Tanda-tanda Lailatul Qadar sering menjadi perhatian umat Islam ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa karena nilainya lebih baik dari seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 1-3, Allah SWT berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arab latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i). Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i). Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in).
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
Beberapa hadits Nabi Muhammad SAW menjelaskan sejumlah tanda yang dapat dikenali ketika Lailatul Qadar terjadi.
Tanda-tanda tersebut berkaitan dengan suasana malam, keadaan pagi harinya, serta ketenangan yang dirasakan oleh orang yang beribadah pada malam tersebut.
6 Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Keutamaan Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada nilainya yang lebih baik dari seribu bulan, tetapi juga pada sejumlah tanda yang menyertainya.
Rasulullah SAW menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikenali oleh umat Islam sebagai petunjuk datangnya malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Dalam buku Seri Fiqih Kehidupan yang disusun oleh Ahmad Sarwat, disebutkan beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar sebagai berikut.
1. Udara dan Suasana Pagi yang Tenang
Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadits adalah kondisi malam yang terasa tenang dan menenangkan. Suasana malam tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin.
Rasulullah SAW bersabda,
"Lailatul Qadar adalah malam yang tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Esok paginya, matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah." (Hadits hasan)
2. Cahaya Matahari yang Tidak Menyilaukan
Tanda lain yang disebutkan dalam hadits adalah keadaan matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Matahari terbit dengan cahaya yang lebih lembut dan tidak terlalu menyilaukan.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits,
"Keesokan hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR Muslim)
3. Terkadang Terlihat dalam Mimpi
Selain tanda yang dapat diamati secara fisik, beberapa sahabat Nabi pernah mengalami mimpi yang berkaitan dengan Lailatul Qadar.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian orang yang mendapat karunia dari Allah SWT dapat mengetahui datangnya malam tersebut melalui mimpi.
4. Bulan Tampak Seperti Separuh Nampan
Tanda lain yang pernah disebutkan Rasulullah SAW berkaitan dengan bentuk bulan pada malam tersebut.
Hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang menceritakan percakapan para sahabat bersama Rasulullah SAW,
"Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, 'Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.'" (HR Muslim)
Riwayat tersebut sering dijadikan salah satu petunjuk yang dapat diperhatikan pada malam Lailatul Qadar.
5. Malam yang Cerah dan Penuh Ketenangan
Beberapa hadits juga menggambarkan kondisi malam Lailatul Qadar sebagai malam yang terang, tenang, dan tidak disertai cuaca ekstrem seperti angin kencang atau hujan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Malam itu adalah malam yang cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tenteram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu." (HR Ahmad)
Hadits lain dari Watsilah bin al-Asqa' juga menyebutkan hal yang serupa,
"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada bintang jatuh (lemparan meteor bagi setan)." (HR At-Thabrani)
6. Kenikmatan dalam Beribadah
Selain tanda yang berkaitan dengan keadaan alam, sebagian ulama juga menyebutkan adanya perubahan pada suasana hati orang yang beribadah.
Pada malam tersebut, banyak orang merasakan ketenangan batin, kedamaian, serta kenikmatan ketika berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT yang terasa berbeda dari malam-malam lainnya.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace