Terdapat amalan yang dapat umat Islam lakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Amalan tersebut adalah puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut, karena begitu besar keutamaan yang terkandung di dalamnya. Lantas, kapan puasa Tarwiyah dan Arafah 2026?
Penjelasan Singkat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Dijelaskan dalam Buku Pintar Agama Islam karya Abu Aunillah Al-Baijury, sebelum memasuki Idul Adha tanggal 10 Zulhijah, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa pada tanggal 8 Zulhijah disebut puasa Tarwiyah. Sedangkan puasa pada tanggal 9 Zulhijah disebut puasa Arafah. Puasa ini bertepatan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah. Puasa dua hari ini hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026?
Pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan awal bulan Zulhijah 1447 H akan dimulai. Ketetapan tersebut akan diambil berdasarkan hasil sidang isbat di penghujung bulan Zulkaidah nanti.
Meski begitu, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, yang didahului dengan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026.
Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah
Merujuk pada buku Fiqih Puasa karya Thoat Stiawan dkk, tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, perbedaan utamanya hanya terletak pada niat. Agar ibadah puasa memperoleh keutamaan maksimal, berikut tata cara selengkapnya:
- Membaca niat
- Makan sahur
- Menjaga perilaku dan perkataan, serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa
- Berbuka puasa secara sunnah, yaitu dengan kurma dan air putih
- Memperbanyak doa dan zikir
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Masih merujuk pada sumber sebelumnya, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah."
Adapun niat puasa Arafah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah."
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Ustadz Ali Amrin Al Qurawy dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, menyebutkan keutamaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Keutamaan tersebut antara lain:
1. Lebih Disukai oleh Allah SWT
Puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah termasuk amalan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang memiliki keistimewaan. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, 'Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)'." (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)
2. Menghapus Dosa Setahun Lalu dan Setahun yang Akan Datang
Suatu saat Rasulullah SAW ditanya oleh para sahabatnya tentang puasa hari Arafah. Kemudian, Rasulullah menjawab dengan sangat singkat, tetapi mengandung makna yang sangat mudah dipahami. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026