Tata Cara Membaca Yasin Saat Ziarah Kubur

Tata Cara Membaca Yasin Saat Ziarah Kubur

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 09 Mar 2026 08:45 WIB
Ilustrasi muslim ziarah kubur.
Ilustrasi muslim ziarah kubur. (Foto: Freepik)
Jakarta -

Yasin jadi salah satu surah yang bisa dibaca ketika ziarah kubur. Banyak keutamaan yang terkandung dalam surah Yasin.

Menurut buku Menerapkan Keajaiban Surah Yasin karya Achmad Chodjim, Yasin jadi jantungnya Al-Qur'an. Jantung merupakan pusat kehidupan karena surah Yasin mencakup penjelasan terkkait keberadaan Allah SWT, hari kebangkitan, keimanan kepada Allah SWT dan para nabi, serta tujuannya hingga bantahan terhadap orang-orang kafir dan musyrik.

Dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati. Dan hatinya Al-Qur'an adalah (surat) Yaa Siin. Siapa yang membaca Yaa Siin Allah menuliskan (memberi pahala) baginya sepuluh kali membaca Al-Qur'an (secara utuh/khatam)."

Adapun, terkait ziarah kubur dimaknai sebagai berkunjungnya seseorang ke makam keluarga, kerabat, teman dan lainnya yang sudah meninggal dunia. Ziarah kubur diperbolehkan dalam Islam seperti tercantum dalam hadits Rasulullah SAW berikut,

ADVERTISEMENT

"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah. Karena dengannya, akan bisa mengingatkan pada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan hujr (ucapan yang buruk)." (HR Muslim)

Tata Cara Membaca Surah Yasin saat Ziarah Kubur

1. Awali dengan Membaca Surah Al Fatihah

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų ÛŲĄ Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™ ۝Ųĸ Ų…Ų°Ų„ŲŲƒŲ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†ŲÛ— ÛŲ¤ Ø§ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ Ų†ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ Ų†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲÛ— ۝ŲĨ Ø§ŲŲ‡Ų’Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲØąŲŽØ§ØˇŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽÛ™ ۝ŲĻ ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØšŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ەۙ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØēŲ’ØļŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ø§Ų„ØļŲ‘ŲŽØ§Û¤Ų„ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†ŲŽāŖ– ÛŲ§

BismillÃĸhir-raá¸ĢmÃĸnir-raá¸ĢÃŽm al-á¸Ģamdu lillÃĸhi rabbil-'ÃĸlamÃŽn ar-raá¸ĢmÃĸnir-raá¸ĢÃŽm mÃĸliki yaumid-dÃŽn iyyÃĸka na'budu wa iyyÃĸka nasta'ÃŽn ihdinash-shirÃĸthal-mustaqÃŽm shirÃĸthalladzÃŽna an'amta 'alaihim ghairil-maghdlÃģbi 'alaihim wa ladl-dlÃĸllÃŽn

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,vPemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

2. Membaca Surah Yasin Ayat 1-83

ŲŠŲ°ØŗÛ¤
Yā sÄĢn.

1. Yā SÄĢn."

ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø§Ų°Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…ŲÛ™

Wal-qur'ānil-á¸ĨakÄĢm(i).

2. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah,"

Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Innaka laminal-mursalÄĢn(a).

3. sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar salah seorang dari rasul-rasul"

ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲ Ų…ŲŲ‘ØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…Ų

'Alā ášŖirāᚭim mustaqÄĢm(in).

4. (yang berada) di atas jalan yang lurus,"

ØĒŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø˛Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…ŲÛ™

TanzÄĢlal-'azÄĢzir-raá¸ĨÄĢm(i).

5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,"

؄ؐØĒŲŲ†Ų’Ø°ŲØąŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ų…ŲŽŲ‘Øĸ Ø§ŲŲ†Ų’Ø°ŲØąŲŽ Ø§Ų°Ø¨ŲŽØ§Û¤Ø¤ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØēŲ°ŲŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

LitunÅŧira qaumam mā unÅŧira ābā'uhum fahum gāfilÅĢn(a).

6. agar engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, sehingga mereka lalai."

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ø­ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ØšŲŽŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲƒŲ’ØĢŲŽØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Laqad á¸Ĩaqqal-qaulu 'alā akᚥarihim fahum lā yu'minÅĢn(a).

7. Sungguh, benar-benar berlaku perkataan (ketetapan takdir) terhadap kebanyakan mereka, maka mereka tidak akan beriman."

Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŽØšŲ’Ų†ŲŽØ§Ų‚ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽØēŲ’Ų„Ų°Ų„Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ‡ŲŲŠŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ°Ų’Ų‚ŲŽØ§Ų†Ų ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų‚Ų’Ų…ŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ų†

Innā ja'alnā fÄĢ a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-aÅŧqāni fahum muqmaá¸ĨÅĢn(a).

8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu (tangan mereka yang terbelenggu diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah."

ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒÛĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŗŲŽØ¯Ų‹Ų‘Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŗŲŽØ¯Ų‹Ų‘Ø§ ŲŲŽØ§ŲŽØēŲ’Ø´ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų°Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¨Ų’ØĩŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa ja'alnā mim baini aidÄĢhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fahum lā yubášŖirÅĢn(a).

9. Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat."

ŲˆŲŽØŗŲŽŲˆŲŽØ§Û¤ØĄŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØĄŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’Ø°ŲŽØąŲ’ØĒŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŲ†Ų’Ø°ŲØąŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa sawā'un 'alaihim a'anÅŧartahum am lam tunÅŧirhum lā yu'minÅĢn(a).

10. Sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada mereka atau tidak. Mereka (tetap) tidak akan beriman."

Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŲ†Ų’Ø°ŲØąŲ Ų…ŲŽŲ†Ų اØĒŲŽŲ‘Ø¨ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘ŲƒŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽØŽŲŽØ´ŲŲŠŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…Ų°Ų†ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØēŲŽŲŠŲ’Ø¨ŲÛš ŲŲŽØ¨ŲŽØ´ŲŲ‘ØąŲ’Ų‡Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ‘Ø§ŲŽØŦŲ’ØąŲ ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų

Innamā tunÅŧiru manittaba'aÅŧ-Åŧikra wa khasyiyar-raá¸Ĩmāna bil-gaib(i), fa basysyirhu bimagfiratiw wa ajrin karÄĢm(in).

11. Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya. Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia."

Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲŽØ­Ų’Ų†Ų Ų†ŲØ­Ų’ŲŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲˆŲ’ØĒŲ°Ų‰ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲƒŲ’ØĒŲØ¨Ų Ų…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ¯ŲŽŲ‘Ų…ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽØ§Ų°ØĢŲŽØ§ØąŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Û— ŲˆŲŽŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ø§ŲŽØ­Ų’ØĩŲŽŲŠŲ’Ų†Ų°Ų‡Ų ŲŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų Ų…ŲŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų āŖ–

Innā naá¸Ĩnu nuá¸Ĩyil-mautā wa naktubu mā qaddamÅĢ wa āᚥārahum, wa kulla syai'in aá¸ĨášŖaināhu fÄĢ imāmim mubÄĢn(in).

12. Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauhulmahfuz)."

ŲˆŲŽØ§ØļŲ’ØąŲØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŽŲ‘ØĢŲŽŲ„Ų‹Ø§ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­Ų°Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØąŲ’ŲŠŲŽØŠŲÛ˜ Ø§ŲØ°Ų’ ØŦŲŽØ§Û¤ØĄŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛš

Waḍrib lahum maᚥalan aášŖá¸Ĩābal-qaryah(ti), iÅŧ jā'ahal-mursalÅĢn(a).

13. Buatlah suatu perumpamaan bagi mereka (kaum kafir Makkah), yaitu penduduk suatu negeri, ketika para utusan datang kepada mereka,"

Ø§ŲØ°Ų’ Ø§ŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØĸ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų اØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŲŽŲƒŲŽØ°ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲˆŲ’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŽØšŲŽØ˛ŲŽŲ‘Ø˛Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØĢŲŽØ§Ų„ŲØĢŲ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Øĸ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘ØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

IÅŧ arsalnā ilaihimuᚥnaini fa kaÅŧÅŧabÅĢhumā fa 'azzaznā biᚥāliᚥin faqālÅĢ innā ilaikum mursalÅĢn(a).

14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga. Maka, ketiga (utusan itu) berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲŽØ´ŲŽØąŲŒ ؅ؐؑØĢŲ’Ų„ŲŲ†ŲŽØ§Û™ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲÛ™ Ø§ŲŲ†Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲŽŲƒŲ’Ø°ŲØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

QālÅĢ mā antum illā basyarum miᚥlunā, wa mā anzalar-raá¸Ĩmānu min syai'(in), in antum illā takÅŧibÅĢn(a).

15. Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. (Allah) Yang Maha Pengasih tidak (pernah) menurunkan sesuatu apa pun. Kamu hanyalah berdusta."

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Øĸ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲ…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

QālÅĢ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalÅĢn(a).

16. Mereka (para rasul) berkata, "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar para utusan(-Nya) kepadamu."

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØĸ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„Ų°ØēŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų

Wa mā 'alainā illal-balāgul-mubÄĢn(u).

17. Adapun kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) yang jelas."

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲŽØˇŲŽŲŠŲŽŲ‘ØąŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų’Ûš Ų„ŲŽŲ‰ŲŲ•Ų†Ų’ Ų„ŲŽŲ‘Ų…Ų’ ØĒŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽŲ‡ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØąŲ’ØŦŲŲ…ŲŽŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽŲ…ŲŽØŗŲŽŲ‘Ų†ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽŲ‘Ø§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŒ Ø§ŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ

QālÅĢ innā taáš­ayyarnā bikum, la'il lam tantahÅĢ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'aÅŧābun alÄĢm(un).

18. Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami."

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ØˇŲŽØ§Û¤Ų‰ŲŲ•ØąŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŽŲ‘ØšŲŽŲƒŲŲ…Ų’Û— Ø§ŲŽŲ‰ŲŲ•Ų†Ų’ Ø°ŲŲƒŲŲ‘ØąŲ’ØĒŲŲ…Ų’Û— Ø¨ŲŽŲ„Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŒ Ų…ŲŲ‘ØŗŲ’ØąŲŲŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

QālÅĢ áš­Ä'irukum ma'akum, a'in Åŧukkirtum, bal antum qaumum musrifÅĢn(a).

19. Mereka (para rasul) berkata, "Kemalangan kamu itu (akibat perbuatan) kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan, (lalu kamu menjadi malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."

ŲˆŲŽØŦŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø§ŲŽŲ‚Ų’ØĩŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŠŲ ØąŲŽØŦŲŲ„ŲŒ ŲŠŲŽŲ‘ØŗŲ’ØšŲ°Ų‰ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲ°Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų اØĒŲŽŲ‘Ø¨ŲØšŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™

Wa jā'a min aqášŖal-madÄĢnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalÄĢn(a).

20. Datanglah dengan bergegas dari ujung kota, seorang laki-laki.) Dia berkata, "Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu!"

اØĒŲŽŲ‘Ø¨ŲØšŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ‘Ø§ ŲŠŲŽØŗŲ’Ų€ŲŽŲ”Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽØŦŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų‡Ų’ØĒŲŽØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ۔

Ittabi'ÅĢ mal lā yas'alukum ajraw wa hum muhtadÅĢn(a).

21. Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan (dalam berdakwah) kepadamu. Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŲŠŲŽ Ų„ŲŽØĸ Ø§ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ŲŲŽØˇŲŽØąŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØĒŲØąŲ’ØŦŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa mā liya lā a'budul-laÅŧÄĢ faáš­aranÄĢ wa ilaihi turja'ÅĢn(a).

22. Apa (alasanku) untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan?"

ØĄŲŽØ§ŲŽØĒŲŽŲ‘ØŽŲØ°Ų ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŲ‡Ų–Ų“ Ø§Ų°Ų„ŲŲ‡ŲŽØŠŲ‹ Ø§ŲŲ†Ų’ ŲŠŲŲ‘ØąŲØ¯Ų’Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų Ø¨ŲØļŲØąŲŲ‘ Ų„ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲØēؒ؆ؐ ØšŲŽŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ Ø´ŲŽŲŲŽØ§ØšŲŽØĒŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø´ŲŽŲŠŲ’Ų€Ų‹Ų”Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŲ†Ų’Ų‚ŲØ°ŲŲˆŲ’Ų†Ų

A'attakhiÅŧu min dÅĢnihÄĢ Älihatan iy yuridnir-raá¸Ĩmānu biḍurril lā tugni 'annÄĢ syafā'atuhum syai'aw wa lā yunqiÅŧÅĢn(i).

23. Mengapa aku (harus) mengambil sembahan-sembahan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku."

Ø§ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲØ°Ų‹Ø§ Ų„ŲŽŲ‘ŲŲŲŠŲ’ ØļŲŽŲ„Ų°Ų„Ų Ų…ŲŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų

InnÄĢ iÅŧal lafÄĢ á¸alālim mubÄĢn(in).

24. Sesungguhnya aku (jika berbuat) begitu, pasti berada dalam kesesatan yang nyata."

Ø§ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų“ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†Ų’ØĒŲ Ø¨ŲØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽØ§ØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲÛ—

InnÄĢ Ämantu birabbikum fasma'ÅĢn(i).

25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Maka, dengarkanlah (pengakuan)-ku."

Ų‚ŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ø¯Ų’ØŽŲŲ„Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲŽ Û—Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲ°Ų„ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

QÄĢladkhulil-jannah(ta), qāla yā laita qaumÄĢ ya'lamÅĢn(a).

26. Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga.") Dia (laki-laki itu) berkata, "Aduhai, sekiranya kaumku mengetahui."

Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ØēŲŽŲŲŽØąŲŽ Ų„ŲŲŠŲ’ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Bimā gafaralÄĢ rabbÄĢ wa ja'alanÄĢ minal-mukramÄĢn(a).

27. (bagaimana) Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan."

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŲ‡Ų– ؅ؐ؆ؒÛĸ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŲ‡Ų– ؅ؐ؆ؒ ØŦŲŲ†Ų’Ø¯Ų Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§Û¤ØĄŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų…ŲŲ†Ų’Ø˛ŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Wa mā anzalnā 'alā qaumihÄĢ mim ba'dihÄĢ min jundim minas-samā'i wa mā kunnā munzilÄĢn(a).

28. Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya."

Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽØĒŲ’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØĩŲŽŲŠŲ’Ø­ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲØ¯ŲŽØŠŲ‹ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŽŲ°Ų…ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

In kānat illā ášŖaiá¸Ĩataw wāá¸Ĩidatan fa'iÅŧā hum khāmidÅĢn(a).

29. (Azab mereka) itu cukup dengan satu teriakan saja. Maka, seketika itu mereka mati."

ŲŠŲ°Ø­ŲŽØŗŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲÛš Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ؅ؐؑ؆ؒ ØąŲŽŲ‘ØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲŲ‡Ų– ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲ‡Ų’Ø˛ŲØĄŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Yā á¸Ĩasratan 'alal-'ibād(i), mā ya'tÄĢhim mir rasÅĢlin illā kānÅĢ bihÄĢ yastahzi'ÅĢn(a).

30. Alangkah besar penyesalan diri para hamba itu. Setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya."

Ø§ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØąŲŽŲˆŲ’Ø§ ŲƒŲŽŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽŲƒŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲŲˆŲ’Ų†Ų Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Alam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurÅĢni annahum ilaihim lā yarji'ÅĢn(a).

31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan? Mereka (setelah binasa) tidak ada yang kembali kepada mereka (di dunia)."

ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŲ„ŲŒŲ‘ Ų„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽŲ‘Ø§ ØŦŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŒ Ų„ŲŽŲ‘Ø¯ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­Ų’ØļŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ āŖ–

Wa in kullul lammā jamÄĢ'ul ladainā muá¸ĨḍarÅĢn(a).

32. Tidak ada satu (umat) pun, kecuali semuanya akan dihadirkan kepada Kami (untuk dihisab)."

ŲˆŲŽØ§Ų°ŲŠŲŽØŠŲŒ Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽØŠŲ Û–Ø§ŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽŲŠŲ’Ų†Ų°Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ŲŽØŽŲ’ØąŲŽØŦŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ Ø­ŲŽØ¨Ų‹Ų‘Ø§ ŲŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲŠŲŽØŖŲ’ŲƒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa āyatul lahumul-arḍul-maitah(tu), aá¸Ĩyaināhā wa akhrajnā minhā á¸Ĩabban faminhu ya'kulÅĢn(a).

33. Suatu tanda (kekuasaan-Nya) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus lalu) Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari (biji-bijian) itu mereka makan."

ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ØŦŲŽŲ†Ų‘Ų°ØĒŲ ؅ؐؑ؆ؒ Ų†ŲŽŲ‘ØŽŲŲŠŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽŲ‘Ø§ŲŽØšŲ’Ų†ŲŽØ§Ø¨Ų ŲˆŲŽŲ‘ŲŲŽØŦŲŽŲ‘ØąŲ’Ų†ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲŠŲŲˆŲ’Ų†ŲÛ™

Wa ja'alnā fÄĢhā jannātim min nakhÄĢliw wa a'nābiw wa fajjarnā fÄĢhā minal-'uyÅĢn(i).

34. Kami (juga) menjadikan padanya (bumi) kebun-kebun kurma dan anggur serta Kami memancarkan padanya beberapa mata air"

Ų„ŲŲŠŲŽØŖŲ’ŲƒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ؅ؐ؆ؒ ØĢŲŽŲ…ŲŽØąŲŲ‡Ų–Û™ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„ŲŽØĒŲ’Ų‡Ų Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ۗ Ø§ŲŽŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Liya'kulÅĢ min ᚥamarihÄĢ wa mā 'amilathu aidÄĢhim, afalā yasykurÅĢn(a).

35. agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur?"

ØŗŲØ¨Ų’Ø­Ų°Ų†ŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØ§ØŦŲŽ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲŲ†Ų’ÛĸØ¨ŲØĒŲ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Subá¸Ĩānal-laÅŧÄĢ khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamÅĢn(a).

36. Maha Suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

ŲˆŲŽØ§Ų°ŲŠŲŽØŠŲŒ Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„ŲŽŲ‘ŲŠŲ’Ų„Ų Û–Ų†ŲŽØŗŲ’Ų„ŲŽØŽŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽØ§ØąŲŽ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ø¸Ų’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

Wa āyatul lahumul-lailu naslakhu minhun-nahāra fa'iÅŧā hum muáē“limÅĢn(a).

37. Suatu tanda juga (atas kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam. Kami pisahkan siang dari (malam) itu. Maka, seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan."

ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ų…Ų’ØŗŲ ØĒŲŽØŦŲ’ØąŲŲŠŲ’ Ų„ŲŲ…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŽØąŲŲ‘ Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Û—Ø°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽ ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¯ŲŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø˛Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…ŲÛ—

Wasy-syamsu tajrÄĢ limustaqarril lahā, Åŧālika taqdÄĢrul-'azÄĢzil-'alÄĢm(i).

38. (Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ Ų‚ŲŽØ¯ŲŽŲ‘ØąŲ’Ų†Ų°Ų‡Ų Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§Ø˛ŲŲ„ŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘Ų°Ų‰ ØšŲŽØ§Ø¯ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲØąŲ’ØŦŲŲˆŲ’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Wal-qamara qaddarnāhu manāzila á¸Ĩattā 'āda kal-'urjÅĢnil-qadÄĢm(i).

39. (Begitu juga) bulan, Kami tetapkan bagi(-nya) tempat-tempat peredaran sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."

Ų„ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ų…Ų’ØŗŲ ŲŠŲŽŲ†Ų’ÛĸØ¨ŲŽØēŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲØ¯Ų’ØąŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ø§Ų„ŲŽŲ‘ŲŠŲ’Ų„Ų ØŗŲŽØ§Ø¨ŲŲ‚Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽØ§ØąŲ Û—ŲˆŲŽŲƒŲŲ„ŲŒŲ‘ ŲŲŲŠŲ’ ŲŲŽŲ„ŲŽŲƒŲ ŲŠŲŽŲ‘ØŗŲ’Ø¨ŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Lasy-syamsu yambagÄĢ lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār(i), wa kullun fÄĢ falakiy yasbaá¸ĨÅĢn(a).

40. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

ŲˆŲŽØ§Ų°ŲŠŲŽØŠŲŒ Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ø­ŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø°ŲØąŲŲ‘ŲŠŲŽŲ‘ØĒŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ŲŲŲ„Ų’ŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ´Ų’Ø­ŲŲˆŲ’Ų†ŲÛ™

Wa āyatul lahum annā á¸Ĩamalnā Åŧurriyyatahum fil-fulkil-masyá¸ĨÅĢn(i).

41. Suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami mengangkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan."

ŲˆŲŽØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؅ؐؑ؆ؒ ؅ؐؑØĢؒ؄ؐ؇ؖ Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØąŲ’ŲƒŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa khalaqnā lahum mim miᚥlihÄĢ mā yarkabÅĢn(a).

42. (Begitu juga) Kami menciptakan untuk mereka dari jenis itu angkutan (lain) yang mereka kendarai."

ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ Ų†ŲŽŲ‘Ø´ŲŽØŖŲ’ Ų†ŲØēŲ’ØąŲŲ‚Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĩŲŽØąŲŲŠŲ’ØŽŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽØ°ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

Wa in nasya' nugriqhum falā ášŖarÄĢkha lahum wa lā hum yunqaÅŧÅĢn(a).

43. Jika Kami menghendaki, Kami akan menenggelamkan mereka. Kemudian, tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan."

Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽŲ‘Ø§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØĒŲŽØ§ØšŲ‹Ø§ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ Ø­ŲŲŠŲ’Ų†Ų

Illā raá¸Ĩmatam minnā wa matā'an ilā á¸ĨÄĢn(in).

44. Akan tetapi, (Kami menyelamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberi mereka kesenangan hidup sampai waktu tertentu."

ŲˆŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų اØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa iÅŧā qÄĢla lahumuttaqÅĢ mā baina aidÄĢkum wa mā khalfakum la'allakum turá¸ĨamÅĢn(a).

45. Ketika dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat," (maka mereka berpaling)."

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽØŖŲ’ØĒŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ؅ؐؑ؆ؒ Ø§Ų°ŲŠŲŽØŠŲ ؅ؐؑ؆ؒ Ø§Ų°ŲŠŲ°ØĒؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲØšŲ’ØąŲØļŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Wa mā ta'tÄĢhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānÅĢ 'anhā mu'riḍÄĢn(a).

46. Tidak satu pun dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, kecuali mereka berpaling darinya."

ŲˆŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ØąŲŽØ˛ŲŽŲ‚ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Û™Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ†ŲØˇŲ’ØšŲŲ…Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ‘ŲˆŲ’ ŲŠŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽØˇŲ’ØšŲŽŲ…ŲŽŲ‡Ų—Ų“ Û–Ø§ŲŲ†Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ŲŲŲŠŲ’ ØļŲŽŲ„Ų°Ų„Ų Ų…ŲŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų

Wa iÅŧā qÄĢla lahum anfiqÅĢ mimmā razaqakumullāh(u), qālal-laÅŧÄĢna kafarÅĢ lil-laÅŧÄĢna āmanÅĢ anuáš­'imu mal lau yasyā'ullāhu aáš­'amah(ÅĢ), in antum illā fÄĢ á¸alālim mubÄĢn(in).

47. Apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kufur itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØĒŲ°Ų‰ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĩŲ°Ø¯ŲŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Wa yaqÅĢlÅĢna matā hāÅŧal-wa'du in kuntum ášŖÄdiqÄĢn(a).

48. Mereka berkata, "Kapankah janji (hari Kebangkitan) ini (terjadi) jika kamu orang-orang benar?"

Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØĩŲŽŲŠŲ’Ø­ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲØ¯ŲŽØŠŲ‹ ØĒŲŽØŖŲ’ØŽŲØ°ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØŽŲØĩŲŲ‘Ų…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Mā yanáē“urÅĢna illā ášŖaiá¸Ĩataw wāá¸Ĩidatan ta'khuÅŧuhum wa hum yakhiášŖášŖimÅĢn(a).

49. Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan membinasakan mereka saat mereka (sibuk) bertengkar (tentang urusan dunia)."

ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŲŠŲ’ØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØĒŲŽŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽØĸ Ø§ŲŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ āŖ–

Falā yastaáš­ÄĢ'ÅĢna tauášŖiyataw wa lā ilā ahlihim yarji'ÅĢn(a).

50. Oleh sebab itu, mereka tidak dapat berwasiat dan tidak dapat kembali kepada keluarganya."

ŲˆŲŽŲ†ŲŲŲØŽŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØĩŲŲ‘ŲˆŲ’ØąŲ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØŦŲ’Ø¯ŲŽØ§ØĢؐ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲ†Ų’ØŗŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa nufikha fiášŖ-ášŖÅĢri fa'iÅŧā hum minal-ajdāᚥi ilā rabbihim yansilÅĢn(a).

51. Sangkakala pun ditiup dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya."

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŠŲ°ŲˆŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’Ûĸ Ø¨ŲŽØšŲŽØĢŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲŽŲ‘ØąŲ’Ų‚ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ ÛœŲ‡Ų°Ø°ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØšŲŽØ¯ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų ŲˆŲŽØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

QālÅĢ yā wailanā mam ba'aᚥanā mim marqadinā...hāÅŧā mā wa'adar-raá¸Ĩmānu wa ášŖadaqal-mursalÅĢn(a).

52. Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" (Lalu, dikatakan kepada mereka,) "Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul(-Nya)."

Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽØĒŲ’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØĩŲŽŲŠŲ’Ø­ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲØ¯ŲŽØŠŲ‹ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŦŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŒ Ų„ŲŽŲ‘Ø¯ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­Ų’ØļŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

In kānat illā ášŖaiá¸Ĩataw wāá¸Ĩidatan fa'iÅŧā hum jamÄĢ'ul ladainā muá¸ĨḍarÅĢn(a).

53. Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)."

ŲŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ¸Ų’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŒ Ø´ŲŽŲŠŲ’Ų€Ų‹Ų”Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØŦŲ’Ø˛ŲŽŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Fal-yauma lā tuáē“lamu nafsun syai'aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta'malÅĢn(a).

54. Pada hari itu tidak ada sama sekali orang yang dirugikan sedikit pun. Kamu tidak akan diberi balasan, kecuali atas apa yang telah kamu kerjakan."

Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­Ų°Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŲŲŠŲ’ Ø´ŲØēŲŲ„Ų ŲŲ°ŲƒŲŲ‡ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Inna aášŖá¸Ĩābal-jannatil-yauma fÄĢ syugulin fākihÅĢn(a).

55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan (sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka) lagi bersenang-senang."

Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØ§ØŦŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’ Ø¸ŲŲ„Ų°Ų„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲŽØ§Û¤Ų‰ŲŲ•ŲƒŲ Ų…ŲØĒŲŽŲ‘ŲƒŲŲ€ŲŲ”ŲˆŲ’Ų† ۚ

Hum wa azwājuhum fÄĢ áē“ilālin 'alal-arā'iki muttaki'ÅĢn(a).

56. Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh sambil berbaring di atas ranjang berkelambu."

Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ŲŲŽØ§ŲƒŲŲ‡ŲŽØŠŲŒ ŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŽŲ‘Ø§ ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲ‘ØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Lahum fÄĢhā fākihatuw wa lahum mā yadda'ÅĢn(a).

57. Di (surga) itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan."

ØŗŲŽŲ„Ų°Ų…ŲŒÛ— Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų‹Ø§ ؅ؐؑ؆ؒ ØąŲŽŲ‘Ø¨ŲŲ‘ ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Salāmun qaulam mir rabbir raá¸ĨÄĢm(in).

58. (Kepada mereka dikatakan,) "Salam sejahtera" sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang."

ŲˆŲŽØ§Ų…Ų’ØĒŲŽØ§Ø˛ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŦŲ’ØąŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimÅĢn(a).

59. (Dikatakan kepada orang-orang kafir,) "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai para pendurhaka!"

Ø§ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ Ø§ŲŽØšŲ’Ų‡ŲŽØ¯Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲŠŲ°Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§Ų°Ø¯ŲŽŲ…ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ŲŠŲ’ØˇŲ°Ų†ŲŽÛš Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų— Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ¯ŲŲˆŲŒŲ‘ Ų…ŲŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŒ

Alam a'had ilaikum yā banÄĢ Ädama allā ta'budusy-syaiᚭān(a), innahÅĢ lakum 'aduwwum mubÄĢn(un).

60. Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu."

ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų Ø§ØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ Û—Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲŒ Ų…ŲŲ‘ØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ

Wa ani'budÅĢnÄĢ, hāÅŧā ášŖirāᚭum mustaqÄĢm(un).

61. (Begitu juga bahwa) sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus."

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ø§ŲŽØļŲŽŲ„ŲŽŲ‘ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØŦŲØ¨ŲŲ„Ų‹Ų‘Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ Û—Ø§ŲŽŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØšŲ’Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa laqad aḍalla minkum jibillan kaᚥÄĢrā(n), afalam takÅĢnÅĢ ta'qilÅĢn(a).

62. Sungguh, ia (setan itu) benar-benar telah menyesatkan sangat banyak orang dari kamu. Maka, apakah kamu tidak mengerti?"

Ų‡Ų°Ø°ŲŲ‡Ų– ØŦŲŽŲ‡ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų…Ų Ø§Ų„ŲŽŲ‘ØĒŲŲŠŲ’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲˆŲ’ØšŲŽØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

HāÅŧihÄĢ jahannamul-latÄĢ kuntum tÅĢ'adÅĢn(a).

63. Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu."

Ø§ŲØĩŲ’Ų„ŲŽŲˆŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽŲƒŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

IášŖlauhal-yauma bimā kuntum takfurÅĢn(a).

64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya."

Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ų†ŲŽØŽŲ’ØĒŲŲ…Ų ØšŲŽŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲŲ’ŲˆŲŽØ§Ų‡ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĒŲŲƒŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲ†ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĒŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽØąŲ’ØŦŲŲ„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŠŲŽŲƒŲ’ØŗŲØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidÄĢhim wa tasyhadu arjuluhum bimā kānÅĢ yaksibÅĢn(a).

65. Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’ Ų†ŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲ Ų„ŲŽØˇŲŽŲ…ŲŽØŗŲ’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽØšŲ’ŲŠŲŲ†ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØ¨ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØĩŲŲ‘ØąŲŽØ§ØˇŲŽ ŲŲŽØ§ŲŽŲ†Ų‘Ų°Ų‰ ŲŠŲØ¨Ų’ØĩŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa lau nasyā'u laáš­amasnā 'alā a'yunihim fastabaquášŖ-ášŖirāᚭa fa annā yubášŖirÅĢn(a).

66. Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan menghapus penglihatan (membutakan) mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan (selamat). Maka, bagaimana mungkin mereka dapat melihat?"

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’ Ų†ŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲ Ų„ŲŽŲ…ŲŽØŗŲŽØŽŲ’Ų†Ų°Ų‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽØĒؐ؇ؐ؅ؒ ŲŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲØļŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ āŖ–

Wa lau nasyā'u lamasakhnāhum 'alā makānatihim famastaᚭā'ÅĢ muḍiyyaw wa lā yarji'ÅĢn(a).

67. Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup meneruskan perjalanan dan juga tidak sanggup pulang kembali."

ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ų†ŲŲ‘ØšŲŽŲ…ŲŲ‘ØąŲ’Ų‡Ų Ų†ŲŲ†ŲŽŲƒŲŲ‘ØŗŲ’Ų‡Ų ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲÛ— Ø§ŲŽŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØšŲ’Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa man nu'ammirhu nunakkishu fil-khalq(i), afalā ya'qilÅĢn(a).

68. Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?"

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…Ų’Ų†Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ø´ŲŲ‘ØšŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ÛĸØ¨ŲŽØēŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų— Û—Ø§ŲŲ†Ų’ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø°ŲŲƒŲ’ØąŲŒ ŲˆŲŽŲ‘Ų‚ŲØąŲ’Ø§Ų°Ų†ŲŒ Ų…ŲŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŒ ۙ

Wa mā 'allamnāhusy-syi'ra wa mā yambagÄĢ lah(ÅĢ), in huwa illā Åŧikruw wa qur'ānum mubÄĢn(un).

69. Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad) dan (bersyair) itu tidaklah pantas baginya. (Wahyu yang Kami turunkan kepadanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur'an yang jelas."

Ų„ŲŲ‘ŲŠŲŲ†Ų’Ø°ŲØąŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø­ŲŽŲŠŲ‹Ų‘Ø§ ŲˆŲŽŲ‘ŲŠŲŽØ­ŲŲ‚ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

LiyunÅŧira man kāna á¸Ĩayyaw wa yaá¸Ĩiqqal-qaulu 'alal-kāfirÄĢn(a).

70. agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti."

Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØąŲŽŲˆŲ’Ø§ Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų…ŲŽŲ‘Ø§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„ŲŽØĒŲ’ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØšŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų…Ų°Ų„ŲŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Awalam yarau annā khalaqnā lahum mimmā 'amilat aidÄĢnā an'āman fahum lahā mālikÅĢn(a).

71. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari ciptaan tangan Kami (sendiri), lalu mereka menjadi pemiliknya?"

ŲˆŲŽØ°ŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų„Ų’Ų†Ų°Ų‡ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ØąŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ø¨ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŖŲ’ŲƒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa Åŧallalnāhā lahum fa minhā rakÅĢbuhum wa minhā ya'kulÅĢn(a).

72. Kami menjadikannya (hewan-hewan itu) tunduk kepada mereka. Sebagian di antaranya menjadi tunggangan mereka dan sebagian (lagi) mereka makan."

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§ŲŲØšŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ´ŲŽØ§ØąŲØ¨ŲÛ— Ø§ŲŽŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa lahum fÄĢhā manāfi'u wa masyārib(u), afalā yasykurÅĢn(a).

73. Pada dirinya (hewan-hewan ternak itu) terdapat berbagai manfaat dan minuman untuk mereka. Apakah mereka tidak bersyukur?"

ŲˆŲŽØ§ØĒŲŽŲ‘ØŽŲŽØ°ŲŲˆŲ’Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŲˆŲ’Ų†Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų°Ų„ŲŲ‡ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŽŲ‘ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŲ†Ų’ØĩŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

WattakhaÅŧÅĢ min dÅĢnillāhi ālihatal la'allahum yunášŖarÅĢn(a).

74. Mereka menjadikan sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan."

Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŲŠŲ’ØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų†ŲŽØĩŲ’ØąŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Û™ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŦŲŲ†Ų’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŲ‘Ø­Ų’ØļŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Lā yastaáš­ÄĢ'ÅĢna naášŖrahum, wa hum lahum jundum muá¸ĨḍarÅĢn(a).

75. (Sesembahan) itu tidak mampu menolong mereka, padahal (sesembahan) itu adalah tentara yang dihadirkan untuk menjaganya."

ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Û˜Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲØŗŲØąŲŲ‘ŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲØšŲ’Ų„ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Falā yaá¸Ĩzunka qauluhum, innā na'lamu mā yusirrÅĢna wa mā yu'linÅĢn(a).

76. Maka, jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Nabi Muhammad) bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan."

Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†Ų°Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ Ų†ŲŲ‘ØˇŲ’ŲŲŽØŠŲ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽ ØŽŲŽØĩŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ Ų…ŲŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŒ

Awalam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuáš­fatin fa'iÅŧā huwa khaášŖÄĢmum mubÄĢn(un).

77. Tidakkah manusia mengetahui bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani? Kemudian tiba-tiba saja dia menjadi musuh yang nyata."

ŲˆŲŽØļŲŽØąŲŽØ¨ŲŽ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų†ŲŽØŗŲŲŠŲŽ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲ‡Ų—Û— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŲ‘Ø­Ų’ŲŠŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¸ŲŽØ§Ų…ŲŽ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲŠŲŽ ØąŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų…

Wa ḍaraba lanā maᚥalaw wa nasiya khalqah(ÅĢ), qāla may yuá¸Ĩyil-'iáē“āma wa hiya ramÄĢm(un).

78. Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, "Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?"

Ų‚ŲŲ„Ų’ ŲŠŲØ­Ų’ŲŠŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŽŲ†Ų’Ø´ŲŽØ§ŲŽŲ‡ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽ Ų…ŲŽØąŲŽŲ‘ØŠŲ Û—ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¨ŲŲƒŲŲ„ŲŲ‘ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚Ų ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ ۙ

Qul yuá¸ĨyÄĢhal-laÅŧÄĢ ansya'ahā awwala marrah(tin), wa huwa bikulli khalqin 'alÄĢm(un).

79. Katakanlah (Nabi Muhammad), "Yang akan menghidupkannya adalah Zat yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk."

Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ØŦŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØŽŲ’ØļŲŽØąŲ Ų†ŲŽØ§ØąŲ‹Ø§Û™ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†Ų’Ų‡Ų ØĒŲŲˆŲ’Ų‚ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

AllaÅŧÄĢ ja'ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nārā(n), fa'iÅŧā antum minhu tÅĢqidÅĢn(a).

80. (Dialah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya."

Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ØŗŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ø¨ŲŲ‚Ų°Ø¯ŲØąŲ ØšŲŽŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ‘ØŽŲ’Ų„ŲŲ‚ŲŽ ؅ؐØĢŲ’Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Û—Ø¨ŲŽŲ„Ų°Ų‰ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ„Ų‘Ų°Ų‚Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Awa laisal-laÅŧÄĢ khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin 'alā ay yakhluqa miᚥlahum, balā wa huwal-khallāqul-'alÄĢm(u).

81. Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui."

Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØĸ Ø§ŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ‡Ų—Ų“ Ø§ŲØ°ŲŽØĸ Ø§ŲŽØąŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø´ŲŽŲŠŲ’Ų€Ų‹Ų”Ø§Û– Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų— ŲƒŲŲ†Ų’ ŲŲŽŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†Ų

Innamā amruhÅĢ iÅŧā arāda syai'an ay yaqÅĢla lahÅĢ kun fa yakÅĢn(u).

82. Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka, jadilah (sesuatu) itu."

ŲŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­Ų°Ų†ŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ Ø¨ŲŲŠŲŽØ¯ŲŲ‡Ų– Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲˆŲ’ØĒŲ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ ŲˆŲŽŲ‘Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØĒŲØąŲ’ØŦŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ āŖ–

Fa subá¸Ĩānal-laÅŧÄĢ biyadihÄĢ malakÅĢtu kulli syai'iw wa ilaihi turja'ÅĢn(a).

83. Maka, Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan."

3. Lanjutkan dengan Doa Tahlil

Dilansir dari buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah oleh Ibnu Watiniyah, berikut doa tahlil pendek.

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ŲŠŲŲˆŲŽØ§ŲŲŲŠ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŲƒŲŽØ§ŲŲØĻŲ Ų…ŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų. ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŽØēؐ؊ ؄ؐØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲƒŲŽ ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŲƒŲŽ. ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ­Ų’Øĩؐ؊ ØĢŲŽŲ†ŲŽØ§ØĄŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲƒŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ØļŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ØļŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØąŲŽØļŲŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø¯ŲŽØ§Ø¨ŲŲ…Ø§ ØŖŲŽØ¨ŲŽØ¯Ų‹Ø§

Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa nuhshii tsanaa-a 'alaika anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu."

4. Membaca Doa Ziarah Kubur

Setelah membaca tahlil, muslim bisa mengamalkan doa ziarah kubur. Berikut bacaannya,

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽØšŲŽØ§ŲŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’ŲŲ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŲ…Ų’ Ų†ŲØ˛ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲˆŲŽØŗŲŲ‘ØšŲ’ Ų…ŲŽØ¯Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ§ØēŲ’ØŗŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĢŲŽŲ‘Ų„Ų’ØŦؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØąŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲ‚ŲŲ‘Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘Ų†ŲŲˆØ¨Ų ŲˆØ§Ų„Ų’ØŽŲŽØˇŲŽØ§ŲŠŲŽØ§ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŲ†ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„ØĢŲŽŲ‘ŲˆŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ¨Ų’ŲŠŲŽØļŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØŗŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø¯ŲŽØ§ØąŲ‹Ø§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲ‹Ø§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲØ°Ų’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§Øą, ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØŗŲŽØ­Ų’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ؁ؐ؊ Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲ†ŲŽŲˆŲŲ‘ØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲŲŲŠŲ‡Ų

AllahummaghfÃŦrlahu war hamhu wa 'aafÃŦhÃŦÃŦ wa'fu anhu, wa akrÃŦm nuzuulahu wawassÃŦ' madholahu, waghsÃŦlhu bÃŦl maa'ÃŦ watssaljÃŦ walbaradÃŦ, wa naqqÃŦhÃŦ, mÃŦnaddzzunubÃŦ wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mÃŦnad danasÃŦ. WabdÃŦlhu daaran khaÃŦran mÃŦn daarÃŦhÃŦ wa zaujan khaÃŦran mÃŦn zaujÃŦhÃŦ. Wa adkhÃŦlhul jannata wa aÃŦdzhu mÃŦn adzabÃŦl qabrÃŦ wa mÃŦn adzabÃŦnnaarÃŦ wafsah lahu fÃŦ qabrÃŦhÃŦ wa nawwÃŦr lahu fÃŦhÃŦ.

Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)"'

Itulah tata cara membaca surah Yasin ketika ziarah kubur. Jangan lupa diamalkan ya!




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads