Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 bisa dimulai besok hingga Kamis. Umat Islam bisa membaca niat puasa Ayyamul Bidh sejak malam ini.
Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan tiga hari setiap bulan Hijriah. Ini adalah wasiat langsung Rasulullah SAW yang disampaikan kepada para sahabat dan berlaku untuk semua umat Islam.
Abu Hurairah RA berkata:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: "Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan salat witir sebelum tidur." (Muttafaq 'Alaih)
Menurut riwayat at-Tirmidzi, puasa tiga hari setiap bulan bisa dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15.
Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 bertepatan dengan Safar 1448 Hijriah. Mengacu Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, puasa Ayyamul Bidh bulan ini jatuh pada Selasa-Kamis, 28-30 Juli 2026.
- 13 Safar 1448 H: Selasa, 28 Juli 2026
- 14 Safar 1448 H: Rabu, 29 Juli 2026
- 15 Safar 1448 H: Kamis, 30 Juli 2026
Sementara itu, bagi umat Islam yang berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, puasa Ayyamul Bidh sudah dimulai sejak hari ini, Senin (27/7) dan berakhir pada Rabu, 29 Juli 2026.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ayyamil bidh lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta'ala."
Kapan Membaca Niat Puasa Ayyamul Bidh?
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan setiap malam pada masing-masing hari pelaksanaan: malam 13, malam 14, dan malam 15. Para ulama mengatakan batas niat puasa sunnah lebih longgar, tidak seperti puasa wajib.
Dijelaskan dalam buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, niat puasa sunnah sah dilakukan setelah fajar dan matahari telah meninggi asal belum makan atau minum apa pun. Hal ini berbeda dengan puasa wajib yang dilakukan maksimal sebelum fajar.
Setelah berniat puasa, wajib baginya menahan diri dari segala hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Setelah masuk waktu magrib, umat Islam bisa berdoa lalu berbuka puasa.
Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh
Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar memaparkan sejumlah riwayat yang berisi bacaan doa buka puasa Rasulullah SAW. Doa ini bisa dibaca termasuk dalam puasa Ayyamul Bidh. Berikut bacaan doa buka puasa dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.
ذَهَبَ الظُّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Arab latin: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru in syaa al-laahu ta'aalaa
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki." (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i)
Bisa juga membaca doa buka puasa seperti dalam riwayat Sunan Abu Dawud dari Muadz bin Zuhrah berikut ini:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Arab latin: Allahumma laka shumtu wa 'alaa rezekika afthartu
Artinya: "Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka."
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menyebut berpuasa tiga hari setiap bulan pahalanya seperti puasa sepanjang tahun. Beliau bersabda:
صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: "Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun." (Muttafaq 'Alaih dari Abdullah bin Amr ibnul 'Ash RA)
(kri/inf)
