Sejarah Nuzulul Qur'an bermula pada 17 Ramadan saat wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
Pada malam itu, Muhammad menerima wahyu melalui Malaikat Jibril, yang menjadi awal diturunkannya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat manusia.
Peristiwa Nuzulul Qur'an ini menjadi momen penting dalam sejarah Islam dan diperingati setiap bulan Ramadan. Berikut penjelasan lengkap mengenai sejarah Nuzulul Qur'an dan peristiwa turunnya wahyu pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Nuzulul Quran?
Dalam buku Ulumul Quran oleh Dr. P.M. Gunawan Nst, dijelaskan bahwa kata Nuzul berasal dari kata kerja bahasa Arab Nazala yang berarti "turun" atau "jatuh". Oleh sebab itu, Nuzulul Qur'an dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Qur'an.
Al-Qur'an diyakini diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia, kemudian disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Penyampaiannya berlangsung secara bertahap selama sekitar 23 tahun, dimulai dari wahyu pertama di Gua Hira hingga wahyu terakhir menjelang wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Nuzulul Qur'an ini menjadi momen penting dalam sejarah Islam karena dari sinilah wahyu Allah mulai diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Sejarah Nuzulul Qur'an
Sejarah Nuzulul Qur'an bermula dari peristiwa Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya, yaitu surah Al Alaq ayat 1-5. Menukil buku Sejarah Agama & Kepercayaan Dunia karya Siti Fauziyah, peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadan 610 Masehi.
Surah Al Alaq ayat 1-5 diturunkan saat Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat di Gua Hira, Jabal Nur, yang berjarak sekitar 6 km dari Makkah. Rasulullah SAW menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.
Saat itu, Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut Tafsir Salam karya Tim Tafsir Ilmiah Salman ITB, Jibril memerintahkan Nabi untuk membaca lima ayat pertama surah Al Alaq.
Selama Nabi Muhammad SAW membacanya, Jibril memeluk dan melepaskan beliau sebanyak tiga kali sambil berkata, "Iqra! (bacalah)!"
Pada dekapan yang ketiga, Malaikat Jibril membacakan lafaz kelima ayat surah Al Alaq. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai malam Nuzulul Qur'an, menandai awal turunnya Al-Qur'an kepada umat manusia.
Mengutip buku Ulumul Quran, dijelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun yang dibagi ke dalam dua periode yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.
Alasan Al-Quran Diturunkan Secara Berangsur-angsur
Al-Qur'an tidak diturunkan sekaligus, tetapi secara bertahap. Tujuannya agar Rasulullah SAW dan umat Islam lebih mudah memahami isi wahyu, lalu mengamalkannya sedikit demi sedikit dalam kehidupan sehari-hari.
Penjelasan ini terdapat dalam firman Allah pada surah Al Isra ayat 106,
وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
Arab latin: Wa qur'ānan faraqnāhu litaqra'ahū 'alan-nāsi 'alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā(n).
Artinya: "Al-Qur'an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap."
Perbedaan Waktu Nuzulul Quran
Mengutip kitab Al Itqan fi Ulum al Quran karya Imam Suyuthi yang diterjemahkan Muhammad Halabi, pendapat pertama menyebut bahwa Nuzulul Qur'an jatuh pada 17 Ramadan, bertepatan dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai mana firman Allah SWT dalam surah Al Isra ayat 106,
وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
Arab latin: Wa qur'ānan faraqnāhu litaqra'ahū 'alan-nāsi 'alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā(n).
Artinya: "Al-Qur'an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap."
Sementara itu, pendapat lain menyebut bahwa Nuzulul Qur'an berlangsung pada 10 malam terakhir Ramadan, sesuai dengan turunnya Al-Qur'an pada saat Lailatulqadar. Hal ini diterangkan dalam surah Al Qadr ayat 1-5,
1. اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Arab latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i).
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar."
2. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Arab latin: Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i).
Artinya: "Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?"
3. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Arab latin: Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in).
Artinya: "Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
4. تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Arab latin: Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr(in).
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
5. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Arab latin: Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr(i).
Artinya: "Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."
Kedua pendapat ini menjadi pedoman bagi para ulama dalam menentukan momen peringatan Nuzulul Qur'an dan menekankan betapa mulianya turunnya Al-Qur'an bagi umat Islam.
Kapan Malam Nuzulul Quran 2026?
Walau ada perbedaan pendapat tentang waktu diturunkannya Al-Qur'an, Nuzulul Qur'an tetap diperingati setiap 17 Ramadan. Untuk tahun ini, malam Nuzulul Qur'an bertepatan pada Jumat, 6 Maret 2026.
Umat Islam biasanya mengisi malam tersebut dengan memperbanyak baca Al-Qur'an, mengikuti kajian keislaman, sampai memperbanyak doa dan ibadah sunnah lainnya.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban