Serangan AS Tak Ganggu Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad

Serangan AS Tak Ganggu Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Kamis, 09 Jul 2026 21:43 WIB
People carry the coffin of Irans late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Ahmed Saad
Jakarta -

Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memasuki hari terakhir pada Kamis (9/7/2026). Di tengah kembali memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), rangkaian pemakaman tetap berlangsung sesuai jadwal di kota suci Mashhad.

Mengutip AFP, upacara penghormatan terakhir kepada Khamenei telah berlangsung selama beberapa hari di Teheran dan sejumlah kota suci di Iran. Jutaan warga dilaporkan mengikuti prosesi tersebut bersama delegasi dari puluhan negara.

Di saat prosesi pemakaman memasuki tahap akhir, Iran kembali terlibat aksi saling serang dengan Amerika Serikat setelah gencatan senjata yang rapuh dinyatakan berakhir. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan akan meningkatkan serangan apabila Iran terus melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski situasi keamanan kembali memanas, prosesi pemakaman Khamenei tetap dilaksanakan di Mashhad, kota kelahirannya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan jalur kereta yang menghubungkan Teheran dan Mashhad sempat dihentikan sementara akibat kerusakan pada rel.

Perusahaan Kereta Api Republik Islam Iran menuding kerusakan tersebut disebabkan oleh "serangan kriminal musuh AS-Israel".

Sementara itu, IRIB melaporkan serangan terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat dengan melibatkan tujuh proyektil yang diarahkan ke Jembatan Aq Tekeh Khan. Dua proyektil dilaporkan menghantam jalur kereta api hingga menyebabkan ledakan dan mengganggu perjalanan menuju Mashhad.

Mengutip Antara, Jenazah Khamenei semula dijadwalkan tiba dari Kota Najaf, Irak, pada pukul 06.00 waktu setempat atau 01.30 GMT (08:00 WIB). Namun, prosesi pemakaman ditunda hingga pukul 14.00 waktu setempat atau 11.30 GMT (18:30 WIB) karena keterlambatan kedatangan jenazah.

Rekaman yang diunggah kantor berita semi-pemerintah Mehr News memperlihatkan ribuan warga memenuhi jalan-jalan di Mashhad untuk menyambut kedatangan jenazah Khamenei. Mereka tampak membawa bendera merah, bendera Iran, serta foto mendiang pemimpin tersebut.

"Kerumunan besar berkumpul di Mashhad saat pihak berwenang mempersiapkan pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di kompleks makam Imam Reza," tulis Mehr News.

Rangkaian Pemakaman Khamenei

Ayatollah Ali Khamenei wafat pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang terbuka dengan Iran.

Rencana pemakaman secara terbuka sempat ditunda karena konflik yang masih berlangsung. Selain faktor keamanan, besarnya antusiasme masyarakat juga menjadi pertimbangan. Laporan menyebut hampir empat juta warga di Karbala, Irak, ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

Rangkaian pemakaman akhirnya dimulai pada 4 Juli 2026. Peti jenazah disemayamkan di Masjid Agung Iran selama dua hari sebelum dibawa ke Kota Qom.

Selanjutnya, jenazah diterbangkan ke sejumlah kota suci di Irak untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan penghormatan terakhir. Setelah itu, jenazah kembali ke Iran pada 9 Juli dan dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya.



(lus/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads