Ke Mana Sampah, Kasur dan Tenda Arafah-Mina Setelah Haji Berakhir?

Ke Mana Sampah, Kasur dan Tenda Arafah-Mina Setelah Haji Berakhir?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 02 Jun 2026 08:45 WIB
Suasana terkini tenda jemaah haji 2026 di Mina
Tenda jemaah haji 2026 di Mina, Arab Saudi (Foto: Dok MCH 2026)
Jakarta -

Musim haji 2026 resmi berakhir. Jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia mulai kembali ke negara masing-masing.

Arab Saudi sendiri mulai melakukan pembersihan di tempat-tempat serta fasilitas yang digunakan untuk haji 2026. Operasi pembersihan ini dilakukan secara besar-besaran agar kawasan suci tersebut siap menyambut musim haji berikutnya.

Dilansir Arab News, data resmi Arab Saudi mencatat 1.707.301 jemaah melaksanakan ibadah haji pada 2026. Jumlah itu meningkat sekitar 2,04 persen dari tahun 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total jumlah tersebut, 1.546.655 jemaah berasal dari luar Saudi, 1.485.729 di antaranya melakukan perjalanan lewat jalur udara, sedangkan 160.646 lainnya adalah warga negara atau penduduk Arab Saudi sendiri.

ADVERTISEMENT

Di Mina, berbagai fasilitas sementara mulai diperiksa, diperbaiki, dibongkar serta disimpan kembali untuk digunakan pada musim haji berikutnya. Jalanan dibersihkan, sistem pendingin diperiksa, dan peralatan darurat dikembalikan ke pusat fasilitas regional usai menjalani inspeksi teknis.

"Setelah berakhirnya musim haji, Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi mulai melakukan penutupan operasional fasilitas darurat musiman dan mempersiapkannya untuk musim mendatang, sesuai dengan rencana terorganisir yang memastikan kesiapan dan pemanfaatan sumber daya sebaik mungkin," ujar perwakilan dari Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi kepada Arab News.

Otoritas itu mengoperasikan dua jenis pusat darurat selama haji, antara lain fasilitas permanen berstruktur baja dan unit sementara yang terdiri dari tenda serta kabin portabel. Pusat permanen diamankan dan ditutup setelah musim berakhir, sedangkan struktur sementara dibongkar dan dipindahkan ke gudang untuk digunakan di musim haji selanjutnya.

"Mengenai peralatan medis dan perangkat darurat, sumber daya yang berpartisipasi dalam musim tersebut diinventarisasi dan ditarik dari berbagai wilayah setelah menjalani inspeksi teknis yang diperlukan," sambungnya.

Seluruh peralatan medis dan tanggap darurat bahkan diperiksa ulang ketika tiba di Makkah. Ini bertujuan memastikan kesiapan operasional serta ketersediaan suku cadang dan perlengkapan medis.

Pemerintah Saudi juga melakukan pemeriksaan besar-besaran terhadap jalan, terowongan, jaringan air, listrik serta infrastruktur pendingin yang mengalami tekanan tinggi selama musim haji berlangsung. Pelaksana Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci yaitu Kidana Development Co juga memasuki fase operasional baru setelah haji dengan fokus pada inspeksi, rehabilitasi dan pengembangan infrastruktur.

Pemeriksaan itu dilakukan secara dua tahap, yaitu untuk infrastruktur permanen seperti jaringan listrik dan air, serta fasilitas sementara yang dipilah berdasarkan tingkat kerusakannya. Kemudian sebagian fasilitas diperbaiki untuk digunakan kembali, sebagian disimpan, sementara aset yang rusak berat diganti dengan teknologi yang lebih baru dan efisien.

Pemerintah Saudi juga mengevaluasi data operasional selama haji. Data tersebut mencakup pergerakan jamaah, efisiensi transportasi, respons darurat, hingga upaya mitigasi cuaca panas. Nantinya, hasil evaluasi akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan serta kapasitas haji di masa mendatang sejalan dengan target Visi Saudi 2030.

Sistem transportasi juga menjalani proses pemeliharaan. Bus-bus pengangkut jamaah diperiksa sebelum dikembalikan ke operator, sedangkan Metro Al-Mashaaer Al-Mugaddassah menjalani inspeksi teknis sebelum memasuki masa siaga hingga musim haji berikutnya.

Pengelolaan Sampah Musim Haji

Kedatangan 1,7 juta jemaah haji tentu menyumbang sampah besar selama di Tanah Suci. Pengelolaan sampah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Arab Saudi.

Juru Bicara National Center for Waste Management, Sultan Al-Harthi, mengatakan musim haji menghasilkan berbagai jenis limbah mulai dari sampah rumah tangga, limbah medis, limbah rumah potong hewan, hingga limbah dari proyek Adahi.

Berdasarkan penuturannya, setiap jenis limbah ditangani melalui jalur khusus untuk memastikan pengolahan dan pembuangan berjalan aman serta ramah lingkungan. Al-Harthi mengakui lonjakan volume sampah dalam waktu singkat jadi tantangan utama, terlebih dengan adanya ketidakpatuhan sebagian penyedia layanan serta terbatasnya perusahaan pengelola limbah khusus.

"Tantangan-tantangan ini membutuhkan koordinasi tingkat tinggi antarinstansi terkait, peningkatan kepatuhan, serta pemberdayaan lebih besar kepada perusahaan swasta khusus agar dapat menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan," sambungnya.

Saksikan Live DetikPagi:




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads