Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Beserta Bacaan Zikir Setelahnya

Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Beserta Bacaan Zikir Setelahnya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 31 Mar 2026 05:00 WIB
Seorang pria muslim sujud di atas sajadah. Ilustrasi sholat Tahajud.
Ilustrasi sholat (Foto: Michael Burrows/Pexels)
Jakarta -

Niat sholat Subuh termasuk rukun yang tak boleh ditinggalkan. Tak hanya ketika sholat, melainkan juga ketika muslim akan melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.

Dalam Islam, perintah sholat Subuh disebutkan dalam surah Al Isra ayat 78. Allah SWT berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Menurut kitab Maqaashidul Mukallafin: An Niyyat fil Ibadaat oleh Umar Sulaiman Al Asyqar terjemahan Faisal Saleh, niat menjadi hal penting dalam ibadah. Rasulullah SAW dalam haditsnya bersabda,

ADVERTISEMENT

"Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Niat Sholat Subuh Sendiri

Berikut niat sholat Subuh sendiri yang dikutip dari buku Tata Cara Shalat karya Ajen Dianawati.

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardhos shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."

Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Imam

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى.

Usholli fardhos Subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta'ala."

Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Makmum

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

Usholli fardhos Subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah ta'ala."

Lebih Utama Sholat Subuh Sendiri atau Berjamaah?

Sholat Subuh lebih utama dikerjakan secara berjamaah. Menurut buku Amalan-amalan Ringan oleh Abdul Aziz Sa'du, keutamaan sholat Subuh berjamaah dinilai luar biasa.

Hal tersebut sesuai dengan hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA.

"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sholat berjamaah lebih utama dibanding sholatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan, para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada sholat fajar (Subuh)'." Kemudian Abu Hurairah RA menambahkan, "Jika mau, silahkan baca, 'Sesungguhnya bacaan (sholat) fajar disaksikan (oleh para malaikat)'." (HR Bukhari dan Muslim)

Zikir Setelah Sholat Subuh: Arab, Latin dan Arti

Terdapat zikir setelah sholat Subuh yang bisa diamalkan muslim. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Panduan Salat Doa & Zikir tulisan Abdurrahman Adiib.

1. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullâhal 'azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûm wa atûbu ilaih. (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."

Kemudian lanjutkan dengan bacaan berikut:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Lâ ilâha illallah, wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku, lahul hamdu, yuhyî wa yumîtu, wa huwa 'alâ kulli syay`in qadîr.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

2. Memohon Perlindungan dari Siksa Api Neraka

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma ajirni minan-naar

Artinya: "Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka."

3. Memuji Allah

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

Allahumma antassalam, waminkassalam, wa ilayka ya'uudussalam fakhayyina rabbanaa bissalaam wa-adkhilnaljannata darassalaam tabarakta rabbanaa wata'alayta yaa dzaljalaali wal ikraam

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu lah datangnya keselamatan, dan kepada-Mu kembali lagi segala keselamatan. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan kesejahteraan. Masukkanlah kami ke dalam surga kampung keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, yang Maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

4. Membaca Surah Al Fatihah

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

5. Membaca Ayat Kursi

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim.

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung."

6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

Membaca kalimat tasbih 33 kali,

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

Artinya: "Maha Suci Allah."

Lanjutkan dengan kalimat tahmid 33 kali,

الْحَمْدُلِلهِ

Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi bagi Allah."

Kemudian baca kalimat takbir 33 kali,

اللهُ اَكْبَرُ

Allahu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

Setelahnya amalkan kalimat tahlil 33 kali,

لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Lailaha illallah

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."

7. Membaca Surah Al Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallahu ahad. Allahu samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad. (3x)

Artinya: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."

8. Membaca Surah Al Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'uudzu birab-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil 'uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad. (3x)

Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."

9. Membaca Surah An Naas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a'uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas. (3x)

Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia."



(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads