Amalan Ini Bisa Angkat Derajat Bahkan Lebih Baik dari Jihad atau Infak Emas

Amalan Ini Bisa Angkat Derajat Bahkan Lebih Baik dari Jihad atau Infak Emas

Kristina - detikHikmah
Senin, 27 Jul 2026 19:15 WIB
Muslim man praying with prayer beads beads in hand for copy space
Ilustrasi seorang muslim sedang berzikir kepada Allah SWT. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anut21ng
Jakarta -

Di antara banyaknya amal saleh yang bisa dilakukan umat Islam, ada satu amalan yang terdengar ringan tapi pahalanya tak main-main. Amalan ini bahkan lebih baik daripada menginfakkan emas dan jihad.

Amalan yang dimaksud adalah zikir kepada Allah SWT. Keterangan ini mengacu pada hadits shahih dalam Sunan at-Tirmidzi juga Sunan Ibnu Majah.

۳۳۷۷ - (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ ، عَنْ زِيَادٍ مَوْلَى ابْنِ عَيَّاشٍ، عَنْ أَبِي بَحْرِيَّةَ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: ((أَلَا أُنبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟)) قَالُوا: بَلَى قَالَ: (( ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى)) قَالَ : مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ الله مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ. وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ مِثْلَ هَذَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ، وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ . [((إِبْنُ مَاجَهِ)) .[(۲۷۹۰)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3377. (Shahih) Dari al-Husain bin Huraits, dari al-Fadhl bin Musa, dari Abdullah bin Sa'id Ibnu Abu Hind, dari Ziyad Maula Ibnu Ayyasy, dari Abu Bahriyah, dari Abu Darda RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, "Maukah kalian saya beri tahu tentang perbuatan kalian yang paling baik, paling suci di sisi pemilik kalian (Allah), paling mampu mengangkat derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada berinfak emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertempur dengan musuh lalu kalian penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Para sahabat menjawab, "Mau, wahai Rasulullah." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Yaitu zikir kepada Allah Yang Mahatinggi." Mu'adz bin Jabal RA berkata, "Tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur melebihi zikir kepada Allah." Sebagian ulama hadits meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin Sa'id melalui sanad ini dengan redaksi yang serupa. Sementara itu, sebagian ulama hadits lainnya meriwayatkan dari Abdullah bin Sa'id secara mursal. (Sunan Ibnu Majah No 2790)

ADVERTISEMENT

Orang yang suka berzikir mendapat tempat tinggi di sisi Allah SWT. Allah SWT akan membanggakan mereka kepada para malaikat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَا مِنْ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَقَّتْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: "Tiada suatu kaum yang berzikir kepada Allah, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat Allah tercurah kepada mereka, ketenangan turun kepada mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan para malaikat yang ada di sisi-Nya." (Sunan Ibnu Majah; Shahih Muslim)

Bacaan Zikir Paling Utama Menurut Hadits

Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai bacaan zikir. Beliau mengatakan kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" adalah zikir paling utama.

Diriwayatkan dari Jabir RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

Artinya: "Sesungguhnya zikir yang paling utama adalah Lā ilāha illallāh (tiada Tuhan selain Allah), dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)." (HR At-Tirmidzi dan dia menyatakan hasan gharib)

Dijelaskan dalam buku Rahasia Dahsyat di Balik Kata Syukur, hakikat utama dan puncak syukur terbesar seorang hamba adalah ketika dia mengamalkan zikir tauhid Lā ilāha illallāh dan tak hanya lewat lisan, tetapi juga harus diamalkan secara hati dan perbuatan. Caranya dengan beribadah kepada Allah SWT semata dengan ikhlas dan murni.

"Jadi tak termasuk seseorang itu disebut bersyukur jika dia telah melakukan syirik, walau mulutnya berzikir lisan 'Alhamdulillah' 1000 x setiap hari," jelas buku tersebut.

Zikir Paling Utama Menurut Imam al-Ghazali

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Al-Arba'in Fi Ushuluddin mengatakan zikir paling utama adalah zikir yang membuat hati fokus kepada Allah SWT dan itu bisa saja terdapat dalam bacaan zikir mana pun.

"Bila kamu masih bertanya, 'Zikir mana yang paling utama?' Maka, jawabannya adalah zikir yang membuat hatimu fokus kepada Allah. Karena hal ini bisa terdapat di zikir mana pun, saya rasa kamu tidak perlu lagi memilih zikir mana yang paling utama. Adapun pemilihan keutamaan zikir itu terjadi karena kamu masih berkutat pada lafaz zikir, baik lisan maupun hati. Karena itulah, zikir bisa terbagi menjadi paling utama dan sebaliknya," jelas Imam al-Ghazali seperti diterjemahkan Zaada.



(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads