Salat merupakan ibadah wajib yang memiliki urutan gerakan dan bacaan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Salah satu gerakannya adalah duduk di antara dua sujud. Pada posisi ini, terdapat doa yang dianjurkan dengan tata cara duduk yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.
Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk menegakkan salat sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 43,
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka'ū ma'ar-rāki'īn(a).
Artinya: Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
Lalu, bagaimana bacaan dan tata cara duduk di antara dua sujud sesuai sunnah?
Hukum Duduk di Antara Dua Sujud
Dalam buku Seri Fiqih Kehidupan karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa jumhur ulama berpendapat duduk di antara dua sujud merupakan salah satu rukun salat. Artinya, gerakan ini harus dilakukan agar salat menjadi sah. Sementara itu, mazhab Hanafiyah memandangnya sebagai kewajiban dalam salat.
Tata Cara Duduk di Antara Dua Sujud Sesuai Sunnah
Posisi duduk yang dianjurkan adalah duduk iftirasy. Caranya sebagai berikut:
- Kaki kiri dilipat ke belakang lalu diduduki.
- Kaki kanan dilipat, tetapi tidak diduduki.
- Jari-jari kaki kanan ditekuk menghadap ke arah kiblat.
- Kedua tangan diletakkan di atas paha dekat lutut.
- Jari-jari tangan dijulurkan secara rileks.
Tata cara duduk ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:
"Kemudian beliau duduk dengan mengiftirasykan kaki kirinya dan meletakkan tapak tangan kanannya di atas paha dan lutut kirinya. Dan menjadikan siku kanan di atas paha kanan." (HR. Ahmad, An-Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi)
Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud
Menurut mazhab Syafi'iyah, Hanabilah, dan Malikiyah, doa yang dibaca ketika duduk di antara dua sujud adalah:
رَبِّ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي
Latin: Rabbighfir lī warḥamnī wajburnī warfa'nī warzuqnī wahdinī wa 'āfinī.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, berilah aku kekuatan, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, dan sehatkanlah aku."
Doa tersebut memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan Huzaifah RA. Ia berkata:
"Aku salat bersama Rasulullah SAW. Beliau mengucapkan di antara dua sujud: Rabbighfir lī." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
(inf/erd)

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam