Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Agenda ini menjadi wadah untuk mengevaluasi kepengurusan, menetapkan arah organisasi, serta memilih kepengurusan baru.
Sejak pertama kali digelar pada 1926, Muktamar NU telah berpindah-pindah lokasi di berbagai kota di Indonesia. Lantas, di kota mana Muktamar NU pertama kali diselenggarakan?
Muktamar NU Pertama Digelar di Surabaya
Berdasarkan Ensiklopedia Nahdlatul Ulama: Sejarah, Tokoh, dan Khazanah Pesantren karya M. Imam Aziz, Muktamar NU pertama diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, pada 21 Oktober 1926. Kota ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar kedua dan ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surabaya dipilih sebagai lokasi Muktamar pertama karena merupakan tempat berdirinya Nahdlatul Ulama. Organisasi ini didirikan oleh para ulama pesantren Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah.
Pembentukan NU berlangsung di kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah di kawasan Kertopaten, Surabaya. Dalam kepengurusan pertama PBNU, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari menjabat sebagai Rais Akbar, sedangkan KH Hasan Gipo dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah.
Lokasi Muktamar NU Terus Berpindah
Setelah tiga kali digelar di Surabaya, lokasi Muktamar NU mulai berpindah ke berbagai kota. Secara berurutan, Muktamar diselenggarakan di Semarang pada 1929, Pekalongan pada 1930, Cirebon pada 1931, Bandung pada 1932, Jakarta pada 1933, dan Banyuwangi pada 1934.
Muktamar NU di luar Pulau Jawa pertama kali digelar di Banjarmasin pada 1936. Adapun Muktamar 1941 sempat direncanakan berlangsung di Palembang, tetapi tidak terlaksana karena pecahnya Perang Asia Pasifik.
Selama masa pendudukan Jepang, NU tidak menyelenggarakan Muktamar selama enam tahun. Setelah Indonesia merdeka, Muktamar kembali dilaksanakan pada 1946 di Purwokerto.
Sejak saat itu, lokasi penyelenggaraan Muktamar NU terus berpindah ke berbagai daerah di Indonesia. Pada 2026, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
MUI Minta Koruptor Segera Tobat agar Tidak Menyesal
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak