Jemaah Umrah Overstay Bisa Kena Denda Rp 240 Juta!

Jemaah Umrah Overstay Bisa Kena Denda Rp 240 Juta!

Kristina - detikHikmah
Rabu, 15 Jul 2026 15:30 WIB
Ilustrasi haji atau umrah
Ibadah umrah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Aviator70
Jakarta -

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberi peringatan keras bagi pelanggar masa berlaku visa masuk. Denda, penjara, hingga deportasi akan diberlakukan.

Dilansir Saudi Gazette, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menetapkan denda hingga 50.000 riyal atau sekitar Rp 240 juta (kurs Rp 4.810) bagi warga asing yang tidak meninggalkan Kerajaan setelah masa berlaku visa habis. Overstay juga akan menghadapi ancaman enam bulan penjara dan deportasi.

Aturan ini berlaku untuk semua jenis visa masuk. Kementerian mendesak masyarakat untuk melaporkan pelanggaran aturan kependudukan, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan kepada pihak berwenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan Umrah Terbaru

Berdasarkan panduan yang dikeluarkan Kementerian Haji Arab Saudi, semua pengunjung muslim pemegang segala jenis visa yang ingin melakukan umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi wajib memiliki izin. Penerbitan visa dan pemesanan paket bisa diperoleh lewat platform Nusuk, platform Saudi eVisa, maupun agen eksternal resmi yang disetujui mengajukan permohonan penerbitan visa kepada otoritas terkait.

Adapun izin umrah, termasuk kunjungan ke Raudhah di Masjid Nabawi, kini eksklusif dilakukan lewat aplikasi Nusuk. Izin wajib diperoleh sebelum masuk Masjidil Haram.

ADVERTISEMENT

Bagi jemaah umrah yang berangkat melalui travel, izin masuk Raudhah kini wajib dipesan sendiri melalui aplikasi Nusuk masing-masing. Sebelumnya izin ini difasilitasi kolektif dengan traseh oleh pihak travel.

"Untuk saat ini, di musim ini menu tersebut di sistemnya muassasah ada, tapi tidak bisa digunakan menunya. Jadi jalan keluarnya sekarang diharap untuk mendaftar masing-masing jemaah. Saudi sudah minta itu dari HPnya jemaah masing-masing," kata Ketua Bidang Umrah Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Ahmad Barakwan, saat dihubungi, Kamis (2/7/2026).

Ahmad mengatakan pendaftaran izin masuk Raudhah di Nusuk dilakukan jemaah begitu visa keluar.



(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads