Siapa yang Menetapkan 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam?

Siapa yang Menetapkan 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam?

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 09 Jun 2026 11:45 WIB
Ilustrasi tahun baru islam
Foto: Getty Images/Baramyou0708
Jakarta -

Setiap tahun, umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati datangnya Tahun Baru Islam pada tanggal 1 Muharram.

Namun, pernahkah terlintas pertanyaan, siapa sebenarnya yang menetapkan 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam? Apakah keputusan tersebut berasal langsung dari Rasulullah SAW, atau ditetapkan setelah beliau wafat?

Sejarah mencatat bahwa penetapan kalender Hijriah dan penentuan 1 Muharram sebagai awal tahun Islam merupakan hasil ijtihad para sahabat pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum Ada Kalender Islam pada Masa Rasulullah SAW

Dirangkum dari buku Kalender Hijriah Dalam Kajian Syari'ah dan Astronomi yang ditulis Hj. Vivit Fitriyanti, M.S.I., pada masa Rasulullah SAW, umat Islam belum memiliki sistem kalender resmi sebagaimana yang dikenal saat ini. Masyarakat Arab memang telah mengenal nama-nama bulan seperti Muharram, Safar, Rabiul Awal, dan seterusnya, tetapi belum memiliki penomoran tahun yang baku.

ADVERTISEMENT

Ketika terjadi suatu peristiwa penting, masyarakat Arab biasanya menandainya berdasarkan kejadian besar yang terjadi pada masa itu.

Karena belum ada sistem penanggalan resmi, berbagai surat, dokumen, dan catatan penting sering kali hanya mencantumkan bulan tanpa menyebutkan tahunnya.

Setelah wilayah Islam berkembang luas pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA, kebutuhan akan sistem administrasi yang lebih teratur semakin mendesak.

Banyak surat-menyurat resmi dikirim dari pusat pemerintahan di Madinah ke berbagai wilayah Islam. Namun, ketiadaan penanggalan yang jelas kerap menimbulkan kebingungan.

Umar bin Khattab Mengumpulkan Para Sahabat

Mengutip buku Ensiklopedia Islam: Mengenal Hizbul Wathan Hingga Mengenal Kalender Islam karya Hafidz Muftisany, sekitar tahun ke-17 Hijriah, Umar bin Khattab RA mengumpulkan para sahabat untuk membahas penetapan kalender resmi bagi umat Islam.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh sahabat, di antaranya Ali bin Abi Thalib RA, Utsman bin Affan RA, Abdurrahman bin Auf RA, Sa'ad bin Abi Waqqash RA, Talhah bin Ubaidillah RA dan Zubair bin Awwam RA.

Dalam pertemuan itu, mereka mendiskusikan peristiwa apa yang paling layak dijadikan titik awal perhitungan tahun Islam.

Para sahabat mengajukan beberapa alternatif peristiwa penting dalam sejarah Islam untuk dijadikan awal kalender. Beberapa peristiwa yang menjadi pertimbangan antara lain tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun kenabian, tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW dan juga tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Kemudian para sahabat memilih tahun hijrah sebagai awal penanggalan Islam.

Khalifah Umar bin Khattab RA akhirnya secara resmi menetapkan awal tahun hijriah 1 Muharram bertepatan dengan tanggal 15 Juli 622 M yang jatuh pada hari Kamis.

Setelah menyepakati hijrah sebagai awal perhitungan tahun, muncul pertanyaan berikutnya: bulan apa yang akan dijadikan awal tahun?

Menariknya, Rasulullah SAW berhijrah pada bulan Rabiul Awal, bukan Muharram. Namun para sahabat akhirnya memilih Muharram sebagai bulan pertama kalender Hijriah.

Adapun sistem penghitungan kalender Islam berpatokan pada lunar sistem, yakni disusun berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi (qomariyah).

Sejak saat itu, seluruh administrasi pemerintahan Islam menggunakan kalender Hijriah sebagai acuan resmi.

Sistem ini kemudian diteruskan oleh para khalifah berikutnya dan digunakan oleh umat Islam hingga sekarang.



(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads