Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memiliki cara tersendiri untuk menumbuhkan budaya beribadah di lingkungan kampus. Melalui gerakan ITS Cinta Subuh (ICS), mahasiswa hingga masyarakat sekitar diajak membiasakan diri melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Masjid Manarul Ilmi.
Soal mabanya yang melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid, banyak netizen melemparkan guyonan arti ITS sebagai Institut Tangi Subuh.
"Sarung, hoodie, sandal jepit, sepeda berjajar di parkiran sejak sebelum azan.
Di saf depan, bapak-bapak yang sudah jamaah kulinan. Di belakangnya, arek-arek enom yang baru jadi mahasiswa sebulan. Satu imam, satu gerakan, tulis Hadziq dalam Utasnya di Thread.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahannya di Threads tersebut, dosen ITS ini juga menjelaskan bahwa, "Di OSPEK ITS, hadir subuh di masjid jadi bagian penugasan. Harapannya bisa jadi kebiasaan. Semoga yang seperti ini bertahan sampai semester 8."
Berawal dari Gerakan Sholat Subuh Berjamaah
Cikal bakal gerakan ini bermula dari Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah yang diluncurkan ITS pada 2015. Grand launching kegiatan tersebut digelar di Masjid Manarul Ilmi pada Sabtu, 29 Agustus 2015.
Saat itu, Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana MSc menekankan pentingnya mahasiswa memiliki tujuan yang lebih besar selama menempuh pendidikan di kampus.
Menurutnya, mahasiswa yang masuk ITS tidak semestinya hanya berniat mendapatkan gelar atau pekerjaan. Masa kuliah juga perlu diarahkan sebagai bagian dari ibadah untuk mencari ridha Allah SWT.
Prof. Joni mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak hanya memiliki dimensi duniawi, tetapi juga akhirat. Karena itu, masa studi di ITS diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengabdian kepada Allah SWT.
Jadi Kegiatan Rutin hingga Sekarang
Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi program ITS Cinta Subuh yang dijalankan oleh lembaga dakwah kampus Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS.
Kegiatan ini rutin digelar setiap Sabtu di Masjid Manarul Ilmi. Sasaran utamanya adalah civitas academica ITS yang beragama Islam serta masyarakat sekitar kampus.
Ketua Badan Syiar JMMI ITS, Azrul Kiromil, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mengajak umat Islam membiasakan sholat berjamaah di masjid.
"Selain membiasakan salat berjamaah di Masjid Manarul Ilmi, kebangkitan umat Islam sendiri berawal dari salat Subuh, ini menjadi latar belakang kami untuk terus menyelenggarakan ITS Cinta Subuh," ujar Azrul.
Kegiatan ITS Cinta Subuh pada awalnya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru dalam Gerigi 2015. Karena dinilai memberikan banyak manfaat, kegiatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi agenda rutin JMMI ITS.
Untuk mendukung keberlangsungan program, JMMI ITS juga membuka rekrutmen sukarelawan secara terbuka. Para relawan membantu mempersiapkan kegiatan sehingga ITS Cinta Subuh dapat terus berjalan secara rutin.
Sesuai namanya, kegiatan ITS Cinta Subuh dimulai dengan sholat Subuh berjamaah di Masjid Manarul Ilmi.
Setelah sholat, jamaah mengikuti zikir dan kajian keislaman yang telah dijadwalkan oleh JMMI ITS. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan sarapan bersama. JMMI ITS menyediakan makanan dan minuman bagi jamaah yang hadir.
Konsep tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang untuk membangun interaksi dan kebersamaan. Mahasiswa dapat bertemu dengan sesama mahasiswa, tenaga pendidik, maupun masyarakat sekitar dalam suasana yang lebih akrab.
(dvs/lus)
