Masjid Sinan Pasha, Jejak Kesultanan Utsmaniyah yang Masih Berdiri di Kosovo

Masjid Sinan Pasha, Jejak Kesultanan Utsmaniyah yang Masih Berdiri di Kosovo

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Selasa, 18 Agu 2026 05:00 WIB
Sinan pasha mosque of Prizren, Kosovo in the evening sunset
Masjid Sinan Pasha (Foto: Getty Images/iStockphoto/BrilliantEye)
Jakarta -

Masjid Sinan Pasha menjadi salah satu peninggalan arsitektur Kesultanan Utsmaniyah yang masih berdiri di Kosovo. Masjid ini termasuk masjid klasik tertua yang dibangun di Kosovo pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, yang berlangsung pada 1389-1912.

Arsitektur Masjid Sinan Pasha

Dari sisi arsitektur, masjid ini mewakili gaya arsitektur khas Utsmaniyah yang berpadu secara harmonis dengan unsur-unsur lokal Balkan.

Dilansir dari Cultural Bridge Prizren, masjid ini memiliki denah berbentuk persegi. Untuk masuk ke dalam masjid, pengunjung harus melewati tangga batu berukir di sisi utara. Di depan pintu masuk terdapat ruang terbuka yang juga menggunakan batu sebagai material utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menara masjid dibangun dari batu apung. Bagian dasarnya berbentuk persegi, sedangkan badan menara berbentuk lingkaran.

Interior masjid ini berupa ruang dengan jendela-jendela bertingkat yang menjadi sumber pencahayaan alami.

ADVERTISEMENT

Bagian dalam kubah dihiasi lukisan yang dibuat dalam tiga tahap. Dekorasinya menampilkan motif flora dan ornamen Islam. Lukisan pada tahap pertama dan kedua menggunakan teknik al secco dan diperkirakan berasal dari abad ke-16 hingga ke-17.

Sementara itu, lukisan tahap ketiga berasal dari abad ke-19. Bagian ini dibuat dengan gaya Barok dan didominasi warna biru.

Sempat Beralih Fungsi Menjadi Museum

Perjalanan sejarah Masjid Sinan Pasha sempat mengalami perubahan fungsi akibat kondisi di Kosovo. Hingga 1912, bangunan ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Namun, selama Perang Balkan dan Perang Dunia I, masjid mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian Hayat atau serambi.

Setelah Organisasi Perlindungan Monumen Budaya didirikan (Organization for the Protection of Cultural Monuments) pada 1967, upaya pemeliharaan bangunan bersejarah pun mulai dilakukan. Pada 1968-1969, Masjid Sinan Pasha direnovasi dan kemudian dialihfungsikan menjadi Museum Manuskrip Oriental.

Fungsi tersebut berlangsung selama beberapa dekade. Pada 2007-2011, restorasi dilakukan pada bagian dalam dan luar bangunan. Setelah selesai, Masjid Sinan Pasha kembali dibuka sebagai tempat ibadah dan tetap menjadi warisan arsitektur Utsmaniyah di Kosovo.

Masjid Sinan Pasha Saat Ini

Selain pemugaran bangunan utama, kawasan sekitar masjid juga ditata. Halaman di sisi selatan diperbaiki, sementara area tradisionalnya dibangun sebagai tempat masyarakat bersantai dan menikmati pemandangan di depan masjid.



(inf/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads