×
Ad

3 Ancaman bagi Orang yang Sengaja Tidak Membayar Utang

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Jumat, 04 Sep 2026 15:30 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dalam syariat Islam, utang piutang merupakan akad tolong-menolong untuk membantu saudara seiman yang sedang berada dalam kesulitan ekonomi. Mengingat utang berkaitan erat dengan hak sesama manusia, Islam menetapkan aturan yang sangat tegas mengenai kewajiban pelunasannya.

Seseorang yang sengaja berniat tidak melunasi utangnya padahal ia memiliki kemampuan tergolong melakukan perbuatan zhalim. Islam memberikan peringatan keras dan ancaman serius bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.

Lantas, apa saja 3 ancaman bagi orang yang sengaja tidak membayar utang? Bagaimana solusi syar'inya jika orang tersebut tidak membayar karena tidak mampu?

Dalil dalam Al-Qur'an dan Hadits tentang Utang-Piutang

Al-Qur'an memberikan perhatian yang sangat besar terhadap urusan utang-piutang. Bahkan ayat terpanjang dalam Al-Qur'an khusus membahas tata catat dan etika utang, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 282:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ وَلْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْۚ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًٔاۗ

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya. Hendaklah seorang pencatat di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah pencatat menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajar-kan kepadanya. Hendaklah dia mencatat(-nya) dan orang yang berutang itu mendiktekan(-nya). Hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia menguranginya sedikit pun..."

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Pinjaman harus dikembalikan kepada pemiliknya, utang harus dibayar, pemberian (yang berupa tanah untuk ditanami atau domba untuk diambil susunya) harus dikembalikan, dan orang yang menjamin harus membayar jaminannya." (Hadits ini hasan gharib)

3 Ancaman bagi Orang yang Sengaja Tidak Membayar Utang

1. Allah SWT Berikan Kesulitan


Merujuk kitab Syarah Bulughul Maram karya Abdullah bin Abdurrahman Al Bassam, orang yang meminjam harta orang lain namun dari awal sudah berniat menghilangkannya (tidak mengembalikan). Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang mengambil (meminjam) harta manusia dengan keinginan untuk mengembalikannya, maa Allah akan (memberi kemudahan baginya) untuk membayarnya. Dan barang siapa yang mengambilnya (meminjam) dengan keinginan untuk menghilangkannya, maka Allah akan menghilangkannya." (HR. Bukhari)

2. Tidak Akan Masuk Surga meskipun dalam Keadaan Syahid

Dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, gugur di jalan Allah SWT dijanjikan akan mendapat surga. Namun, saat seseorang masih memiliki utang, tidak akan Allah SWT masukkan ke dalam surga sampai lunas utangnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Dalam masalah utang. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada digenggamnya,sekiranya seseorang terbunuh di jalan Allah, lalu hidup lagi, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah, kemudian hidup lagi, lalu terbunuh di jalan Allah, niscaya dia tidak akan masuk surga sampai utangnya dibayar." (HR. Nasa'i)

3. Jiwanya Terkukung Sampai Utangnya Lunas

Merujuk penjelasan Imam Syafi'i dalam kitab Al Umm, kewajiban utama seorang mayit yang masih memiliki utang adalah mengambil sisa hartanya untuk melunasi. Rasulullah SAW bersabda, "Jiwa orang Mukmin itu tergantung pada hutangnya hingga hutangnya itu dilunasi.

Solusi Syar'i Jika Belum Mampu Melunasi Utang


Masih dari sumber yang sama, apabila seseorang benar-benar berada dalam kondisi sulit dan belum mampu melunasi utang, ia tidak boleh menghilang atau menghindar. Adab syar'i yang wajib dilakukan adalah:

  • Mendatangi pemberi pinjaman secara jujur dan menyampaikan kondisi keuangan yang sebenarnya.
  • Memohon keringanan berupa penundaan waktu bayar (inzhār) atau pembayaran secara bertahap.
  • Memperbanyak doa dan meluruskan niat dalam hati agar Allah memberikan jalan dan kelapangan rezeki untuk melunasinya.



Simak Video "Video: Sultan HB X Soroti Fenomena 'Makan Utang' dan Pinjol"

(lus/lus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork