Gelombang kedatangan hampir seratus ribu jemaah haji dari Mekkah ke Madinah akan dimulai pada 7 Juni 2026 mendatang. Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) meminta petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah agar memfasilitasi mereka dengan baik selama di Madinah.
"Nah, pelayanan itu karena jemaah haji datang ke Madinah ini kan salah satu hal yang paling mereka dambakan itu mereka bisa salat di Raudah. Itu satu. Yang kedua, mereka bisa ziarah ke makam Nabi. Dan tadi Kadaker kita (minta) memastikan seluruh jemaah ini bisa masuk semua ke Raudah dan berkesempatan semuanya untuk ziarah ke makam Nabi, " kata anggota Timwas Haji DPR Saan Mustopa.
Hal itu dikatakan dia usai rapat koordinasi Timwas Haji DPR dengan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Khalilurahman dan jajarannyadi Madinah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saan mengatakan, rapat dengan Kadaker Madinah hari ini adalah untuk memastikan kesiapan Daker untuk menyambut kedatangan jemaah haji dari Mekkah. Setidaknya akan ada 99.800 jemaah yang akan tinggal beberapa hari di Madinah sebelum pulang ke Indonesia.
"Nah, kami dari DPR tadi banyak berdiskusi dengan Kadaker Madinah ini terkait sekali lagi kesiapan mereka menyambut kedatangan para jemaah haji kita, terutama dari sisi pelayanan, " ucap Wakil Ketua DPR ini.
Timwas Haji DPR, menurut Saan, menilai secara keseluruhan Daker Madinah sudah siap menyambut dan melayani para jemaah. Memang ada sejumlah catatan yang ditemukan perihal pelayanan jemaah haji di Madinah, namun Timwas Haji DPR yakin Daker Madinah dapat mengatasinya.
"Tapi hotel-hotel semua sudah siap, dari mulai hotel bintang lima, semua juga sudah... karena ada yang banyak dipakai kurang lebih untuk 7.000-an jemaah lebih, itu akan menggunakan hotel bintang lima yang ada di Madinah.
Jadi, sekali lagi, dari sisi akomodasi hotelnya, dari sisi akomodasi konsumsi maupun transportasi, itu semua sudah siap, " ucap Saan.

Komentar Terbanyak
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya