- Apakah Orang yang Meninggal di Bulan Ramadan Istimewa?
- Tanda-tanda Orang Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah 1. Mengucap Kalimat Syahadat 2. Keningnya Berkeringat 3. Meninggal Dalam Keadaan Syahid 4. Meninggal saat Nifas, Hamil atau Melahirkan 5. Meninggal saat Mempertahankan Harta dari Perampok 6. Meninggal saat Menjaga Wilayah Perbatasan di Jalan Allah 7. Meninggal Dalam Keadaan Melakukan Amal Saleh
Kabar seseorang meninggal di bulan Ramadan sering disertai anggapan bahwa ia mendapatkan keistimewaan. Hal ini membuat banyak umat Islam yang penasaran tentang keutamaan wafat pada bulan suci tersebut.
Pada dasarnya, semua makhluk yang bernyawa pasti akan meninggal dunia. Tidak ada satu pun yang bisa hidup selamanya di dunia ini. Waktu kematian atau ajal setiap orang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, dan menjadi rahasia yang tidak ada seorang pun tahu kapan datangnya.
Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 185,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Kullu nafsin żā'iqatul-maut(i), wa innamā tuwaffauna ujūrakum yaumal-qiyāmah(ti), faman zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata faqad fāz(a), wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurūr(i).
Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
Lalu, apakah orang yang meninggal di bulan Ramadan istimewa? Berikut penjelasannya menurut ajaran Islam beserta dalil yang berkaitan dengan keistimewaan wafat di bulan Ramadan.
Apakah Orang yang Meninggal di Bulan Ramadan Istimewa?
Sebagian orang beranggapan bahwa meninggal di bulan Ramadan sangat istimewa atau disebut meninggal dalam keadaan baik.
Namun, berdasarkan penelusuran detikHikmah, tidak ditemukan dalil khusus yang menyebut bahwa ada keistimewaan bagi seseorang yang wafat di bulan Ramadan.
Meski begitu, terdapat hadits yang menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam keadaan beramal saleh dan selalu beribadah kepada Allah SWT. Dalam buku Keistimewaan Puasa Menurut Syariat & Kedokteran karya Syeikh Mutawalli Sya Rawi, dari Amr bin Murrah al-Juhni dia berujar seseorang dari Qudha'ah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata,
"Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila aku mengucapkan syahadat laa ilaha illallah wa annaka Rasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya kamu adalah utusan Allah), aku salat lima waktu, melakukan puasa Ramadan, mengerjakan ibadah (shalat tarawih) bulan Ramadan dan menunaikan zakat?" Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa yang meninggal dunia seperti ini maka dia termasuk golongan syuhada' dan shiddiqin." (HR. Ibnu Hibban)
Hadits ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang itu tergantung dengan keimanan dan amal ibadah yang dijalankannya.
Sementara itu, dalam buku 800 Hadits Pilihan dan Penjelasannya oleh Syaikh Muhammad Musthafa Imarah dijelaskan bahwa wafat pada bulan Ramadan bisa menjadi keadaan yang baik jika seseorang meninggal saat memiliki banyak amal saleh.
Jadi, yang paling menentukan seseorang meninggal dalam keadaan baik atau mendapatkan keistimewaan bukan karena bulannya, melainkan seberapa banyak amal saleh atau kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan sepanjang hidup di dunia.
Selain itu, Allah SWT pun berulang kali menegaskan dalam Al-Quran bahwa surga diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Salah satunya terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 25,
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Wa basysyiril-lażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal- anhār(u), kullamā ruziqū minhā min ṡamaratir rizqā(n), qālū hāżal-lażī ruziqnā min qablu wa utū bihī mutasyābihā(n), wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidūn(a).
Artinya: "Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, 'Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.' Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya."
Tanda-tanda Orang Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah
Dalam buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya H. Sopian Riduan, S.Ag., M.Pd., dijelaskan bahwa setiap muslim tentu berharap dapat meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Istilah husnul khotimah berarti akhir kehidupan yang baik dan mendapat ridha dari Allah SWT.
Berikut beberapa tanda orang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah beserta hadits yang menjelaskannya.
1. Mengucap Kalimat Syahadat
Salah satu tanda husnul khotimah adalah seseorang mengucapkan kalimat syahadat menjelang ajalnya. Kalimat ini menunjukkan keimanan kepada Allah SWT. Dari Mu'adz bin Jabal RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat 'laa ilaha illallah' (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga." (HR. Abu Daud)
2. Keningnya Berkeringat
Tanda lain dari husnul khotimah adalah seseorang meninggal dalam keadaan keningnya berkeringat. Hal ini disebutkan dalam hadits sebagai salah satu tanda wafatnya orang beriman.
Dari Buraidah bin Al-Hashib RA, Rasulullah SAW bersabda, "Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa'i, dan Ahmad)
3. Meninggal Dalam Keadaan Syahid
Dalam Islam, ada beberapa orang yang mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid, meskipun tidak gugur di medan perang. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho'un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Meninggal saat Nifas, Hamil atau Melahirkan
Bagi seorang wanita, meninggal dunia saat hamil atau ketika melahirkan juga disebut sebagai salah satu bentuk syahid.
Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit RA, bahwa Nabi Muhammad SAW menyebutkan beberapa syuhada', di antaranya,
"Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
5. Meninggal saat Mempertahankan Harta dari Perampok
Seseorang yang meninggal karena mempertahankan hartanya dari orang yang ingin merampasnya juga termasuk mendapatkan pahala syahid.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah SAW, ia berkata,
"Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?" Beliau bersabda, "Jangan kau beri kepadanya." Ia bertanya lagi, "Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?" Beliau bersabda, "Bunuhlah dia." "Bagaimana jika ia malah membunuhku?", ia balik bertanya. "Engkau dicatat syahid", jawab Nabi shallallahu'alaihi wa sallam. "Bagaimana jika aku yang membunuhnya?", ia bertanya kembali. "Ia yang di neraka", jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. (HR. Muslim).
6. Meninggal saat Menjaga Wilayah Perbatasan di Jalan Allah
Orang yang meninggal ketika menjaga wilayah perbatasan di jalan Allah juga mendapatkan keutamaan besar. Dari Salman Al-Farisi RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah." (HR. Muslim)
7. Meninggal Dalam Keadaan Melakukan Amal Saleh
Tanda husnul khotimah lainnya adalah seseorang meninggal ketika sedang melakukan amal baik, seperti berzikir, berpuasa, atau bersedekah.
Dari Hudzaifah Ibnul Yaman RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barang siapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bersedekah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga". (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, halaman 58. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Itulah dia penjelasan tentang apakah orang yang meninggal di bulan Ramadan istimewa menurut ajaran Islam beserta tanda-tanda orang yang meninggal husnul khotimah.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah kapan seseorang meninggal dunia, melainkan bagaimana selama ini ia menjalani hidupnya.
Semoga setiap muslim diberi kesempatan memperbanyak amal saleh dan meraih akhir kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Baca juga: Tata Cara Membaca Yasin Saat Ziarah Kubur |
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN