Benarkah Bulan Syawal Jadi Bulan yang Pas untuk Menikah?

Benarkah Bulan Syawal Jadi Bulan yang Pas untuk Menikah?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Senin, 23 Mar 2026 14:00 WIB
two wedding rings and wedding invitation
Foto: Getty Images/iStockphoto/KMNPhoto
Jakarta -

Bulan Syawal sering dikaitkan dengan waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan dalam tradisi umat Islam. Keyakinan ini berkembang luas di masyarakat dan kerap menjadi pertimbangan dalam menentukan tanggal akad.

Dalam ajaran Islam, terdapat riwayat yang menjelaskan bahwa pernikahan yang dilakukan pada bulan Syawal pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Hal ini kemudian menjadi salah satu dasar yang sering dijadikan rujukan dalam membahas keutamaan menikah di bulan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits Menikah pada Bulan Syawal

Aisyah RA menuturkan bahwa Nabi SAW menikahinya pada bulan Syawal dan mulai membina rumah tangga bersamanya juga pada bulan Syawal. Ia berkata, "Nabi SAW. menikahiku pada bulan Syawal dan mulai membina keluarga bersamaku pada bulan Syawal. Maka tiada istri-istri beliau yang lebih baik di sisinya selain diriku" (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Salamah pada bulan Syawal, serta mulai membina kehidupan rumah tangga bersamanya pada bulan yang sama. Dalam riwayat tersebut disebutkan, "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Salamah pada bulan Syawal, dan mulai membina keluarga bersamanya pada bulan Syawal."

ADVERTISEMENT

Perintah Menikah dalam Islam

Menikah merupakan bagian dari syariat dalam Islam yang memiliki nilai ibadah. Anjuran untuk menikah telah dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur'an sebagai bentuk pengaturan kehidupan manusia agar lebih terarah dan bermakna.

Salah satu perintah tersebut terdapat dalam surah An Nur ayat 32,

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٣٢

Artinya: "Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."

Selain itu, Allah SWT juga menjelaskan tujuan pernikahan dalam surah Ar Rum ayat 21,

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢١

Artinya: "Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

Pernikahan juga merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan untuk diikuti oleh umat Islam. Hal ini sebagaimana sabda beliau dalam sebuah hadits,

اَلنِّكَاحُ سُنَّتِى فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى. (رواه مسلم)

Artinya: "Nikah itu termasuk sunnahku. Barang siapa yang membenci sunnahku maka dia tidak termasuk golonganku." (HR Muslim)

Keutamaan Menikah di Bulan Syawal

Dalam buku Rahasia Rumah Tangga Rasulullah karya Yola Hemdi, dijelaskan bahwa terdapat beberapa keutamaan menikah di bulan Syawal. Salah satunya adalah untuk meluruskan keyakinan masyarakat jahiliah yang dahulu menganggap pernikahan di bulan tersebut akan membawa kesialan dalam kehidupan rumah tangga.

Selain itu, menikah di bulan Syawal juga dipandang sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, yang diketahui melangsungkan pernikahan pada bulan tersebut. Dengan demikian, praktik ini tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meneladani kehidupan beliau.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads