Mandi Idul Adha adalah salah satu sunnah sebelum berangkat sholat Id. Sebagaimana amalan lainnya, umat Islam bisa mengawalinya dengan niat.
Kesunnahan mandi Idul Adha mengacu pada pandangan para ulama, meski tidak ada satu hadits shahih tentang hal ini. Meski demikian, Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh as-Sunnah terjemahan Khairul Amru Harahap, mengatakan ada beberapa perkataan sahabat yang menyatakan mandi pada dua hari raya adalah sunnah dan pendapat ini sudah cukup dijadikan landasan hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulama hadits Al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil mengatakan dalil terbaik untuk dijadikan rujukan hukum kesunnahan mandi Idul Fitri dan Idul Adha adalah hadits dengan sanad shahih yang diriwayatkan Baihaqi dari Asy-Syafi'i dan Zadzan yang berkata, "Seorang laki-laki bertanya kepada Ali RA mengenai mandi."
Beliau menjawab, "Mandilah setiap hari jika kamu mau." Laki-laki tadi berkata, "Bukan, maksudku adalah mandi yang disunnahkan." Ali menjawab, "(Mandi yang disunnahkan adalah) pada hari Jumat, hari Arafah, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha."
Dalam sejumlah kitab-kitab fikih, mandi Idul Adha dimasukkan dalam pembahasan adab dan sunnah sebelum sholat Idul Adha. Tata caranya pun sama seperti mandi bersuci pada umumnya, yang membedakan adalah bacaan niatnya.
Niat Mandi Idul Adha Arab, Latin, dan Artinya
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitul ghusla li'iidil adha sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat mandi sunnah Idul Adha karena Allah Ta'ala."
Atau bisa juga dengan bacaan niat berikut yang lebih singkat:
نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى
Arab-latin: Nawaitu sunnatal ghusli li 'Idil Adlha
Artinya: "Saya niat sunnah mandi Idul Adha."
Tata Cara Mandi Idul Adha
Tata cara mandi Idul Adha sama dengan mandi junub, hanya saja dengan niat yang berbeda. Rukun mandi setidaknya ada tiga, yaitu niat, menghilangkan najis yang menempel, dan meratakan air ke seluruh tubuh termasuk rambut dan bulu-bulu. Air harus dipastikan membasahi kulit dan pangkal rambut.
Mengacu pada Buku Praktis Ibadah karya Irwan dkk, berikut tata cara mandi Idul Adha:
- Membasuh tangan tiga kali
- Membersihkan segala najis yang menempel di badan
- Berwudhu dengan sempurna
- Mengguyur kepala tiga kali seraya berniat mandi
- Mengguyur bagian badan kanan tiga kali dilanjutkan bagian kiri tiga kali
- Menggosok-gosok seluruh tubuh baik depan maupun belakang
- Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya)
- Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut
Waktu Paling Utama Mandi Idul Adha
Mandi Idul Adha bisa dilakukan mulai tengah malam sampai akhir siang hari raya, menurut penjelasan Syaikh Alauddin Za'tari dalam kitab Fiqh Al-'Ibadat yang diterjemahkan Abdul Rosyad Shiddiq. Adapun, waktu paling utama untuk mandi adalah setelah terbit fajar. Hal ini mengacu pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW biasa mandi pada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha." (Sunan Ibni Majah dan Sunan Al-Baihaqi)
Pendapat tersebut diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan Nafi' bahwa Abdullah bin Umar RA biasa mandi pada hari raya sebelum berangkat ke tempat sholat.
Sholat Idul Adha Jam Berapa?
Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin terjemahan Muhammad Ahsan bin Usman mengatakan waktu sholat Id adalah sejak terbit sampai tergelincirnya matahari. Disunnahkan menyegerakan sholat Idul Adha demi menyembelih hewan kurban.
Di Masjid Istiqlal Jakarta, sholat Idul Adha 2026 akan dikerjakan pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Begitu halnya masjid-masjid lain, umumnya mengerjakan sholat Id sekitar pukul 7 pagi.
(kri/erd)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha
Jadwal Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri