Surat Ali Imran ayat 26 adalah bacaan yang membahas tentang kekuasaan mutlak Allah SWT terkait kerajaan, kehormatan serta rezeki manusia. Surat ini bahkan dijadikan landasan akidah mengenai keyakinan terhadap takdir Allah SWT.
Sebagai informasi, surat Ali Imran merupakan surat ketiga dalam Al-Qur'an. Jumlah ayatnya mencapai 200 ayat dan diturunkan di Kota Madinah sehingga disebut surat Madaniyyah.
Selain itu, dikutip dari buku Zikir & Amalan Nabi Sehari-hari karya Ghadeer Foundation dalam kitab Shadaf Mashun karya Mirdamad, bacaan qulillahumma malikal mulki dalam surat Ali Imran ayat 26 dapat dijadikan sebagai doa untuk mewujudkan keinginan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ
Qulillāhumma mālika al-mulki
Artinya: "Katakanlah: Ya Allah, Pemilik seluruh kerajaan (kekuasaan)."
Dianjurkan membaca doa ini 40 kali tiap hari selama 40 hari. Setiap kali membacanya, lanjutkan dengan menyebut "Ya Allah" sebanyak 3 kali. Insyaallah hajat akan terkabul.
Berikut bacaan lengkap surat Ali Imran ayat 26 disertai tafsirnya.
Surat Ali Imran Ayat 26: Arab, Latin dan Arti
قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr
Artinya: "Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Tafsir Surat Ali Imran Ayat 26
Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI), makna dari Allah memberi dan mencabut kekuasaan pada tafsir surat Ali Imran ayat 26 yaitu hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan tertinggi. Dialah Maha Bijaksana yang mampu menyusun, mengatur serta menyelesaikan segala perkara.
Allah SWT memberikan urusan pemerintahan kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Sang Khalik juga memberi kekuasaan kepada orang-orang yang Dia kehendaki serta menghinakan orang yang dikehendaki-Nya.
Pada surat Ali Imran ayat 26, orang yang diberi kekuasaan oleh Allah SWT adalah mereka yang tutur katanya didengar, memiliki banyak penolong dan mempengaruhi jiwa manusia dengan wibawa serta ilmunya. Mereka juga memiliki rezeki yang luas serta berbuat baik pada manusia.
Sementara itu, orang yang mendapat hinaan adalah mereka yang akhlaknya rendah. Begitu juga dengan semangat membela kehormatan yang lemah, tidak bisa mengusir musuh yang menyerang serta enggan menyatukan pengikutnya.
"Ada kalanya Allah memberikan kekuasaan itu bersamaan dengan pangkat kenabian seperti keluarga Ibrahim, dan ada kalanya hanya memberikan kekuasaan memerintah saja menurut hukum kemasyarakatan yaitu dengan mengatur kabilah-kabilah dan bangsa-bangsa," tulis Tafsir Kemenag RI pada surat Ali Imran ayat 26.
Buya Hamka melalui Tafsir Al-Azhar juga menafsirkan surat Ali Imran ayat 26. Menurutnya, dalam surat tersebut dijelaskan tentang orang-orang dari kalangan bani Israil atau Yahudi. Mereka merasa iri terhadap cahaya nubuwwat yang dibawa Rasulullah SAW karena ratusan tahun lamanya, nubuwwat dan risalah hanya ada pada bani Israil.
Rasulullah SAW datang membawa Islam. Dari situlah secara perlahan terbentuk kekuasaan di Madinah.
Kekuasaan itu tidak disenangi para musuh. Ini dikarenakan bani Israil merasa nabi hanya datang dari kalangan mereka sehingga tidak ada yang lain. Oleh sebab itu, Allah SWT mencabut nikmat kekuasaan tersebut dari bani Israil.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam