisan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi terjemahan Arif Munandar, niat puasa sunnah dapat dibaca sejak terbenamnya matahari hingga fajar menyingsing.

Dengan begitu, niat puasa Daud dapat dibaca pada pagi atau siang hari sepanjang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum. Dalam buku Maqaashidul Mukallafin: An Niyyat fil Ibadaat karya Umar Sulaiman Al-Asyqar terjemahan Faisal Saleh, puasa sunnah tetap sah jika niat dibaca siang hari dan ini jadi pendapat jumhur ulama, termasuk Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah bin Yaman, Ibnu Abbas, Abu Hanifah, Ahmad dan Syafi'i.

Kebolehan membaca niat puasa sunnah di pagi atau siang hari selama mereka belum makan, minum atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Meski demikian, niat puasa lebih ideal dibaca sebelum fajar atau lebih awal saat malam hari agar tidak tergesa-gesa.

Keutamaan Mengamalkan Puasa Daud

Disebutkan dalam buku Hebatnya Puasa Daud karya Hendra Zainuddin, berikut beberapa keutamaan mengamalkan puasa Daud.

  1. Terhindar dari maksiat
  2. Memperbaiki akhlak
  3. Menerima pemberian Allah dengan lapang dada, baik atau buruk
  4. Bisa menahan emosi dengan baik
  5. Jiwa terasa tenteram dan dekat dengan Allah SWT
  6. Mendatangkan rezeki
  7. Jadi hamba yang bersyukur
  8. Menjaga keharmonisan rumah tangga serta hubungan dengan orang lain

Wallahu a'lam.



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads