Mahasiswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kali ini, delegasi mahasiswa Indonesia sukses memborong berbagai gelar juara dalam ajang bergengsi Musabaqah Ramadan Internasional 2026 yang diselenggarakan di Tripoli, Libya.
Kompetisi tahunan ini diadakan oleh Kulliyah Dakwah Islamiyah (KDI) Tripoli bekerja sama dengan Quantum Akhyar Institute. Berlangsung pada 15-18 Maret 2026, ajang ini bertempat di Masjid Kulliyah Dakwah Islamiyah dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi Prestasi di Bulan Suci
Musabaqah Ramadan Internasional merupakan agenda rutin yang menjadi panggung bagi mahasiswa internasional untuk mengasah kompetensi religius mereka. Pada edisi tahun ini, mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya tampil mendominasi di berbagai kategori hafalan Al-Qur'an (MHQ) dan matan literatur Islam.
Di kategori utama, yakni MHQ 30 Juz, mahasiswa Indonesia berhasil menyapu bersih posisi podium. Muhammad Ihsan Hafidz keluar sebagai juara 1, disusul Haikal Alfa Rizq juara 2, dan Hendri juara 3. Dominasi serupa terjadi pada kategori MHQ 15 Juz yang dimenangkan oleh Muhammad Rasyidi, Muhammad Faizun, dan Muhammad Hafez Risyad.
Mahasiswa Indonesia borong juara Musabaqah Ramadan Internasional 2026 di Libya. Foto: Dok KKMI Libya/Zulfikar Audia Pratama |
Tak hanya mahasiswa, mahasiswi Indonesia juga unjuk gigi. Pada kategori MHQ 8 Juz, Nadira Mulya Arum, Win Fatimah Azizah, dan Latifah Ainun Qolbi sukses meraih posisi tiga besar. Sementara pada kategori MHQ 5 Juz, prestasi dipersembahkan oleh Salsabila Az-Zahra dan Yayang Lestari.
Dipercaya Jadi Imam Tarawih
Selain prestasi dalam kompetisi, kepercayaan besar juga diberikan oleh pihak kampus kepada mahasiswa Indonesia. Enam mahasiswa, yakni Hazim Ahmad, Muhammad Ihsan Hafiz, Muhammad Rasyidi, Muhammad Hafez Risyad, Rizqi Hilman, dan Hendri, mendapatkan amanah mulia untuk menjadi imam salat Tarawih dan tahajud selama bulan Ramadan 1447 H di lingkungan kampus.
Ketua KKMI Libya, Fadhil Al-Katiri, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Ia berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan seremonial, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain.
"Semoga prestasi ini membawa keberkahan, semakin menguatkan semangat dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur'an, serta menjadi inspirasi bagi yang lainnya untuk terus berprestasi," ujar Fadhil dalam keterangannya.
Ia juga mendoakan agar para mahasiswa tetap istikamah dalam menuntut ilmu di negeri orang. "Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan jalan dalam menuntut ilmu dan menjadikan kita semua bagian dari Ahlu-l-Qur'an," pungkasnya.
--
Zulfikar Audia Pratama
Mahasiswa S2 Jurusan Dakwah & Peradaban, Kulliyah Dakwah Islamiyah Tripoli, Libya
Artikel ini merupakan kolaborasi detikHikmah dengan PPI Dunia. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi)
(kri/kri)













































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?