- Peristiwa Penting di Bulan Ramadan 1. Turunnya Wahyu Pertama Al-Qur'an 2. Perang Badar 3. Fathu Makkah 4. Lailatul Qadar 5. Disyariatkannya Azan 6. Wafatnya Sayyidah Fatimah Az-Zahra (3 Ramadan 11 Hijriah) 7. Wafatnya Sayyidah Khadijah (11 Ramadan Tahun ke-10 Kenabian) 8. Wafatnya Sayyidah Aisyah (17 Ramadan 58 Hijriah)
Peristiwa penting di bulan Ramadan menjadi bagian dari catatan sejarah Islam yang penuh makna dan pengaruh besar bagi muslim. Bulan suci ini tidak hanya dikenal sebagai waktu berpuasa, tetapi juga sebagai momentum terjadinya peristiwa-peristiwa monumental.
Peristiwa penting di bulan Ramadan tercatat dalam berbagai sumber sejarah Islam, mulai dari turunnya wahyu pertama hingga kemenangan besar kaum Muslimin dalam peperangan. Berikut beberapa peristiwa penting tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa Penting di Bulan Ramadan
1. Turunnya Wahyu Pertama Al-Qur'an
Wahyu pertama diturunkan pada bulan Ramadan, tepatnya 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah ke Madinah. Saat itu, Rasulullah SAW berusia 40 tahun. Peristiwa ini menjadi awal dimulainya risalah kenabian dan turunnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat manusia.
2. Perang Badar
Mengutip buku Kiat Sukses Ramadhan Ala Rasulullah SAW karya Saepul Anwar, Perang Badar merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang banyak mendapat perhatian para sejarawan.
Dalam perang ini, kaum muslimin yang jumlahnya jauh lebih sedikit berhasil mengalahkan pasukan kafir Quraisy yang berlipat ganda lebih banyak. Kemenangan tersebut menjadi bukti pertolongan Allah SWT kepada umat Islam.
Peristiwa Perang Badar diabadikan dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 123,
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."
3. Fathu Makkah
Fathu Makkah terjadi pada 20 Ramadan tahun 8 Hijriah. Peristiwa ini dikenal sebagai penaklukan Kota Makkah oleh kaum muslimin.
Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Drs. Imam Subchi, MA, Fathu Makkah dimaknai sebagai pembebasan Kota Makkah. Peristiwa ini terjadi setelah kaum Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah.
Tujuan penaklukan tersebut adalah mengembalikan Makkah sebagai kota suci, menjaga kehormatan tanah haram dari pertumpahan darah, membersihkan Ka'bah dari berhala dan kemusyrikan, serta memberikan pelajaran kepada kaum Quraisy.
4. Lailatul Qadar
Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang terdapat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Pada malam ini, Allah SWT menetapkan takdir kehidupan manusia untuk satu tahun ke depan.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
Dari 'Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan." (HR Bukhari)
Dalam riwayat lain dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tunggulah Lailatul Qadar pada sepuluh akhir (bulan Ramadan) atau sembilan akhir." (HR Muslim)
5. Disyariatkannya Azan
Azan disyariatkan sebagai panggilan untuk melaksanakan salat pada tahun pertama hijrah Rasulullah SAW, dan peristiwa ini juga terjadi pada bulan Ramadan menurut pendapat terkuat.
Sejarahnya bermula dari sahabat bernama Abdullah bin Zaid yang bermimpi tentang seruan azan. Dalam mimpinya, ia didatangi seseorang berjubah hijau yang membawa lonceng dan mengajarinya rangkaian kalimat azan sebagai tanda masuknya waktu salat.
Kalimat tersebut adalah "Allahu Akbar Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Hayya 'alash sholah hayya 'alash sholah, Hayya 'alal falah hayya 'alal falah, Allahu Akbar Allahu Akbar, dan La ilaha illallah."
Rasulullah SAW kemudian memerintahkan agar kalimat tersebut diajarkan kepada Bilal bin Rabah, yang selanjutnya menjadi orang pertama yang mengumandangkan azan.
6. Wafatnya Sayyidah Fatimah Az-Zahra (3 Ramadan 11 Hijriah)
Dalam hadits Aisyah, Fatimah berkata "Rasulullah bercerita kepadaku bahwa Jibril biasa menyodorkan Al-Qur'an kepada beliau sekali setiap tahun. Tetapi pada tahun ini Jibril menyodorkannya dua kali. Kata beliau, 'Aku merasa ajalku sudah hampir tiba, dan sesungguhnya kamu adalah keluargaku yang pertama akan menyusulku. Aku adalah sebaik-baik pendahulumu."
Disebutkan dalam buku Fatimah Az-Zahra: Penghulu Wanita Surga susunan Abdus Sattar Asy-Syaikh, menurut pendapat yang shahih, Fatimah hidup sekitar enam bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW, meskipun terdapat pendapat lain yang menyebutkan kurang dari itu.
7. Wafatnya Sayyidah Khadijah (11 Ramadan Tahun ke-10 Kenabian)
Khadijah merupakan istri pertama Nabi Muhammad SAW, dan selama hidupnya bersama beliau, Nabi tidak menikah lagi hingga Khadijah wafat. Dari pernikahan tersebut, beliau memiliki dua anak laki-laki dan empat anak perempuan.
Sebagai pendamping Nabi, Khadijah senantiasa mendukung perjuangan dakwah, baik dengan pengorbanan jiwa maupun harta. Keistimewaannya begitu besar hingga Allah SWT mengirimkan salam khusus kepadanya.
Khadijah wafat tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah, dalam usia sekitar 65 tahun.
8. Wafatnya Sayyidah Aisyah (17 Ramadan 58 Hijriah)
Dalam buku Agungnya Taman Cinta Sang Rasul, Ustadzah Azizah Hefni mengutip keterangan Sablim Sablan yang menyebutkan bahwa Aisyah wafat setelah melaksanakan salat witir.
Pada malam wafatnya Aisyah, banyak orang berkumpul di kediamannya. Jumlah pelayat sangat besar, bahkan penduduk Awali yang berjarak cukup jauh turut hadir dalam pemakamannya. Baqi' dipenuhi lautan manusia, dengan isak tangis dan cahaya obor yang menyala.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace