- Pentingnya Niat dalam Sholat Jenazah
- Niat Sholat Jenazah Lengkap 1. Niat Sholat Jenazah sebagai Imam untuk Jenazah Pria 2. Niat Sholat Jenazah sebagai Imam untuk Jenazah Wanita 3. Niat Sholat Jenazah sebagai Makmum untuk Jenazah Pria 4. Niat Sholat Jenazah sebagai Makmum untuk Jenazah Wanita 5. Niat Sholat Jenazah Sendiri untuk Jenazah Pria 6. Niat Sholat Jenazah Sendiri untuk Jenazah Wanita
- Tata Cara Sholat Jenazah
Sebelum mengerjakan sholat jenazah, setiap muslim perlu mengetahui bacaan niat sesuai posisinya, baik sebagai imam, makmum, maupun saat sholat sendiri. Selain niat, tata cara sholat jenazah juga perlu dipahami agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Berikut penjelasan lengkapnya.
Pentingnya Niat dalam Sholat Jenazah
Dalam buku Seri Fikih Kehidupan karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali sepakat niat merupakan rukun sholat jenazah. Sementara itu, mazhab Hanafi berpendapat bahwa niat adalah syarat sah sholat jenazah, bukan rukun.
Jumhur ulama juga menjelaskan bahwa sholat jenazah, sebagaimana ibadah lainnya, tidak sah tanpa niat. Niat dilakukan di dalam hati sebagai tekad untuk melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada dasarnya, niat tidak harus diucapkan dengan lisan. Yang terpenting adalah adanya niat di dalam hati sebelum melaksanakan sholat jenazah.
Niat Sholat Jenazah Lengkap
Berikut bacaan niat sholat jenazah yang dikutip dari buku Tuntunan Lengkap 99 Sholat Sunah Superkomplet karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah.
1. Niat Sholat Jenazah sebagai Imam untuk Jenazah Pria
أُصَلِّي عَلَى هُذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī 'alā hādzal mayyiti arba'a takbīrātin fardhal kifāyati imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir sebagai fardhu kifayah, sebagai imam karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Jenazah sebagai Imam untuk Jenazah Wanita
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī 'alā hādzihil mayyitati arba'a takbīrātin fardhal kifāyati imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir sebagai fardhu kifayah, sebagai imam karena Allah Ta'ala."
3. Niat Sholat Jenazah sebagai Makmum untuk Jenazah Pria
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī 'alā hādzal mayyiti arba'a takbīrātin fardhal kifāyati ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir sebagai fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
4. Niat Sholat Jenazah sebagai Makmum untuk Jenazah Wanita
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī 'alā hādzihil mayyitati arba'a takbīrātin fardhal kifāyati ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir sebagai fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
5. Niat Sholat Jenazah Sendiri untuk Jenazah Pria
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī 'alā hādzal mayyiti arba'a takbīrātin fardhal kifāyati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir sebagai fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
6. Niat Sholat Jenazah Sendiri untuk Jenazah Wanita
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī 'alā hādzihil mayyitati arba'a takbīrātin fardhal kifāyati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir sebagai fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Jenazah
Tata cara sholat jenazah didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Umamah bin Sahl:
"Dari Abi Umamah bin Sahl bahwa seorang shahabat Nabi SAW mengabarkannya bahwa aturan sunnah dalam sholat jenazah itu adalah imam bertakbir kemudian membaca Al-Fatihah sesudah takbir yang pertama secara sirr di dalam hatinya. Kemudian bershalawat kepada Nabi SAW, menyampaikan doa khusus kepada mayyit dan kemudian membaca salam." (HR. Al-Baihaqi)
Berdasarkan hadits tersebut, urutan sholat jenazah adalah sebagai berikut:
- Membaca niat di dalam hati.
- Takbir pertama, kemudian membaca Surah Al-Fatihah secara sirr.
- Takbir kedua, lalu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Takbir ketiga, kemudian membaca doa untuk jenazah.
- Takbir keempat, dilanjutkan doa sebelum salam.
- Mengucapkan salam untuk mengakhiri sholat.
Sholat jenazah dilakukan dalam posisi berdiri bagi yang mampu, tidak disertai rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tasyahud.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
Bukan Muslim, 5 Karakter Cristiano Ronaldo Ini Justru Sesuai Syariat Islam
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya