Surat Al Baqarah Ayat 168: Perintah Memakan Makanan yang Halal dan Baik

Surat Al Baqarah Ayat 168: Perintah Memakan Makanan yang Halal dan Baik

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 09 Jul 2026 08:45 WIB
Muslim boy reads the quran in mosque islamic concept
Ilustrasi Al-Qur'an (Foto: Getty Images/wichianduangsri)
Jakarta -

Surat Al Baqarah ayat 168 membicarakan tentang pentingnya makanan halal dan baik. Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita mengonsumsi makanan halal.

Rasulullah SAW dalam beberapa hadits juga menyebut tentang makanan halal. Beliau bersabda,

"Sungguh perkara yang halal itu jelas, dan perkara haram itu juga jelas. Antara keduanya ada perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak orang. Siapa yang menjauhkan dirinya dari perkara syubhat, maka telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia terjerumus dalam perkara haram." (HR Bukhari dan Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 168

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

ADVERTISEMENT

Yā ayyuhan-nāsu kulū mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibā(n), wa lā tattabi'ū khuṭuwātisy-syaiṭān(i), innahū lakum 'aduwwum mubīn(un).

Artinya: "Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata."

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 168

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, surat Al Baqarah ayat 168 berisi tentang perintah Allah SWT untuk memakan makanan halal dan baik yang ada di bumi. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan bumi dan seisinya untuk manusia.

Makanan halal adalah makanan yang tidak haram baik dari zat maupun cara memperolehnya. Sementara itu, makanan baik artinya makanan yang sehat, aman dan tidak berlebihan.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga mengatakan Allah SWT memperbolehkan segala makanan di bumi selama itu halal, baik dan tidak membahayakan tubuh serta akal. Hal tersebut jadi bentuk karunia dari Allah SWT.

Tetapi, sebagian hamba-Nya mengharamkan beberapa jenis makanan sesuai keinginan dan peraturan yang mereka buat sendiri. Padahal, Allah SWT tidak mengharamkan makanan tersebut.

Allah SWT hanya mengharamkan sejumlah jenis makanan tertentu, seperti disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 3 dan surat Al Baqarah ayat 173. Lalu, haram karena sesuatu bukan dari zatnya, seperti makanan yang tidak diizinkan oleh pemiliknya untuk dimakan atau digunakan. Sedangkan makanan halal adalah yang bukan termasuk kedua macam ini.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah Jilid 1 menguraikan ada makanan halal dan baik sehingga cocok untuk seseorang. Namun, makanan yang sama belum tentu baik bagi orang lain dengan kondisi penyakit tertentu, sehingga baginya perlu ditinggalkan supaya kesehatan membaik.

Dalam hal ini menurut Quraish Shihab pada surat Al Baqarah ayat 168 Allah SWT memerintahkan manusia mengonsumsi makanan yang halal dan baik sebab tidak semua makanan yang halal otomatis baik.

Wallahu a'lam.



(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads