Sholat istikharah adalah sholat sunnah untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT. Sholat ini bisa dikerjakan ketika tengah berada dalam keadaan bimbang atau bingung menentukan pilihan.
Dikutip dari buku Keajaiban Shalat Istikharah karya Muhammad Abu Ayyash, secara bahasa, istikharah berasal dari kata istikharah yang berarti meminta pilihan terbaik. Secara istilah, sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan pilihan terbaik dalam suatu perkara.
Sholat ini sangat dianjurkan ketika seseorang berada dalam kondisi ragu atau bingung menentukan keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat istikharah dikerjakan dua rakaat seperti halnya sholat sunnah lain. Sholat istikharah boleh dikerjakan pada siang hari atau pun malam hari.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu As-Siny dari hadits Anas bin Malik RA, "Jika engkau ingin melakukan sesuatu maka mohonkanlah pilihan kepada Tuhanmu tujuh kali, kemudian lihatlah mana yang condong oleh hatimu karena sesungguhnya kebaikan ada di dalamnya."
Niat Sholat Istikharah
أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى
Bacaan latin: Usholli sunnatal istikharati rak'ataini lillaahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."
Tata Cara Sholat Istikharah
Berikut tata cara sholat istikharah yang bisa menjadi panduan bagi umat Islam:
- Membaca niat sholat istikharah.
- Takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua belah tangan sambil mengucap Allahu Akbar.
- Kedua tangan berada di atas dada sambil membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah.
- Membaca surah pendek, diutamakan surah Al Kafirun pada rakaat pertama.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Membaca surah Al Fatihah dan dilanjutkan surah pendek, diutamakan surah pendek Al Ikhlas.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk tahiyat akhir.
- Salam.
Dalil tentang Sholat Istikharah
Dasar utama sholat istikharah adalah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdullah, "Rasulullah SAW mengajarkan kami istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an..." (HR. Bukhari)
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa istikharah yang dibaca setelah sholat.
Berikut doa setelah sholat istikharah yang bisa dipanjatkan:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَشَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
Bacaan latin: Allahumma inni astakhiiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as aluka min fadhlikal adziim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub. Allahumma ing kunta ta'lamu anna hadzal amra khairan liifii diinii wa ma'aasyi wa 'aqibati amrii faqdurhulii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa inkunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun liifii diinii wama'aasyi wa 'aqibati amrii, fashrifhu 'annii wasrifnii 'anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhinii.
Artinya: "Ya Rabb, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Rabb, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini (sebutkan masalah yang sedang dihadapi) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini (sebutkan masalah yang sedang dihadapi) buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada, dan ridhoilah aku dengan kebaikan."
(dvs/inf)












































Komentar Terbanyak
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji
Tutup Kekurangan Biaya Haji Rp 1,77 T, Menhaj: Kami Masih Diskusi dengan DPR