Sungai Eufrat Timur Tengah Diprediksi Mengering pada 2040

Sungai Eufrat Timur Tengah Diprediksi Mengering pada 2040

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 27 Mar 2026 09:30 WIB
The Euphrates river is the longest and one of the most historically important rivers of Western Asia.
Foto: Getty Images/iStockphoto/bodrumsurf
Jakarta -

Sungai Eufrat dan Tigris bukan sekedar aliran air biasa. Selama ribuan tahun, kedua sungai tersebut menjadi penopang peradaban di Timur Tengah. Namun, berdasarkan laporan terbaru, memberikan peringatan bahwa, sumber kehidupan ini diperkirakan mengering pada tahun 2040.

Bagi umat Islam, fenomena ini bukanlah informasi biasa, melainkan peringatan nyata atas apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits sebagai salah satu tanda dari akhir zaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai Eufrat dan Tigris Diperkirakan Mengering Tahun 2040

Dilansir dari ReliefWeb, dalam artikel berjudul Water Scarcity and Environmental Peacebuilding Lens in Southern Iraq karya Ali Al-Bayaa dan Mustofa Mashhad, Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sumber air utama negara Irak.

Kedua sungai tersebut bermula di Turki dan mengalir melalui Suriah sebelum melewati Irak. Rata-rata, Turki dan Suriah menyumbang 90 persen dan 10 persen dari sungai Eufrat, sementara Irak, Turki, dan Iran, masing-masing menyumbang 51 persen, 40 persen, dan 9 persen dari Sungai Tigris.

ADVERTISEMENT

Hal ini membuat sungai-sungai tersebut rentan terhadap berbagai faktor, termasuk proyek pembangunan di hulu, penjatahan, dan pengalihan air yang tidak adil, serta ketegangan kuota air dengan negara-negara tetangga.

Tantangan ini semakin parah dengan meningkatnya permintaan air di tengah pertumbuhan penduduk Irak yang pesat dan memberikan tekanan signifikan pada sumber daya yang sudah terbatas.

Ketika Turki dan Suriah mulai mengembangkan proyek-proyek hidrolik di kedua sungai tersebut pada tahun 1970-an, aliran air ke Irak mulai berkurang, sehingga mengganggu pasokan untuk irigasi, air minum, dan keperluan industri.

Sejak saat itu, diperkirakan bahwa pembangunan bendungan yang berlebihan di sepanjang kedua sungai tersebut telah mengurangi aliran masuk sebesar 30-40 persen. Dengan laju saat ini, para ahli memperkirakan bahwa pada tahun 2030, kedua sungai tersebut akan menyusut hingga 50 persen dari kapasitasnya dan bahkan berisiko mengering pada tahun 2040.

Menyusutnya Sungai Eufrat Sebagai Tanda Akhir Zaman

Dijelaskan dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan oleh Ali Nurdin, dalam pandangan Islam, mengeringnya Sungai Eufrat adalah salah satu tanda besar kiamat.

Rasulullah SAW telah memperingatkan bahwa ketika air sungai ini menyusut, ia akan menyingkapkan sebuah harta karun besar yang akan memicu pertumpahan darah.

Diriwayatkan dari Quraibah, dari Ya'qub bin Abdirrahman, dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat memperlihatkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh demi emas tersebut sehingga setiap seratus orang, terbunuh sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka berkata, 'Mudah-mudahan aku orang yang selamat'." (HR Muslim)




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads