Ilusi Jabatan

Kolom Hikmah

Ilusi Jabatan

Aunur rofiq, Penulis Kolom - detikHikmah
Jumat, 18 Sep 2026 08:00 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, jabatan adalah sebuah amanah yang berat, bukan hak atau sumber kemuliaan duniawi. Menganggap jabatan sebagai sesuatu yang harus dikejar, dibanggakan, atau dijadikan tujuan hidup dianggap sebagai ilusi yang berbahaya.

I. Jebakan jabatan dan kehormatan. Jabatan memang dipandang sebagai sebuah amanah (tanggung jawab besar) yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, bukan sekadar hak, kehormatan, atau alat untuk mencari kekayaan duniawi. Menjadikan jabatan sebagai ambisi pribadi yang dikejar dengan segala cara sangat dilarang dalam ajaran Islam.

Berikut ini adalah prinsip-prinsip utama mengenai jabatan dalam Islam :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

A.Amanah yang Berat. Setiap pemimpin adalah pelayan bagi umatnya (sayyidul qaumi khadimuhum). Tanggung jawab ini sangat berat, dan Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang memimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya di hari kiamat.

B.Bukan untuk Diminta. Berdasarkan sabda Nabi SAW kepada Abdurrahman bin Samurah, seseorang tidak boleh meminta atau berambisi untuk mendapatkan jabatan. Jika jabatan diberikan karena amanah dan kapasitas seseorang, maka ia wajib menjalankannya dan akan ditolong oleh Allah SWT. Namun, jika jabatan itu diminta atau diperoleh karena ambisi pribadi, maka ia akan diserahkan kepada diri sendiri (tanpa pertolongan Allah SWT).

ADVERTISEMENT

C. Ujian Keimanan. Kekuasaan dan kedudukan adalah ujian. Jika seseorang mampu berlaku adil dan menegakkan kebenaran, balasannya adalah surga. Namun, jika ia zalim, menyalahgunakan wewenang, atau sombong, jabatan tersebut akan menjadi sumber kehinaan dan penyesalan.

D.Bukan Tolok Ukur Kemuliaan. Kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh pangkat atau kedudukannya di dunia, melainkan oleh ketakwaannya (Surah Al-Hujurat ayat 13).

II. Sadar kelemahan diri. Ibn 'Athaillah : Kehormatan/ jabatan yang membuatmu sadar akan kelemahan diri lebih baik daripada jabatan yang membuatmu bangga pada diri sendiri. Intinya dalam bab ini adalah tahu diri. Maka sering-seringlah makan tahu kediri, agar engkau menjadi orang yang tahu diri.

III. Kehormatan sebagai ujian. Kehormatan (harga diri, kemuliaan, dan kedudukan) adalah ujian besar dalam Islam. Setiap nikmat kehormatan menuntut rasa syukur dan tanggung jawab moral. Jika diuji dengan kehormatan yang tinggi, ujiannya adalah menjaga kerendahan hati. Jika diuji dengan kehilangan kehormatan (fitnah/cibiran), ujiannya adalah kesabaran dan istiqomah.

Berikut ini adalah penjelasan konsep dan dalilnya dalam Islam :
1. Kehormatan adalah Amanah yang Diuji. Dalam Islam, manusia pada dasarnya telah dimuliakan oleh Allah. Namun, kemuliaan itu adalah ujian untuk melihat apakah seseorang tetap taat atau menjadi sombong.
Dalil: Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk ayat 2, yang terjemahannya," Dia) Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."
Makna: Segala bentuk kedudukan, pangkat, atau nama baik di dunia adalah sarana ujian untuk melihat kualitas amal dan ketakwaan manusia.

2. Ujian Melalui Kehilangan Kehormatan (Fitnah). Terkadang Allah SWT. menguji seorang Muslim dengan ujian berupa rusaknya kehormatan, dicela, atau difitnah oleh orang lain. Ini adalah ujian kesabaran dan pembersih dosa.
Dalil: Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 155, yang terjemahannya," Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

Makna: Difitnah atau dijatuhkan harga dirinya termasuk ujian hilangnya rasa aman secara sosial. Sabar menghadapi hal ini akan mendatangkan rahmat dan petunjuk Allah.

3. Menjaga Kehormatan (Iffah) adalah Ibadah. Menjaga diri agar tidak jatuh dalam kehinaan dan perbuatan maksiat adalah sebuah perjuangan (jihad) dan ujian melawan hawa nafsu.
Dalil: Rasulullah SAW bersabda," Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaga kehormatannya..." (HR. Bukhari).

4. Menghormati Kehormatan Orang Lain. Menjaga lisan agar tidak merusak kehormatan (nama baik) orang lain adalah ujian dan tolok ukur keimanan seseorang.
Dalil: Rasulullah SAW bersabda dalam khutbah Haji Wada',"Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram (mulia) atas kamu sekalian, sebagaimana haramnya harimu ini di bulanmu yang ini dan di negerimu yang ini." (HR. Bukhari dan Muslim).

IV. Jabatan yang berkah. Jabatan bukanlah sekadar kehormatan atau fasilitas, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Jabatan menjadi berkah jika dijalankan dengan adil, jujur, dan diniatkan sebagai ibadah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Karakteristik Jabatan yang Berkah.
Agar kedudukan atau jabatan mendatangkan berkah (mendatangkan kebaikan dan rahmat Allah), seorang pemegang amanah harus menerapkan empat sifat dasar kepemimpinan Islam :
Siddiq (Benar/Jujur). Menjalankan tugas dengan transparansi dan tanpa rekayasa.
Amanah (Dapat Dipercaya). Menjaga kepercayaan rakyat atau instansi dengan penuh tanggung jawab dan tanpa khianat.
Tabligh (Penyampai Kebenaran). Komunikatif, terbuka terhadap masukan, dan senantiasa menegakkan kebenaran.
Fathanah (Cerdas/Kompeten). Menguasai ilmu dan keahlian yang relevan dengan tugas jabatannya sehingga membawa perbaikan.

Ketahuilah terjadi pencopotan jabatan seorang kepala badan, dan ironisnya besoknya sudah menjadi tersangka. Oleh karena itu, jabatan itu sementara dan dipergilirkan, jadi tiada yang permanen. Jadi janganlah jabatan itu untuk mengumpulkan harta, ingatlah jabatanmu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhanmu.

Aunur Rofiq

Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).



(erd/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads