Rukun Wudhu yang Wajib Diketahui Umat Islam, Lengkap dengan Urutannya

Rukun Wudhu yang Wajib Diketahui Umat Islam, Lengkap dengan Urutannya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Minggu, 08 Mar 2026 13:00 WIB
antri wudhu sholat. detikfoto/detikcom
Ilustrasi Wudhu Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Rukun wudhu menjadi hal penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim sebelum melaksanakan ibadah salat. Wudhu sendiri merupakan salah satu bentuk bersuci dari hadas kecil yang menjadi syarat sah salat dalam ajaran Islam.

Dalam Al-Qur'an, ketentuan mengenai wudhu dijelaskan dalam surah Al-Maidah ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka'bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au 'alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na'matahū 'alaikum la'allakum tasykurūn(a).

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

ADVERTISEMENT

Rukun Wudhu

Dijelaskan dalam buku Fikih Sunnah - Jilid 1 oleh Sayyid Sabiq, berikut beberapa rukun wudhu yang dapat diamalkan oleh umat Islam.

1. Niat

Niat merupakan keinginan dalam hati untuk melakukan suatu perbuatan demi mengharap ridha Allah dan menjalankan perintah-Nya. Niat dilakukan di dalam hati dan tidak berkaitan dengan ucapan secara lisan, karena melafalkan niat tidak memiliki dasar khusus dalam syariat.

Kewajiban niat dalam setiap amal dijelaskan dalam hadits Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang (mendapatkan balasan) sesuai dengan niatnya"

Bacaan Niat Wudhu

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitul wudhu'a liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala"

2. Membasuh Muka

Membasuh muka berarti mengalirkan air ke seluruh bagian wajah. Batas wajah dimulai dari bagian atas dahi hingga dagu, serta dari telinga kanan hingga telinga kiri. Seluruh bagian tersebut wajib terkena air saat berwudhu.

3. Membasuh Kedua Tangan hingga Siku

Kedua tangan wajib dibasuh hingga mencapai siku. Siku merupakan sendi yang menghubungkan lengan dan tangan, dan termasuk bagian yang harus terkena air. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam praktik wudhunya.

4. Mengusap Kepala

Mengusap kepala dilakukan dengan membasahi tangan kemudian mengusap sebagian atau seluruh kepala. Perintah ini dijelaskan dalam firman Allah yang menyebutkan agar mengusap sebagian kepala.

Rasulullah SAW mempraktikkan cara ini dengan beberapa bentuk, seperti mengusap seluruh kepala, mengusap serban, atau mengusap ubun-ubun bersama serban.

5. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki

Kedua kaki wajib dibasuh hingga mencapai mata kaki. Kewajiban ini dijelaskan dalam berbagai hadits yang menerangkan perbuatan dan ucapan Rasulullah SAW Ibnu Umar RA berkata,

"Celakalah tumit-tumit (yang tidak terkena air wudhu) dari api neraka."

Abdurrahman bin Abu Laila juga menjelaskan bahwa para sahabat sepakat tentang kewajiban membasuh kedua mata kaki ketika berwudhu.

6. Tertib dan Berurutan

Rukun wudhu harus dilakukan secara tertib sesuai urutan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 6,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka'bain(i),

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.

Rasulullah SAW juga selalu melakukan wudhu dengan urutan tersebut, sebagaimana sabdanya,

به ابْدَؤُوا بِمَا بَدَأَ الله

"Mulailah suatu perkara berdasarkan pada apa yang telah dimulai oleh Allah"

Doa Setelah Wudhu

Setelah berwudhu, muslim disunnahkan untuk membaca doa setelah wudhu. Berikut bacaannya:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ وَجَعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Latin: Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiin.

Artinya: "Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih."



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads