Serangan Gabungan AS-Israel Hantam Masjid Syiah di Iran

Serangan Gabungan AS-Israel Hantam Masjid Syiah di Iran

Kristina - detikHikmah
Rabu, 01 Apr 2026 14:45 WIB
Situs keagamaan syiah di Zanjan mengalami kerusakan parah akibat serangan gabungan AS-Israel di kota itu pada Selasa (31/3/2026) pagi.
Situs keagamaan syiah di Zanjan mengalami kerusakan parah akibat serangan gabungan AS-Israel di kota itu pada Selasa (31/3/2026) pagi. Foto: X/PressTV
Jakarta -

Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran masih berlanjut. Sebuah masjid terkemuka di Kota Zanjan dilaporkan rusak parah akibat serangan udara yang diluncurkan pada Selasa pagi.

Dilansir Iran Press TV, Wakil Direktur Urusan Politik, Keamanan, dan Sosial di kantor gubernur provinsi, Ali Sadeghi, mengatakan serangan udara itu terjadi pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 5 waktu setempat, dan menghantam Grand Hussainiya di Zanjan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka saat serangan udara AS-Israel menghantam tempat berlangsungnya peringatan Muharram itu. Ali mengatakan korban terluka langsung dilarikan ke pusat medis terdekat untuk mendapat perawatan.

"Agresi itu terjadi sehari setelah empat warga sipil kehilangan nyawa dan 16 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap sebuah apartemen di kota yang sama di Iran," lapor Iran Press TV seperti dikutip, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Laporan AP merujuk pada media pemerintah Iran, serangan AS-Israel di masjid syiah Iran itu menyebabkan kerusakan luas pada area salat yang dikenal dengan Hussainiya. Sejumlah besar petugas darurat dikerahkan.

Gedung administrasi, wisma tamu, perpustakaan, bank tabungan, dan sejumlah toko di sekitarnya juga dilaporkan rusak parah akibat serangan itu.

Pada hari yang sama, dilansir Al-Jazeera, AS-Israel juga melancarkan serangan udara ke perusahaan farmasi terbesar di Tehran yang memproduksi obat anestesi dan obat kanker. Pemerintah Iran mengatakan serangan ini menimbulkan kerusakan parah dan jalur produksi obat tersebut rusak.

Diketahui, serangan gabungan AS-Israel ke Iran berlangsung sejak 28 Februari 2026. Serangan terus berlanjut hingga hari ini. Iran pun melancarkan serangan balasan besar-besaran ke Israel.



(kri/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads