Jadwal puasa Zulhijah menjadi informasi yang banyak dicari umat Islam menjelang bulan Zulhijah. Puasa ini mencakup awal Zulhijah hingga Tarwiyah dan Arafah yang memiliki keutamaan besar.
Mengetahui jadwal yang tepat sangat penting agar pelaksanaan ibadah tidak keliru.
Apa Itu Puasa Zulhijah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah?
Puasa Zulhijah merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan ketika memasuki bulan Zulhijah, sebagaimana dijelaskan dalam buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H. Herdiansyah Achmad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin dijelaskan bahwa puasa Tarwiyah dan puasa Arafah merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada bulan Zulhijah, yaitu bulan ketika umat Islam di seluruh dunia, terutama jemaah haji menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci Makkah.
Dalam kalender Hijriah, kedua puasa ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha, yang jatuh pada 10 Zulhijah, atau dikenal juga sebagai Lebaran Haji. Perbedaan utama antara puasa Tarwiyah dan Arafah dengan puasa sunnah lainnya terletak pada waktu pelaksanaan serta niatnya.
Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah 1447 H/2026 M
Puasa Zulhijah dapat dilakukan sejak tanggal 1 hingga 7 Zulhijah. Sementara itu, puasa Arafah dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah, bertepatan dengan hari wukuf di Padang Arafah yang menjadi puncak ibadah haji. Lalu puasa Tarwiyah dilaksanakan sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 8 Zulhijah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag, Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026 M. Oleh karena itu, Puasa Arafah (9 Zulhijah) jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, dan Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026.
Tata Cara Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah
Meski demikian, secara syariat tata cara pelaksanaan ketiga puasa tersebut tetap sama seperti puasa pada umumnya, yakni menahan diri dari makan dan minum, mengendalikan hawa nafsu, serta tidak berhubungan suami istri selama waktu berpuasa.
Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Bacaan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah
Berikut bacaan niat puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah lengkap bacaan Arab, latin, dan artinya:
Niat Puasa Zulhijah
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri dzilhijjati sunnata-lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah."
Niat Puasa Arafah
Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar, Ahmad Najibullah, berikut bacaan lengkap niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمٍ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumi 'arafata sunnatan lillāhi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa besok pada hari Arafah sunnah karena Allah Ta'ala.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha
Jadwal Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri