Cara Membedakan Bisikan Allah, Nafsu, dan Setan Menurut Imam Al-Ghazali

Cara Membedakan Bisikan Allah, Nafsu, dan Setan Menurut Imam Al-Ghazali

Kristina - detikHikmah
Selasa, 21 Jul 2026 15:30 WIB
Someone is speaking into someones ear. Topics of negotiations, collusion, communication
Ilustrasi bisikan. Foto: Getty Images/happyphoton
Jakarta -

Terkadang bisikan hati bisa jadi memang berasal dari Allah SWT, tapi tak sedikit yang berasal dari nafsu syahwat bahkan setan. Ulama menjelaskan cara untuk membedakan bisikan ini.

Imam Al-Ghazali dalam Minhajul 'Abidin terjemahan M. Rofiq menjelaskan, hakikat bisikan hati seorang hamba berasal dari Allah SWT dan bisikan ini terbagi empat macam. Pertama, bisikan yang dijadikan Allah SWT sebagai permulaan (al-khatir). Kedua, bisikan yang dijadikan Allah SWT sesuai tabiat manusia. Bisikan ini dinamakan hawa nafsu.

Ketiga, bisikan yang beriringan dengan ajakan mulhim (malaikat). Bisikan ini dinamakan ilham. Terakhir ada bisikan yang dijadikan Allah SWT seiring dengan ajakan dan rayuan setan. Bisikan ini disebut waswasah, dinisbatkan pada setan karena berupa bisikan kotor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun pada hakikatnya bisikan-bisikan itu berasal dari Allah SWT, namun saat setan menebarkan ajakannya, maka ia pun menjadi penyebab lahirnya berbagai bisikan kotor tersebut," jelas Imam Al-Ghazali.

Cara Membedakan Bisikan Allah, Nafsu, dan Setan

Imam Al-Ghazali menguraikan sejumlah cara untuk membedakan antara bisikan Allah, malaikat, nafsu, dan setan.

ADVERTISEMENT

1. Lihat Isinya, Kebaikan atau Keburukan?

Bisikan yang berasal dari Allah SWT bisa berupa kebaikan untuk memuliakan dan menetapkan hujjah dan bisa juga berupa keburukan sebagai bentuk ujian dan tekanan dari cobaan bagi manusia.

Bisikan yang pasti kebaikan adalah bisikan yang berasal dari malaikat. Sedangkan bisikan yang dipastikan keburukan adalah yang berasal dari setan dan nafsu syahwat. Namun, kadang bisikan setan bisa berupa kebaikan sebagai tipu daya untuk menjerumuskan manusia.

2. Lihat Berdasarkan Hukum Syara'

Untuk membedakan bisikan yang berasal dari Allah SWT, nafsu, atau setan bisa melihat hukum syara'. Kata Imam Al-Ghazali mengacu pada pendapat para ulama, jika bisikan dalam hati itu sesuai hukum syara' niscaya itu adalah bisikan kebaikan.

Begitu pun sebaliknya, jika bertentangan dengan syariat Islam, baik yang berupa rukhsah atau sesuatu yang syubhat, berarti itu adalah bisikan keburukan.

3. Ikuti Jejak Ulama

Jika cara sebelumnya masih kurang jelas, ikuti jejak orang-orang saleh atau ulama terdahulu. Jika bertentangan dan hanya mengikuti jejak orang-orang sesat berarti itu adalah keburukan.

4. Kembalikan pada Hawa Nafsu dan Diri Sendiri

Jika langkah sebelumnya belum mendapat titik terang, coba kembalikan bisikan itu dengan hawa nafsu dan dirimu. Jika hawa nafsu menolak seperti tabiatnya dan bukan karena rasa takut kepada Allah SWT dan khawatir siksa-Nya, maka bisa dipastikan itu adalah kebaikan.

Sebaliknya, jika hawa nafsu menyukainya sebagaimana tabiatnya dan bukan karena keridaan dan ketakutannya pada Allah SWT, niscaya itu adalah bisikan keburukan. Sebab, nafsu selalu mendorong pada keburukan, tidak ada kecenderungan pada kebaikan.

Cara Membedakan Bisikan Keburukan Setan dan Hawa Nafsu

Imam Al-Ghazali juga memaparkan pandangan ulama terkait cara membedakan bisikan keburukan setan dan hawa nafsu.

1. Jika bisikan itu memberi kebijaksanaan dan mampu meneguhkan hati pada suatu kondisi, bisa jadi bisikan keburukan itu datang dari Allah SWT atau hawa nafsu. Jika yang didapat keraguan, berarti bisikan keburukan itu asalnya dari setan.

2. Jika bisikan yang muncul beriringan dengan dosa yang diperbuat, maka dia datang dari Allah SWT sebagai peringatan atas siksa-Nya akibat dosa yang dilakukan.

3. Jika bisikan itu tidak melemahkan dan tidak mengurangi porsi mengingat Allah SWT dan menghilangkannya, niscaya bisikan tersebut dari hawa nafsu. Jika ternyata melemahkan dan mengurangi porsi beribadah kepada-Nya, berarti bisikan keburukan itu datang dari setan.

Cara Membedakan Bisikan Kebaikan dari Allah dan Malaikat

Allah SWT dan malaikat sama-sama memberikan bisikan kebaikan pada hati manusia. Namun, ada perbedaan di antaranya.

1. Jika bisikan itu memantapkan hati dan memberi kebijaksanaan, maka itu datangnya dari Allah SWT. Sementara jika meragukan, maka bisikan itu datang dari malaikat. Sebab, malaikat adalah pemberi nasihat untuk kebaikan.

2. Jika bisikan datang bersamaan dengan kesungguhan dan ketaatan, berarti datangnya dari Allah SWT. Namun, jika bisikan itu sebagai permulaan, maka seringnya berasal dari malaikat.

3. Jika bisikan kebaikan terkait dasar-dasar keyakinan dan laku batiniah, maka itu datangnya dari Allah SWT dan jika menyangkut persoalan agama dan laku lahiriah, kebanyakan datangnya dari malaikat.

Wallahu a'lam.



(kri/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads