Apa Saja yang Terjadi pada Seseorang Menjelang Sakaratul Maut?

Apa Saja yang Terjadi pada Seseorang Menjelang Sakaratul Maut?

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Sabtu, 01 Agu 2026 18:00 WIB
ilustrasi sakaratul maut
Ilustrasi sakaratul maut. Foto: Getty Images/iStockphoto/piranka
Jakarta -

Menjelang ajal, seseorang akan memasuki fase yang dikenal sebagai sakaratul maut. Al-Qur'an dan hadits menjelaskan bahwa pada masa tersebut terdapat sejumlah keadaan yang dapat dialami sebelum seseorang mengembuskan napas terakhir.

Lantas, apa saja yang terjadi menjelang sakaratul maut?

Pengertian Sakaratul Maut

Allah SWT telah mengingatkan bahwa sakaratul maut merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah Qaf ayat 19,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَجَاۤءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۗذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ

Wa jā'at sakratul-mauti bil-ḥaqq(i), żālika mā kunta minhu taḥīd(u).

ADVERTISEMENT

Artinya: (Seketika itu) datanglah sakratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak engkau hindari.

Dalam buku Islam Proporsional (Selami Makna dan Berilmu Amaliah) karya Dr. Husaen Pinang, S.Ag., M.Ag., dijelaskan bahwa sakaratul maut berasal dari dua kata, yaitu sakar yang berarti mabuk atau hilang kesadaran, serta al-maut yang berarti kematian.

Sakaratul maut adalah fase ketika seseorang mulai kehilangan kesadaran menjelang wafat. Dalam keadaan ini, ia tidak lagi menyadari atau merasakan apa yang terjadi di sekitarnya.

Apa Saja yang Terjadi Menjelang Sakaratul Maut?

Berikut dijelaskan beberapa keadaan yang dialami seseorang menjelang sakaratul maut berdasarkan Al-Qur'an dan hadits.

1. Mengeluarkan Keringat

Melansir laman NU, salah satu tanda yang disebutkan dalam hadits adalah keluarnya keringat saat seorang mukmin menghadapi kematian.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya nyawa seorang mukmin keluar sambil berkeringat. Dan aku tidak menyukai kematian seperti kematian himar." Ketika para sahabat bertanya tentang kematian himar, Rasulullah SAW menjawab, "Yakni kematian mengejutkan." (HR At-Tirmidzi)

2. Merasakan Sakit yang Sangat Hebat

Menjelang sakaratul maut, seseorang dapat mengalami rasa sakit yang sangat berat.

Dalam buku Dahsyatnya Petaka Kiamat karya Mohd Zuhdi Ahmad Khasasi disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengibaratkan dahsyatnya rasa sakit tersebut seperti ditusuk 300 pedang.

"Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan 300 pedang." (HR At-Tirmidzi)

3. Melihat Malaikat Maut

Sejumlah riwayat menyebut bahwa orang yang menjelang wafat akan melihat malaikat maut. Namun, tidak semua riwayat mengenai hal ini memiliki derajat yang kuat.

Dalam buku Kehidupan Setelah Kematian: Surga yang Dijanjikan, M. Quraish Shihab mengutip sebuah riwayat bahwa Nabi Ibrahim AS pernah meminta malaikat maut menampakkan wujudnya saat mencabut nyawa orang mukmin dan orang kafir. Dalam riwayat tersebut, malaikat maut digambarkan memiliki rupa yang sangat mengerikan ketika mencabut nyawa orang kafir.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa riwayat yang dinukil dari Abu Nu'aim dan dikutip Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah itu dinilai lemah (dhaif) setelah sanad para perawinya diteliti oleh Hamid Ahmad Al-Basuni, guru besar ilmu hadits Universitas Al-Azhar Mesir.

4. Orang Zalim Mengalami Kesengsaraan yang Sangat Dahsyat

Al-Qur'an juga menjelaskan beratnya keadaan orang-orang zalim ketika menghadapi kematian.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 93:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَالَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَالَ سَاُنْزِلُ مِثْلَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗوَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ

Wa man aẓlamu mimmaniftarā 'alallāhi każiban au qāla ūḥiya ilayya wa lam yūḥa ilaihi syai'uw wa man qāla sa'unzilu miṡla mā anzalallāh(u), wa lau tarā iżiẓ-ẓālimūna fī gamarātil-mauti wal-malā'ikatu bāsiṭū aidīhim, akhirjū anfusakum, al-yauma tujzauna 'ażābal-hūni bimā kuntum taqūlūna 'alallāhi gairal-ḥaqqi wa kuntum 'an āyātihī tastakbirūn(a).

Artinya: Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, "Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah." Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), "Keluarkanlah nyawamu!" Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

Dalam Tafsir Ringkas Kementerian Agama dijelaskan bahwa ayat ini mengecam orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, mengaku menerima wahyu padahal tidak, serta menantang dengan mengatakan mampu mendatangkan wahyu seperti Al-Qur'an. Mereka disebut sebagai orang-orang yang mencapai puncak kezaliman.

Kemudian ketika menghadapi sakaratul maut, para malaikat memukul mereka sambil memerintahkan agar nyawanya keluar. Setelah itu, mereka akan menerima azab sebagai balasan atas dusta terhadap Allah dan kesombongan mereka yang menolak ayat-ayat-Nya.

Wallahu a'lam



(inf/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads