Apakah Harus Keramas Saat Mandi Wajib Setelah Haid?

Apakah Harus Keramas Saat Mandi Wajib Setelah Haid?

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 22 Mei 2026 08:45 WIB
shower with flowing water and steam, closeup view
Ilustrasi mandi wajib (Foto: Getty Images/iStockphoto/nikkytok)
Jakarta -

Setelah masa haid berakhir, seorang Muslimah diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib (mandi janabah) agar kembali suci dan dapat menunaikan ibadah seperti salat dan puasa. Namun, sering muncul pertanyaan di tengah masyarakat: "Apakah mandi wajib harus keramas menggunakan sampo?" atau "Bolehkah mandi wajib tanpa keramas?"

Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita simak penjelasan lengkap berdasarkan tuntunan fikih dan dalil yang sahih berikut ini.

Mengenal Rukun Mandi Wajib

Mengutip laman Kemenag, menurut penjelasan para ulama, salah satunya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitab Safinatun Najah, rukun mandi wajib hanya ada dua, yaitu:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Niat: Menyengaja mandi untuk menghilangkan hadats besar.
  • Meratakan air ke seluruh tubuh: Memastikan air mengenai seluruh permukaan kulit dan rambut tanpa terkecuali.

Berdasarkan rukun tersebut, secara hukum asal, mandi wajib tetap sah meskipun tidak menggunakan sampo atau sabun. Yang menjadi kewajiban utama adalah mengalirkan air, bukan memberikan bahan pembersih kimia pada rambut.

ADVERTISEMENT

Mandi Wajib vs Keramas: Apa Bedanya?

Dalam pemahaman masyarakat umum, keramas sering diartikan sebagai mencuci rambut menggunakan sampo. Namun, dalam konteks mandi wajib, fokus utamanya adalah membasahi rambut hingga ke pangkalnya.

Menggunakan sampo memang membantu dalam menjalankan sunnah Nabi, seperti menyela-nyela rambut agar air lebih mudah meresap. Selain itu, Islam sangat mencintai kebersihan, dan penggunaan sampo tentu membuat rambut lebih bersih, rapi, dan nyaman setelah mandi.

Berdasarkan buku yang berjudul 125 Masalah Thaharah karya Muhammad Anis Sumaji, ada keringanan khusus bagi wanita yang memiliki rambut panjang atau dijalin (dikepang). Merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub?"

Rasulullah SAW menjawab: "Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu tiga kali guyuran."

Artinya, selama air bisa meresap ke pangkal rambut dan kulit kepala, wanita tidak wajib mengurai kepangan atau gelungan rambutnya saat mandi wajib setelah haid.

Tata Cara Mandi Wajib yang Sempurna

Agar mandi wajib Anda sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, berikut adalah urutan yang dianjurkan Menurut Zaenal Abidin dalam bukunya yang berjudul Fiqh Ibadah:

  1. Niat di dalam hati.
  2. Mencuci tangan sebanyak tiga kali.
  3. Membersihkan kotoran atau najis yang menempel di bagian tersembunyi (kemaluan, ketiak, pusar) menggunakan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan kotoran.
  5. Berwudhu dengan sempurna seperti hendak shalat.
  6. Menyela pangkal rambut dengan jari tangan yang basah, lalu mengguyur kepala dengan air sebanyak tiga kali.
  7. Membilas seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri.
  8. Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut terkena air.

Dengan demikian, mandi wajib setelah haid tanpa menggunakan sampo adalah boleh dan sah, asalkan air merata ke seluruh tubuh dan rambut. Penggunaan sampo bersifat sebagai pelengkap untuk kebersihan dan memudahkan air meresap, namun bukan merupakan syarat sahnya mandi wajib.

Wallahu a'lam.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads