- Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 1. Sholat Idul Fitri Dilaksanakan di Tanah Lapang 2. Sholat Idul Fitri Tidak Diawali dengan Azan dan Ikamah 3. Tidak Melaksanakan Sholat Sunnah 4. Dipasang Pembatas di Depan Imam Sholat 5. Dilaksanakan dengan Cara 7 dan 5 Takbir 6. Membaca Salah Satu Surah dalam Al-Quran 7. Dilanjut dengan Penyampaian Khutbah
Sholat Idul Fitri menjadi salah satu amalan yang dilakukan umat Islam pada saat hari raya. Mengetahui bacaan dan tata cara sholat tersebut, tentunya menjadi hal penting agar ibadah umat Islam dapat berjalan sesuai dengan tuntunan.
Terlebih lagi bagi warga Muhammadiyah, agar ibadah yang mereka kerjakan sesuai dengan tuntunan yang disepakati oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Untuk itu, berikut bacaan dan tata cara sholat Idul Fitri versi Muhammadiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Muhammadiyah
Mengacu Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu' Majelis Tarjih dan Tajdid, berikut bacaan dan tata cara sholat Idul Fitri Muhammadiyah:
1. Sholat Idul Fitri Dilaksanakan di Tanah Lapang
Sholat Idul Fitri disunnahkan untuk dilaksanakan di tanah lapang, kecuali jika ada halangan seperti hujan. Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dari Abu Sa'id al-Hudriy:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرَ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ
Artinya: "Bahwa Rasul SAW keluar pada hari raya Idul Fitri dan Adha ke al-Mushala (tanah lapang). Hal pertama yang dilakukan adalah sholat. Setelah selesai beliau berdiri menghadap para jemaah, sementara mereka duduk bersaf, lalu beliau memberi nasihat, berwasiat dan memerintah mereka. Apabila beliau hendak berhenti, maka berhenti dan bila memerintah sesuatu, maka langsung memerintahkannya, kemudian selesai." (HR Bukhari, Muslim, dan al-Nasa'i)
2. Sholat Idul Fitri Tidak Diawali dengan Azan dan Ikamah
Sholat Idul Fitri dikerjakan tanpa dikumandangkannya azan dan ikamah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Jabir bin'Abdullah:
لَمْ يَكُنْ يُؤَذِّنُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَلَا يَوْمَ الْأَضْحَى ثُمَّ سَأَلْتُهُ بَعْدَ حِينٍ عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَنِي قَالَ أَخْبَرَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ أَنْ لَا أَذَانَ لِلصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ حِينَ يَخْرُجُ الْإِمَامُ وَلَا بَعْدَ مَا يَخْرُجُ وَلَا إِقَامَةَ وَلَا نِدَاءَ وَلَا شَيْءَ لَا نِدَاءَ يَوْمَئِذٍ وَلَا إِقَامَةَ
Artinya: "Tidak ada azan ketika (sholat) Idul Fitri dan juga Idul Adha. Lalu setelah sesaat aku tanyakan masalah itu. Dia memberitahuku bahwa Jabir bin Abdullah al-Anshari berkata bahwasanya tidak ada azan untuk sholat Idul Fitri ketika imam datang dan tidak pula ada ikamah, tidak ada seruan apa pun dan waktu itu tidak ajakan dan tidak pula ikamah." (HR Bukhari dan Muslim)
3. Tidak Melaksanakan Sholat Sunnah
Sholat Idul Fitri tidak diawali dan diakhiri dengan sholat sunnah. Hal ini bersandar pada hadits riwayat Ibnu Abbas berikut:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى يَوْمَ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلُّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا ثُمَّ أَتَى النِّسَاءَ وَمَعَهُ بِلَالٌ فَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi SAW sholat dua rakaat pada Hari Raya Idul Fitri. Beliau tidak sholat sebelumnya dan tidak pula setelahnya. Kemudian beliau mendatangi para wanita bersama Bilal, lalu memerintah mereka bersedekah." (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
4. Dipasang Pembatas di Depan Imam Sholat
Hendaknya diberi pembatas (sutrah) dengan menggunakan suatu benda agar tidak dilalui seseorang sehingga sholat berjalan lebih khusyuk. Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Nafi' dari Ibnu Umar:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيدِ أَمَرَ بِالْحُرْبَةِ فَتُوضَعُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ وَرَاءَهُ وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السَّفَرِ فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا الْأَمَرَاءُ
Artinya: "Bahwa Rasulullah SAW apabila keluar pada hari Id, beliau memerintahkan untuk meletakkan tombak di depannya, kemudian beliau sholat dan orang-orang berada di belakangnya, dan ia melakukan hal tersebut dalam safar (sholat safar)." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)
5. Dilaksanakan dengan Cara 7 dan 5 Takbir
Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak 2 rakaat, pada rakaat pertama diawali dengan takbir sebanyak 7 kali, kemudian rakaat kedua takbir sebanyak 5 kali. Tidak terdapat bacaan tertentu yang dicontohkan Rasulullah SAW pada sela-sela takbir tersebut.
Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Katsir bin Abdillah:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ فِي الْأُولَى سَبْعًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ وَفِي الْآخِرَةِ خَمْسًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ
Artinya: "Bahwa Nabi SAW pada sholat dua hari raya takbir tujuh kali untuk rakaat pertama sebelum membaca (al-Fatihah) dan bertakbir lima kali pada rakaat kedua juga sebelum membacanya." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
6. Membaca Salah Satu Surah dalam Al-Quran
Disunnahkan untuk membaca surah Al-A'la atau Qaf pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar pada rakaat kedua. Hal ini bersandar pada hadits riwayat Ibnu Abbas:
أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَة
Artinya: "Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi SAW pada sholat dua hari raya membaca Sabbihisma Rabbikal A'la dan Hal Ataka Haditsul Ghasyiyah." (HR Ibnu Majah)
Dalam redaksi lain, yaitu hadits riwayat Ubaidillah bin Abdillah:
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَابِ سَأَلَ أَبَا وَاقِدِ اللَّيْنِي مَا كَانَ يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأَضْحَى وَالْفِطْرِ فَقَالَ كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِقِ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ وَاقْتَرَبَتْ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Artinya: "Dari Ubadillah bin Abdullah, bahwasanya Umar bin al-Khattab bertanya kepada Abu Waqid al-Laitsi mengenai apa yang dibaca Rasulullah SAW ketika sholat Idul Adha dan Idul Fitri. Lalu dia menjawab: Rasul membaca pada kedua hari raya itu Qaf wal-Qur'anil Majid dan Iqtarabatis Sa'ah dan Insaqqal Qamar." (HR Muslim, At-Tirmidzi, Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Malik)
7. Dilanjut dengan Penyampaian Khutbah
Setelah selesai melaksanakan sholat Idul Fitri, dilanjut dengan penyampai khutbah oleh khatib mengenai nasihat dan anjuran berbuat baik. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Sa'id al Khudry berikut:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرَ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ
Artinya: "Dari Abu Sa'id al-Hudriyi berkata: Bahwa Rasul SAW keluar pada Hari Raya Idul Fitri dan Adha ke al-Mushala (tanah lapang). Hal pertama yang dilakukan adalah sholat. Setelah selesai beliau berdiri menghadap para jemaah, sementara mereka duduk bersaf, lalu beliau memberi nasihat, berwasiat dan memerintah mereka. Apabila beliau hendak berhenti, maka berhenti dan bila memerintah sesuatu, maka langsung memerintahkannya, kemudian selesai." (HR Bukhari)
Itulah bacaan dan tata cara sholat Idul Fitri Muhammadiyah. Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah akan digelar pada Jumat, 20 Maret 2026.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Kenapa Mayoritas Penduduk Madinah Dulu Beragama Yahudi?