Pahala Puasa Tasua dan Asyura yang Dijelaskan dalam Hadits Rasulullah SAW

Pahala Puasa Tasua dan Asyura yang Dijelaskan dalam Hadits Rasulullah SAW

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 23 Jun 2026 11:45 WIB
Ilustrasi Puasa Tasua
Foto: Abdullah Arif/Unsplash
Jakarta -

Di bulan Muharram terdapat dua puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Dalam hadits, Rasulullah SAW menjelaskan pahala puasa ini.

Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasua dan Asyura sebagai bentuk ibadah, syukur kepada Allah SWT, dan pembeda dari tradisi kaum Yahudi pada masa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Puasa Tasua dan Asyura

Mengutip buku Fiqih Kontroversi Jilid 2: Beribadah antara Sunnah dan Bid'ah karya H.M. Anshary, puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram.

Sementara itu, puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa Asyura. Pada akhir hayatnya, beliau juga berkeinginan menambahkan puasa tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR Muslim)

Karena itu para ulama menganjurkan puasa Tasua dan Asyura dilakukan secara bersamaan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Pahala dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

1. Menghapus Dosa Setahun

Rasulullah SAW bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya." (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

2. Termasuk Puasa Sunnah yang Paling Utama

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim).

Dalam hadits ini Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah. Penyandaran nama bulan kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan tersebut.

Karena puasa Tasua dan Asyura dilaksanakan pada bulan Muharram, maka keduanya termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala yang besar.

3. Meneladani Rasa Syukur Para Nabi

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu 'Abbas RA, bahwa Nabi SAW ketika tiba di Madinah, Beliau mendapatkan mereka (orang Yahudi) malaksanakan shaum hari 'Asyura (10 Muharam) dan mereka berkata; "Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun. Lalu Nabi Musa AS mempuasainya sebagai wujud syukur kepada Allah". Maka Beliau bersabda: "Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka". Maka Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummat Beliau untuk mempuasainya (HR. Bukhari).

4. Mengamalkan Sunnah Nabi SAW

عن عائشة ، رضي الله عنها ، أن قريشا كانت تصوم يوم عاشوراء في الجاهلية ثم أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصيامه حتى فرض رمضان وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من شاء فليصمه ، ومن شاء أفطر

Dari Aisyah RA, sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu pada masa jahiliyah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah Saw pun memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga turunnya perintah wajib puasa Ramadhan. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan,

Dari 'Aisyah RA berkata: "Orang-orang melaksanakan shaum hari kesepuluh bulan Muharam ('Asyura') sebelum diwajibkan shaum Ramadhan. Hari itu adalah ketika Ka'bah ditutup dengan kain (kiswah). Ketika Allah SWT telah mewajibkan shaum Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsipa yang mau shaum hari 'Asyura' laksanakanlah dan siapa yang tidak mau tinggalkanlah!" (HR Bukhari).




(dvs/erd)
Keutamaan dan Pahala Puasa Asyura

Keutamaan dan Pahala Puasa Asyura

6 konten
Puasa Asyura pada 10 Muharram memiliki keutamaan besar. Pahalanya tak main-main.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads