Puasa 9 dan 10 Muharam adalah amalan sunah yang bisa dianjurkan dalam Islam. Bukan tanpa alasan, keutamaan dari mengerjakan ibadah tersebut sangat istimewa.
Rasulullah SAW sendiri menyebut puasa pada bulan Muharam jadi yang utama kedua setelah Ramadan. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,
"Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa bulan Muharam dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Ibnu Majah, Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidiz, dan Ahmad)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa 9 dan 10 Muharam disebut puasa Tasua dan Asyura. Keduanya dikerjakan dua hari berturut-turut.
Dilansir dari buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan oleh Ahmad Sarwat, Tasua berasal dari bahasa Arab yaitu tis'ah yang artinya sembilan. Sementara itu, Asyura berakar dari kata asyarah yang artinya sepuluh.
Anjuran puasa Tasua dan Asyura merujuk pada hadits berikut,
"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)
KH Yahya Zainul Ma'arif melalui ceramahnya menganjurkan muslim untuk puasa Asyura pada 10 Muharam dan sayang untuk dilewatkan.
"Tapi di antara (tanggal) 10 pada satu bulan (Muharam) itu ada hari istimewa yang harus Anda tekankan yaitu tanggal 10 Muharam. Jangan puasa di 1,2,3,4,5,6,7,8,9 (tapi tanggal) 10-nya buka (tidak puasa). Jangan gitu," katanya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.
Mengacu pada Kalender Hijriah Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama RI, puasa 9 dan 10 Muharam berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 dan Kamis, 25 Juni 2026.
Lantas, apa fadhilah dari puasa 9 dan 10 Muharam hingga muslim dianjurkan berpuasa pada momen tersebut?
Fadhilah Puasa 9 dan 10 Muharam
Berikut fadhilah keutamaan puasa 9 dan 10 Muharam yang dinukil dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi serta buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya tulisan Khalifa Zain Nashrullah.
1. Dosa Setahun Lalu Dihapus
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits melaksanakan puasa Asyura pada 10 Muharam akan menghapus dosa setahun yang lalu. Beliau bersabda,
"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
2. Pembeda Puasa Kaum Yahudi
Mengerjakan puasa Tasua 9 Muharam menjadi pembeda dengan puasa Yahudi. Sebab, bangsa Yahudi melaksanakan puasa hanya pada hari Asyura yaitu 10 Muharam.
Rasulullah SAW melihat tradisi puasa Asyura dilaksanakan orang Yahudi di Madinah. Dia lalu bersabda,
"Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian semua."
Pada riwayat lain dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:
"Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharam." (HR Muslim)
3. Mendapat Pahala Setara 10 Ribu Orang Berhaji
Fadhilah lainnya yang bisa didapatkan muslim dari mengerjakan puasa pada 10 Muharam yaitu mendapat pahala setara 10 ribu orang berhaji. Hal ini disebutkan dalam kitab Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) susunan Imam Baihaqi terjemahan Muflih Kamil.
Dari Ibnu Abbas RA berkata Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."
Bolehkah Puasa 10 Muharam Tanpa Diikuti Puasa 9 Muharam?
Puasa 9 dan 10 Muharam adalah amalan sunnah, bukan wajib. Segala sesuatu yang sunnah akan diganjar pahala jika mengerjakannya dan tidak dikenakan dosa apabila tidak dilaksanakan.
Mengerjakan puasa Asyura tanpa diikuti Tasua sah-sah saja dan muslim tetap mendapat keutamaan dari puasa yang dilakukannya. Diterangkan juga dalam buku Terjemah Fiqhul wa Adillatuhu oleh Wahbah Az Zuhaili terbitan Gema Insani, puasa Asyura sangat dianjurkan oleh Nabi SAW.
Menurut mazhab Syafi'i, jika muslim hanya berpuasa Asyura tanpa Tasua maka disunnahkan puasa pada 11 Muharam. Namun, kesunnahan puasa 11 Muharam tidak masalah jika tidak dikerjakan.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
Bukan Muslim, 5 Karakter Cristiano Ronaldo Ini Justru Sesuai Syariat Islam
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya