Ada banyak tanda-tanda kiamat yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan juga hadits Rasulullah SAW. Salah satunya hadits yang menyebutkan tentang kemunculan gunung emas saat sungai Eufrat mengering.
Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai besar di kawasan Timur Tengah yang mengalir melalui beberapa negara seperti Turki, Suriah, dan Irak. Sungai ini memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia dan dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan sejak zaman kuno.
Baca juga: Ciri-ciri Dabbah yang Perlu Diketahui Muslim |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Islam, Sungai Eufrat memiliki kedudukan penting karena disebutkan dalam beberapa hadits sebagai lokasi munculnya tanda kiamat.
Dikutip dari buku Ensiklopedia Kiamat yang disusun Tim Gema Insani, tanda kiamat yang dijelaskan melalui hadits Rasulullah SAW ini adalah fitnah yang dapat membahayakan umat manusia. Para manusia akan mengambilnya hingga antara yang satu dan yang lainnya sampai-sampai saling membunuh demi memperebutkan emas, namun semuanya gagal, yang mereka peroleh hanyalah kematian.
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو
"Kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Efrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, 'Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat.'" (HR. Muslim)
Dalam hadits lain disebutkan, "Hampir saja Sungai Eufrat menyibak gunung emas. Ketika orang-orang mendengar hal itu, mereka pun menuju ke sana lalu orang yang berada di sisinya berkata, 'Jika kita biarkan orang-orang mengambilnya, pasti mereka akan menghabiskan semuanya.' Mereka pun saling membunuh demi gunung emas itu, hingga dari seratus orang, 99 terbunuh."
Bahkan Nabi SAW melarang siapa saja yang melihat kemunculan gunung emas tersebut untuk mengambilnya sedikit pun. Sebagaimana yang juga diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda,
يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا
"Segera saja sungai Eufrat akan mengering lalu nampaklah gunung emas. Barangsiapa yang menjumpainya, jangan diambil sedikit pun." (HR. Muslim)
Hadits mengenai sungai Eufrat tersebut merupakan hadits yang sahih. Semua hadits itu mengisyaratkan bahwa suatu saat gunung itu akan menyibak gunung emas yang besarnya hanya diketahui Allah SWT.
Dalam bukunya yang berjudul Fitnah & Petaka Akhir Zaman, Abu Fatiah al- Adnani menjelaskan, ketika peristiwa sungai Eufrat mengering, maka semua manusia yang melihatnya akan berlomba-lomba memburunya. Sehingga semua yang hadir saat itu akan saling berebut dan saling menumpahkan darah satu sama lainnya.
Semua manusia bernafsu untuk memiliki emas tersebut. Dari setiap 100 orang yang terlibat dalam perebutan emas tersebut, hanya satu saja yang hidup. Inilah puncak perselisihan manusia, puncak persengketaan mereka dan puncak korban dari hawa nafsu dan ketamakan mereka terhadap dunia.
Disebutkan dalam hadits Ummu Salamah. Dari Abu Said, Rasulullah SAW bersabda, "Aku beri kabar gembira kepada kalian dengan kedatangan Al-Mahdi. Ia akan diutus ketika terjadi perselisihan dan kekacauan di antara manusia, lalu ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman. Penduduk bumi dan langit akan ridha padanya."
Wallahu a'lam.
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji