Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Agenda tersebut melanjutkan tradisi yang telah berlangsung sejak NU berdiri pada 1926.
Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, Muktamar NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pada awalnya, muktamar digelar setiap tahun. Seiring perkembangan organisasi, jadwalnya berubah dan kini dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
Perkembangan itu juga terlihat dari jumlah peserta. Jika pada muktamar-muktamar awal hanya dihadiri ratusan orang, Muktamar NU ke-34 pada 2021 mencatat 1.959 peserta resmi. Bersama 336 panitia, total yang terlibat mencapai 2.295 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besarnya penyelenggaraan Muktamar NU saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang yang telah dimulai sejak hampir satu abad lalu. Lantas, kapan Muktamar NU pertama kali digelar?
Muktamar NU Pertama Digelar di Surabaya
Mengutip Ensiklopedia Nahdlatul Ulama: Sejarah, Tokoh, dan Khazanah Pesantren karya M. Imam Aziz, Muktamar NU pertama diselenggarakan pada 21 Oktober 1926 di Hotel Muslimin dan Masjid Sunan Ampel, Surabaya, hanya beberapa bulan setelah Nahdlatul Ulama berdiri.
Surabaya kembali menjadi tuan rumah Muktamar ke-2 dan ke-3. Setelah itu, forum tertinggi NU mulai digelar secara bergantian di sejumlah kota.
Penyelenggaraan Muktamar NU di Banjarmasin mencatat sejarah sebagai penyelenggaraan pertama yang berlangsung di luar Pulau Jawa.
Sempat Vakum Akibat Perang
Rangkaian penyelenggaraan muktamar sempat terhenti akibat situasi perang. NU sebenarnya telah merencanakan Muktamar 1941 di Palembang, tetapi agenda tersebut batal karena pecahnya Perang Asia Pasifik.
Selama masa pendudukan Jepang, muktamar tidak dapat diselenggarakan. Setelah Indonesia merdeka, forum tertinggi NU kembali digelar pada 1946 di Purwokerto, Banyumas. Muktamar tersebut menjadi yang pertama pada era kemerdekaan Indonesia.
Sejak saat itu, penyelenggaraan Muktamar NU kembali berjalan dan dilaksanakan di berbagai daerah.

Komentar Terbanyak
MUI Minta Koruptor Segera Tobat agar Tidak Menyesal
Kongres Umat Islam VIII Bahas Hukuman Mati Koruptor, Tambang, hingga LGBT
5 Sikap Taat Lamine Yamal pada Ajaran Islam