Tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kekhilafan. Karena itu, Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar. Selain memperbanyak istighfar, umat Islam juga dianjurkan mengerjakan sholat taubat.
Apa Itu Sholat Taubat?
Dalam buku Seri Fikih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa sholat taubat adalah sholat sunnah yang menurut jumhur ulama disyariatkan berdasarkan dalil-dalil syariat.
Hal ini didasarkan pada hadits dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Rasulullah SAW bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidaklah ada seorang hamba yang melakukan perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan baik, mendirikan sholat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya." (HR Abu Daud)
Dosa yang Menjadi Sebab Seseorang Bertaubat
Pada dasarnya, setiap dosa hendaknya segera disesali dan diiringi dengan taubat kepada Allah SWT. Mengacu pada sumber sebelumnya, disebutkan beberapa dosa besar yang mengharuskan seseorang segera bertaubat, di antaranya:
- Menyekutukan Allah SWT (syirik).
- Melakukan sihir.
- Membunuh seseorang tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
- Memakan harta hasil riba.
- Memakan harta anak yatim secara zalim.
- Melarikan diri dari medan peperangan.
Meski demikian, sholat taubat tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku dosa besar. Setiap muslim yang merasa melakukan kesalahan atau kemaksiatan dianjurkan untuk segera memohon ampun kepada Allah SWT melalui taubat yang tulus.
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
Mengutip buku Panduan Sholat Rosulullah karya Imam Abu Wafa, tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan sholat taubat. Sholat ini dapat dikerjakan kapan saja, baik pada pagi, siang, maupun malam hari, selama bukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunnah.
Apabila seseorang melakukan dosa atau maksiat, ia dianjurkan untuk segera berwudhu dan melaksanakan sholat taubat dua rakaat tanpa menunda-nunda.
Sementara itu, dalam buku Perbaiki Sholatmu Niscaya Allah akan Perbaiki Hidupmu karya Idris bin Umar dijelaskan bahwa sebagian besar ulama menganjurkan sholat taubat dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
"Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: 'Siapa yang berdoa pada-Ku, Aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni'." (HR Bukhari dan Muslim)
Bacaan Niat Sholat Taubat
Sebelum memulai sholat, bacalah niat berikut:
أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat taubat dua rakaat Lillahi Ta'aalaa."
Tata Cara Sholat Taubat 2 Rakaat
Berikut tata cara sholat taubat dua rakaat.
- Membaca niat sholat taubat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi bacaan serta gerakan seperti rakaat pertama.
- Tasyahud akhir.
- Mengucapkan salam.
- Setelah selesai sholat, memperbanyak istighfar dan membaca doa taubat.
Doa Setelah Sholat Taubat
Setelah selesai mengerjakan sholat taubat, dianjurkan membaca istighfar terlebih dahulu.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri mudharat atau pun manfaat, mati, hidup atau pun kebangkitan dari kematian nanti."
Setelah membaca istighfar tersebut, lanjutkan dengan membaca doa berikut.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaashidqika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."
(inf/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM