Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 24 Apr 2026 17:12 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi wajib (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Jakarta -

Mandi wajib dilakukan muslim yang dalam keadaan hadats besar. Ada beberapa perkara yang menyebabkan muslim berhadats besar, salah satunya setelah berhubungan suami istri.

Diterangkan dalam kitab Al-Fiqh 'ala al-maddzahib al-khamsah susunan Muhammad Jawad Mughniyah terjemahan Masykur, penyebab lainnya dari mandi wajib selain berhubungan badan yaitu haid, nifas, serta orang Islam yang meninggal dunia. Mandi wajib setelah berhubungan juga disebut sebagai mandi junub.

Perintah mandi wajib sendiri disebutkan dalam surah Al Maidah ayat 6,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَإِنْ كُنتُمْ حُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Artinya: "Jika kamu junub maka mandilah..."

ADVERTISEMENT

Tata cara mandi wajib berbeda dengan mandi pada umumnya. Terdapat niat dan langkah-langkah yang diperhatikan muslim agar seluruh bagian tubuh terkena air.

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari minal jinaabati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Dinukil dari buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan yang bisa diperhatikan muslim.

  1. Membaca niat mandi wajib setelah berhubungan
  2. Bersihkan kedua telapak tangan tiga kali
  3. Bersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan semacamnya
  4. Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
  5. Berwudhu
  6. Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
  7. Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
  8. Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

Hukum Menunda Mandi Wajib Setelah Berhubungan Badan

Menunda mandi wajib setelah berhubungan diperbolehkan selama tidak melewati waktu salat. Diterangkan dalam buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Muh Hambali, Ibnu Hajar melalui Fathul Bari menjelaskan hal tersebut.

Kemudian, KH M Syafi'i Hadzami dalam Taudhihul Adillah menyatakan mandi wajib tak harus dilakukan segera kecuali jika terdesak mengerjakan salat. Dengan demikian, mandi wajib harus dilakukan tetapi boleh ditunda pengerjaannya selama tidak dalam waktu salat.

Meski diperbolehkan menunda mandi wajib, orang yang berhadats besar makruh hukumnya untuk makan, minum, tidur dan mengulangi persetubuhan. Kemakruhan tersebut baru hilang dengan beristinja dan berwudhu walau belum mandi wajib.

Sampai Kapan Mandi Wajib Boleh Ditunda?

Masih dari sumber yang sama, kebolehan menunda mandi wajib sampai waktu salat tidak hampir habis. Terkait hal ini, Ibn Rajab al-Hanbali berkata:

"Sungguh orang junub boleh mengakhirkan mandi junubnya selama waktu salat tidak hampir habis baginya."

Selain itu, Aisyah RA melalui hadits lainnya pernah menyampaikan:

"Jika Rasulullah hendak tidur sementara beliau junub, beliau membasuh kelaminnya dan berwudhu dengan wudhu untuk salat." (HR Muslim)

Doa Setelah Mandi Junub: Arab, Latin dan Artinya

Terdapat doa yang bisa diamalkan muslim setelah selesai mandi junub. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab tulisan Isnan Ansory.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu menyucikan diri."




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads