4 Bulan Haram dalam Islam dan Keistimewaan Zulhijah

4 Bulan Haram dalam Islam dan Keistimewaan Zulhijah

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 22 Mei 2026 11:00 WIB
Ilustrasi bulan Syakban.
Ilustrasi bulan Zulhijah (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan dalam Islam. Terkait bulan ini tercantum dalam Al-Qur'an, tepatnya pada surah At Taubah ayat 36.

Allah SWT berfirman,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."

Dilansir dari buku Fiqh Al Jihad Dirasah Muqaramah li Ahkamihi wa Falsafatihi fi Dhau' Al-Qur'an wa Al-Sunnah oleh Yusuf Qardhawi terjemahan Irfan Maulana Hakim dkk, empat bulan haram itu adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram dan Rajab.

ADVERTISEMENT

Mengenai bulan haram disebutkan juga dalam hadits dari Abu Bakrah RA. Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban." (HR Bukhari Muslim)

Sebagaimana diketahui, sejak 18 Mei 2026 kemarin umat Islam memasuki 1 Zulhijah 1447 H. Penyebutan bulan haram pada Zulhijah bukan tanpa alasan. Lalu, apa saja keistimewaannya?

Keistimewaan Bulan Zulhijah bagi Muslim

Pendakwah kondang Yahya Zainul Ma'arif dalam ceramahnya menyebut keistimewaan Zulhijah, tepatnya pada 10 hari pertama. Pada Zulhijah, banyak amalan yang tidak dilakukan pada bulan lainnya seperti ibadah haji dan kurban.

"Kalau 10 awal Zulhijah lihat ada haji ada kurban ada puasa, puasa Arafah ada, salat juga ada, makanya kelebihan 10 (hari) awal Zulhijah adalah di situ tersimpulkan semua ibadah yang bertebaran di sepanjang satu tahun tersimpulkan di 10 awal Zulhijah. Bahkan lebih dari itu, ada amalan yang hanya adanya di awal 10 (hari) Zulhijah, haji sama menyembelih kurban kemudian di situ juga ada puasa," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Selain itu, keutamaan Zulhijah juga disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari. Beliau bersabda,

"Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai oleh Allah untuk beramal kebajikan melebihi dari 10 hari awal Zulhijah." Para sahabat bertanya, "Jihad di jalan Allah juga tidak bisa menyamainya ya Rasulullah?" Baginda Nabi menjawab, "Jihad pun tidak bisa menyamainya, kecuali seseorang keluar berjihad dengan membawa harta dan nyawanya lalu ia tidak kembali lagi." (HR Bukhari)

Kemudian Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kaum muslimin memperbanyak zikir selama 10 awal Zulhijah, berikut bunyi haditsnya:

"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di hadapan Allah dan lebih dicintai oleh Allah untuk melakukan amal kebajikan melebihi dari hari-hari di 10 awal Zulhijah. Maka perbanyaklah membaca tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir." (HR. Ahmad)

Ibadah kurban yang dilakukan pada bulan Zulhijah juga disebut sebagai salah satu hari yang paling agung di hadapan Allah SWT. Terkait hal ini turut dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW,

"Sesungguhnya paling agungnya hari-hari di hadapan Allah SWT adalah hari raya kurban." (HR Abu Dawud)

Amalan Bulan Zulhijah

Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan pada bulan Zulhijah, termasuk pada 10 hari awal bulan tersebut.

1. Haji

Haji adalah ibadah paling utama dan bisa dikerjakan bagi muslim yang mampu. Pelaksanaannya berlangsung pada Zulhijah, sedangkan puncaknya berada di tanggal 8 hingga 13 Zulhijah. Oleh sebab itu, amalan ini jadi salah satu keistimewaan terbesar bulan Zulhijah.

2. Puasa Zulhijah

Diterangkan dalam buku Hidup Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam tulisan Daeng Naja, puasa Zulhijah bisa dilakukan sejak tanggal 1 hingga 7 Zulhijah. Berikut bacaan niatnya,

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala."

3. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah berlangsung pada 8 Zulhijah. Niat yang dibaca muslim adalah sebagai berikut,

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya:"Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Taala."

4. Puasa Arafah

Selain puasa Zulhijah dan Tarwiyah, ada juga puasa Arafah. Puasa sunnah ini dikerjakan pada 9 Zulhijah dengan niat sebagai berikut:

نويْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'Arafata sunnata Allahi taala.

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."

5. Perbanyak Zikir

Pada bulan Zulhijah, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, tahlil hingga takbir. Rasulullah SAW bersabda,

"Sepuluh hari pertama dalam Zulhijah merupakan hari yang sangat diagungkan dan disenangi oleh Allah, karenanya perbanyak ucapan tahlil, takbir, tahmid." (HR Imam Ahmad)




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads