Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an dan memiliki berbagai keutamaan. Seorang muslim dianjurkan membaca ayat ini setelah salat fardhu.
Ayat Kursi terletak dalam surah Al-Baqarah ayat 255. Membaca Ayat Kursi setelah salat fardhu disebut akan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT hingga salat wajib berikutnya. Selain itu, pengamal Ayat Kursi akan masuk surga. Berikut penjelasan haditsnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaca Ayat Kursi Setelah Salat Fardhu: Berada dalam Lindungan Allah
Keutamaan membaca Ayat Kursi setelah salat fardhu akan menjadi pelindung hingga tiba salat berikutnya mengacu pada hadits yang diriwayatkan Ath-Thabrani dari Al-Hasan bin Ali. Dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa membaca Ayat Kursi sesusai salat wajib, maka dia berada dalam perlindungan Allah hingga salat berikutnya lagi." (HR At-Thabrani)
Menurut penjelasan dalam Fadhilah dan Tafsir Ayat Kursi karya Fadhl Ilahi terjemahan Kathur Suhardi, hadits tersebut dinukil dari At-Targhib wal-Tarhib, hadits nomor 7, 2/453. Al-Hafizh Al-Mundzily mengatakan isnadnya hasan. Begitu pun menurut Al-Hafizh Al-Haitsami.
Mengacu sumber tersebut, keutamaan Ayat Kursi sebagai perlindungan ini begitu kuat. Sebab, ini adalah perlindungan dari Allah, Dzat Yang Maha Berkuasa, Rabb semua makhluk, penguasa alam, dan mengurus segala sesuatu. Tidak ada yang bisa mengalahkan bantuan-Nya.
Membaca Ayat Kursi Setelah Salat Fardhu: Jalan Masuk Surga
Riwayat lain menyebut membaca Ayat Kursi setelah salat fardhu akan menjadi jalan seseorang masuk surga. Diriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلَّا الْمَوْتُ
Artinya: "Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap kali selesai salat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian." (HR An-Nasa'i dan Ibnu Hibban yang menyatakannya sebagai hadits shahih, juga dinyatakan shahih oleh Albani)
Thabrani menambah, "(Membaca) "Katakanlah, "Dia-lah Allah yang Maha Esa."
Adapun maksud "Tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian" menurut Al-Fadhil Ath-Thayyibi artinya kematian itulah yang menjadi tabir antara dirinya dan kesempatan masuk surga. Jika kematian itu sudah datang, berarti dia akan masuk surga.
Pendapat lain menyebut bisa saja maksud hadits itu adalah tidak ada sesuatu pun yang menghalangi masuk surga, termasuk kematian. Bahkan kematian ini membuatnya masuk surga. Demikian seperti dikatakan Al-Mala Ali Al-Qari, ulama besar ahli hadits dari mazhab Hanafi.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah turut memaparkan hadits keutamaan membaca Ayat Kursi setelah salat ini dalam Thariq al-Hijratain wa Bab as-Sa'adatain yang diterjemahkan Masturi dan Mujiburrahman. Dia juga memaparkan hadits yang menganjurkan siapa pun yang ingin memperbanyak pahala maka dianjurkan membaca Ayat Kursi dan Al-Mu'awwidatain setiap selesai salat.
Bacaan Ayat Kursi: Arab, Latin, dan Artinya
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung." (QS Al-Baqarah: 255)
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat